Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gebyar Bulan Bahasa di SMP Kesatuan Kota Bogor, Ajak Pelajar Cerdas Berbahasa dan Santun Berbudaya

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 2 November 2025 | 09:02 WIB
Gebyar Bulan Bahasa VII di SMP Kesatuan Bogor yang dihadiri Wakil Wali, Jenal Mutaqin.
Gebyar Bulan Bahasa VII di SMP Kesatuan Bogor yang dihadiri Wakil Wali, Jenal Mutaqin.

RADAR BOGOR — Kegiatan Gebyar Bulan Bahasa VII di SMP Kesatuan Bogor kembali digelar dengan meriah.

Tahun ini, sebanyak 116 pelajar SD dari se-Bogor Raya berpartisipasi dalam berbagai lomba bahasa, seni, dan budaya yang digelar di halaman SMP Kesatuan Bogor, Sabtu 1 November 2025.

Kepala SMP Kesatuan, Sari Rahayu, mengatakan kegiatan yang digelar setiap Oktober itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini digelar untuk menghormati sejarah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa.

Dia menjelaskan, Bulan Bahasa di SMP Kesatuan berawal dari kegiatan internal sekolah yang kini telah diperluas dengan mengundang partisipasi siswa kelas enam SD dari Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini menunjukkan bahwa minat pelajar terhadap bahasa dan budaya semakin meningkat.

“Karena bahasa yang ada di Kesatuan itu bukan hanya Bahasa Indonesia saja, maka perlombaan atau kompetisinya kita tambahkan dengan bahasa-bahasa penunjang lainnya,” ujar Sari Rahayu.

Tahun ini, kompetisi melibatkan delapan mata lomba yang mencakup berbagai bahasa dan aspek budaya.

Di antaranya, membaca berita berbahasa Mandarin dan show and tell berbahasa Inggris untuk kategori bahasa internasional.

Sementara untuk bahasa dan budaya lokal, digelar lomba tarian jaipong, permainan tradisional bakiak. 

Serta Bahasa Sunda sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya daerah. Untuk kategori literasi, peserta mengikuti lomba mendongeng dan membaca puisi.

Acara ini juga menjadi sarana promosi bagi SMP Kesatuan, yang berdiri sejak 1949, sebagai sekolah plural dan terbuka untuk siapa saja.

Dia pun berharap anak-anak tidak hanya tahu tentang Bulan Bahasa, tapi benar-benar bisa menerapkan bahwa bahasa itu merupakan media utama ketika kita berkomunikasi.

"Namun, juga harus sadar bahwa kita berada di Tanah Sunda, jadi kita juga harus menghargai local culture kita, yaitu Bahasa Sunda,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir membuka acara, mengajak generasi muda untuk menjadi pelajar yang cerdas dalam berbahasa dan santun dalam berbudaya.

Mengusung tema “Cerdas Berbahasa, Santun Berbudaya”, Gebyar Bulan Bahasa menjadi wadah bagi pelajar untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, sekaligus membentuk karakter yang bijak dalam berkomunikasi.

“Jadilah generasi muda yang cerdas berbahasa dan santun berbudaya. Mampu menggunakan bahasa dengan tepat, bijak, dan bermakna. Menjunjung kesopanan dan kejujuran,” pesan Jenal.

Ia menambahkan, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin kepribadian dan budaya bangsa. “Dengan menjaga bahasa, berarti kalian menjaga martabat bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan karakter santun dalam diri peserta didik sejak dini. (uma)

 

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB H Muzihir memprediksi angka Silpa APBD 2025 tinggi karena serapan belanja belum maksimal.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB H Muzihir memprediksi angka Silpa APBD 2025 tinggi karena serapan belanja belum maksimal.
Editor : Yosep Awaludin
#bogor #SMP Kesatuan #Gebyar Bulan Bahasa