Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Magister PWK Unpak Bogor Bedah Rahasia Tata Kelola Kota dan Cagar Budaya di Malaysia

Muhammad Ruri Ariatullah • Senin, 29 Juni 2026 | 18:54 WIB

Mahasiswa Magister PWK Unpak saat melakukan studi banding ke Malaysia. (Dok. Unpak)

Mahasiswa Magister PWK Unpak saat melakukan studi banding ke Malaysia. (Dok. Unpak)

RADAR BOGOR - Mempelajari tata ruang kota tak cukup hanya di atas kertas atau di balik dinding kampus. Mengusung visi mencetak perencana wilayah berwawasan global, Program Studi Magister (S2) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (Unpak), melangkah lebih jauh melalui program Student Mobility ke Malaysia pada 18–21 Juni 2026 lalu.

Tak tanggung-tanggung, delegasi Unpak menyasar tiga episentrum tata ruang dan akademik terkemuka di Negeri Jiran: Universiti Teknologi MARA (UiTM), PLAN Malaysia Pulau Pinang, dan Universiti Sains Malaysia (USM).

Misi perbandingan tata ruang antar negara ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Magister PWK Unpak, Anugrah. Turut mendampingi agenda strategis ini, dua dosen akademisi dari PWK Unpak, Janthy T. Trisulisianthy,  dan Umar Mansyur beserta mahasiswa magister yang tengah mempersiapkan diri menjadi ahli perencana wilayah masa depan.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Daerah dengan ODGJ Terbanyak di Jawa Barat, Ini Penjelasan Dinsos

Antara lain Firza Faisal Daristiansah, Ginanjar Munggarana, Wisnu Lukito, Muchifudin, Luis Bisai, Indra Saputra, Andi Fitriandi, Rizky Fadila, Sakinah Setiawani, dan Mardiana

"Studi banding internasional ini adalah amanat langsung dari Dekan Sekolah Pascasarjana Unpak. Tujuannya sangat jelas kita ingin melihat, menguji, dan membandingkan teori perencanaan wilayah dengan praktik nyata di lapangan, khususnya bagaimana Malaysia mengelola potensi struktur ruang mereka," ujar Anugrah kepada Radar Bogor, Senin, 29 Juni 2026 sore. 

Anomali Tata Ruang: Optimalisasi di Tengah Keterbatasan RTH

Salah satu diskursus paling menarik dari perjalanan ini adalah temuan empiris mengenai manajemen Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan Malaysia. Jika di Indonesia pemenuhan kuota RTH seringkali menjadi tantangan tersendiri, Malaysia justru menunjukkan pendekatan yang sedikit berbeda namun sangat terukur.

Anugrah memaparkan pandangan kritisnya mengenai hal ini. Dari hasil observasi, pihaknya memandang sebuah tata kelola kota yang sangat efisien. Proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sana mungkin berada di kisaran 10 hingga 20 persen.

"Namun, mengapa kotanya tetap tertata apik? Karena pemerintah (Kerajaan) Malaysia sangat memfokuskan desain perkotaannya pada optimalisasi fungsi ruang untuk kemudahan mobilitas, infrastruktur, dan kemajuan taraf hidup penduduknya,” urainya.

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa S2 PWK, bahwa tata kota yang sukses tidak selalu tentang memenuhi rasio angka di atas kertas, melainkan tentang integrasi spasial yang benar-benar melayani kebutuhan warganya (human-centered design).

Harmoni Modernisasi dan Cagar Budaya di Penang

Selain pemodelan infrastruktur, kunjungan ke PLAN Malaysia Pulau Penang, Plan Selangor serta Universitas Sains Malaysia memberikan wawasan krusial mengenai pelestarian cagar budaya (heritage conservation). 

Mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana kawasan bersejarah Penang tidak tergerus oleh laju urbanisasi, melainkan justru menjadi tulang punggung pariwisata dan penggerak ekonomi kota yang berkelanjutan.

Langkah S2 PWK Unpak tidak akan berhenti sebatas kunjungan. Sebagai output dari program ini, Anugrah menegaskan komitmen institusinya untuk membangun jembatan kolaborasi yang permanen.

Dalam waktu dekat, Prodi Magister PWK Unpak akan mengundang balik perwakilan kampus dan praktisi tata ruang dari Malaysia serta harus ada hubungan timbal balik yang konkret antar-institusi di kedua negara.

"Kolaborasi ini dirancang agar mahasiswa kita dapat terus mematangkan keilmuannya dalam mendesain penataan wilayah perkotaan Indonesia di masa depan,” tutup Anugrah dengan nada optimis. (rur)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Unpak #malaysia