RADAR BOGOR – Universitas Indonesia (UI) memperkuat jejaring internasionalnya dengan membawa kemitraan bersama The University of Melbourne ke level yang lebih strategis.
Melalui penandatanganan Student Exchange Agreement, kedua perguruan tinggi sepakat memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, riset, inovasi, hingga pengembangan talenta global yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., memimpin delegasi universitas dalam kunjungan resmi ke kampus The University of Melbourne pada Senin 13 Juli 2026.
Rombongan UI disambut langsung oleh jajaran pimpinan The University of Melbourne yang dipimpin Interim Vice-Chancellor Prof. Glyn Davis.
Didampingi Pro Vice-Chancellor (Global) Prof. Frank Vetere, Pro Vice-Chancellor (Research Partnerships) Prof. Alastair Sloan, para dekan, serta pimpinan unit kerja sama internasional dan riset.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk meninjau capaian kolaborasi yang telah berlangsung sekaligus menyusun agenda kerja sama baru pada berbagai sektor strategis.
Baca Juga: Coffee Shop Luas di Tanah Sareal Bogor, Titik Seduh Punya Spot Estetik hingga Live Music Weekend
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menegaskan bahwa penguatan kemitraan internasional merupakan bagian penting dari strategi universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas jejaring riset, sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang.
"Kami ingin menghadirkan sinergi yang lebih erat dalam pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia sehingga mampu menghasilkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Prof. Heri.
Selama lebih dari 20 tahun, hubungan UI dan The University of Melbourne terus berkembang dari kerja sama akademik menjadi kemitraan institusional yang semakin komprehensif.
Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah penyelenggaraan program double degree dan joint degree di sejumlah fakultas.
Di antaranya Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di kedua universitas sekaligus dan berpeluang meraih gelar akademik dari masing-masing institusi.
Kolaborasi akademik juga melibatkan berbagai fakultas lainnya. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI bersama Faculty of Arts The University of Melbourne, misalnya, pernah menggelar kelas kolaboratif internasional pada periode 2017 hingga 2019.
Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada 2024 menandai dua dekade kemitraannya dengan The University of Melbourne melalui berbagai program bersama, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga visiting fellows.
Di bidang penelitian, sinergi kedua institusi semakin kuat melalui program Partnership in Research Indonesia and Melbourne (PRIME) yang dimulai pada 2021.
Baca Juga: Gudeg Jogja Bu Marni Masih Jadi Buruan Pecinta Kuliner di Bogor, Kreceknya Bikin Ketagihan
Program ini berfokus pada penguatan riset kesehatan ibu, anak, dan remaja, sebelum berkembang menjadi kolaborasi penelitian lintas disiplin yang melibatkan berbagai lembaga di Indonesia maupun Australia.
Kerja sama tersebut dinilai semakin strategis karena The University of Melbourne merupakan salah satu universitas terbaik dunia.
Dalam QS World University Rankings 2027, kampus tersebut menempati posisi ke-22 dunia sekaligus mempertahankan predikat sebagai universitas terbaik di Australia.
Tak hanya itu, pada QS World University Rankings by Subject 2026, The University of Melbourne menjadi satu-satunya perguruan tinggi Australia yang berhasil masuk jajaran 50 besar dunia di seluruh lima kelompok bidang ilmu (broad subject areas), serta memimpin secara nasional pada 22 disiplin ilmu.
Sejumlah bidang unggulan yang dimiliki universitas tersebut antara lain Law yang berada di peringkat 11 dunia, Life Sciences and Medicine peringkat 14, Education peringkat 15, Arts and Humanities peringkat 16, serta Social Sciences and Management di posisi 19 dunia.
Melalui kolaborasi dengan institusi berkelas dunia tersebut, UI berharap dapat memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas internasional sekaligus meningkatkan kapasitas riset dan inovasi.
Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, kedua universitas juga menandatangani Student Exchange Agreement yang membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa UI maupun The University of Melbourne untuk mengikuti program pertukaran pelajar.
Kesepakatan ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, memperluas wawasan internasional, serta mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Selain penandatanganan kerja sama, UI dan The University of Melbourne turut menggelar forum Research Partnerships for Impact: Celebrating Success and Shaping the Future.
Baca Juga: Buruan Daftar! Bawaslu Buka Lomba Debat Mahasiswa 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Forum tersebut mempertemukan para pimpinan universitas, dekan, peneliti, hingga pengelola kemitraan riset guna mempresentasikan kekuatan penelitian masing-masing institusi.
Kemudian mengevaluasi kolaborasi yang telah berjalan, sekaligus memetakan peluang riset multidisiplin yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penguatan kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen UI untuk terus menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi terbaik dunia.
Setelah lebih dari dua dekade bekerja sama, UI dan The University of Melbourne kini memasuki fase baru yang lebih terintegrasi dengan fokus pada pengembangan pendidikan, riset, inovasi, dan penciptaan solusi bagi berbagai tantangan global. (***)
Editor : Yosep Awaludin