Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD, Akankah Peluang CPNS Guru Semakin Terbuka?

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
Nugi Nugraha Al Mu’min
Nugi Nugraha Al Mu’min

RADAR BOGOR - Setelah beberapa tahun, implementasi mata pelajaran Bahasa inggris di Sekolah Dasar (SD) hanya menjadi mata pelajaran pilihan atau muatan lokal yang bergantung pada kesiapan setiap satuan Pendidikan.

Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, saat ini pemerintah menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD (pada tahun 2027 mendatang). 

Kebijakan ini, merupakan langkah penting dalam penguatan kurikulum Nasional sekaligus mencerminkan perhatian terhadap pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai bekal para peserta didik untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Baca Juga: ENHYPEN Siap Comeback! Rilis Tracklist Mini Album ke-8, Ini Daftarnya

Bagi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, kebijakan ini tidak hanya berimplikasi pada perubahan kurikulum saja, tapi juga menghadirkan konsekuensi terhadap kebutuhan tenaga pendidik/guru yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya.

Pemerintah Ingin Memperkuat Literasi Internasional Sejak Pendidikan Dasar

Salah satu tujuan dari kebijakan ini yaitu memberikan peserta didik kompetensi yang relevan dalam menghadapi tantangan global. 

Penguasaan Bahasa Inggris diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memperluas akses pengetahuan, teknologi, dan mempersiapkan generasi agar mampu bersaing secara dalam dunia internasional. 

Dengan begitu, mata pelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berorientasi pada penguasaan Bahasa, tapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sejak SD.

Pengenalan dan pembelajaran Bahasa Inggris sejak SD adalah bagian dari usaha pemerintah untuk memperkuat literasi internasional. 

Baca Juga: Era Didier Deschamps Segera Berakhir, Zinedine Zidane Siap Ambil Alih Prancis

Melalui kebijakan ini, peserta didik memiliki persiapan dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan, informasi dan teknologi yang umumnya menggunakan Bahasa Inggris. 

Kebijakan ini juga sebagai upaya untuk menumbuhkan sikap berpikir secara terbuka, adaptif, dan kesiapan Lifelong Learning pada konteks masyarakat global.

Dampak Kebijakan terhadap Formasi CPNS/PPPK Bagi Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris

Kebijakan yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD juga berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga pendidik/guru di masa mendatang. 

Dengan bertambahnya satuan Pendidikan yang harus menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris mulai dari kelas III, pemerintah daerah perlu menganalisis kebutuhan guru guna memastikan proses pembelajaran berjalan secara optimal. 

Jika hasil analisis tersebut menunjukkan adanya kekurangan guru Bahasa Inggris, maka akan berpotensi menjadi dasar pembukaan formasi ASN, baik melalui seleksi CPNS maupun PPPK.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, ada 90.447 Sekolah Dasar (SD) belum memiliki guru Bahasa Inggris, sedangkan pada tahun ajaran 2027/2028 Bahasa Inggris akan jadi mata pelajaran wajib mulai dari kelas III SD.

Bagi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, kebijakan ini membuka peluang karir yang semakin luas, khususnya pada jenjang SD. Namun, peluang tersebut tidak bersifat secara otomatis. 

Realisasi pembukaan formasi ASN tetap mengacu pada perencanaan kebutuhan pegawai oleh pemerintah daerah dan kemampuan fiscal masing-masing daerah dalam menyediakan anggaran untuk pengadaan tenaga pendidik.

Perkuat Kompetensi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) 

Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kebijakan ini harus disambut sebagai momentum untuk menyiapkan diri menjadi guru yang profesional dan adaptif. 

Baca Juga: UI dan University of Melbourne Perkuat Kerja Sama Global, Perluas Kolaborasi Bidang Riset

Kompetensi Bahasa Inggris saja tidak menjadi satu-satunya hal yang dibutuhkan. Guru masa depan juga diharuskan mempunyai pemahaman yang kuat tentang pedagogi, penguasaan teknologi sebagai sarana pembelajaran, adaptasi dengan perubahan kurikulum, dan kebutuhakan bidang pendidikan yang terus berkembang.

Selain meningkatkan kompetensi selama studi, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris juga dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan sertifikasi melalui Program Pendidikan Profesi (PPG) Prajabatan. 

 

Mengikuti PPG Prajabatan menjadi salah satu langkah strategis untuk menambahkan kesiapan secara profesional serta memperbesar peluang berpartisipasi dalam seleksi guru, tidak terkecuali formasi ASN seperti CPNS dan PPPK. 

Dengan memiliki sertifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan bidang mata pelajarannya, lulusan Pendidikan Bahasa Inggris akan memiliki posisi yang lebih kuat saat menghadapi kebutuhan tenaga pendidik.

Peluang yang menjadi dampak dari kebijakan ini tidak hanya bergantung pada terbukanya formasi, tetapi juga pada kesiapan individu dalam meningkatkan kompetensi secara profesional.  

Baca Juga: Helm Mulai Bau? Cuci di Prohelmetz Tajur Bogor Mulai Rp40 Ribuan, Bisa Sekalian Service hingga Repaint

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris perlu menannggapi kebijakan ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan pedadogi agar mampu menjadi guru yang relevan dengan perubahan global.

Perubahan status mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi wajib di SD juga merupakan investasi jangka Panjang dalam meningkatkan daya saing generasi Indonesia. 

Di samping itu, kebijakan tersebut berpotensi membuka peluang baru bagi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris untuk berkontribusi pada jenjang pendidikan dasar.

Oleh:
Nugi Nugraha Al Mu’min, S.Pd.

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
cpns guru bahasa inggris