Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SMAKBO Jadi Tuan Rumah Pelepasan 2.361 Lulusan Sekolah Kemenperin se-Indonesia

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 16 Juli 2026 | 18:01 WIB
SMK-SMAK Bogor (SMAKBO) menjadi tuan rumah pelepasan lulusan serentak sekolah  binaan Kementerian Perindustrian.(Fikri/Radar Bogor)
SMK-SMAK Bogor (SMAKBO) menjadi tuan rumah pelepasan lulusan serentak sekolah binaan Kementerian Perindustrian.(Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – SMK-SMAK Bogor (SMAKBO) menjadi tuan rumah pelepasan lulusan serentak sekolah  binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kamis, 16 Juli 2026. Sebanyak 2.361 lulusan dari sembilan sekolah vokasi Kemenperin di seluruh Indonesia resmi dilepas untuk memasuki dunia industri maupun melanjutkan pendidikan.

Kegiatan yang dipusatkan di kampus SMAKBO, Jalan Pangeran Sogiri, Tanah Baru, Kota Bogor, itu juga diikuti secara daring oleh delapan sekolah lainnya. Acara dirangkaikan dengan Stadium Generale Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahardi, menjelaskan pelepasan serentak tahun ini diikuti sembilan sekolah yang terdiri atas tiga SMK-SMAK dan enam SMK-SMTI.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor Akan Diisi 480 Calon Siswa

"Dari total 2.361 lulusan, sebanyak 822 orang atau 34,82 persen telah bekerja, 623 orang atau 26,39 persen melanjutkan pendidikan, dan 38 orang atau 1,6 persen berwirausaha. Secara keseluruhan tingkat keterserapan lulusan telah mencapai 62,81 persen," ujar Doddy.

Menurut Doddy, sebanyak 878 lulusan lainnya masih menjalani proses rekrutmen, penelusuran, dan fasilitasi penempatan kerja. BPSDMI bersama sekolah akan memberikan pendampingan pencarian kerja selama tiga bulan.

Jika dalam enam bulan belum terserap, lulusan akan mengikuti penguatan kompetensi atau program pemagangan agar lebih siap memasuki industri.

Ia menambahkan, lulusan sekolah Kemenperin tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi nasional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sebanyak 781 lulusan juga telah mengantongi sertifikasi kompetensi internasional. Selain itu, 232 lulusan mengikuti sertifikasi TOEFL internasional sebagai bekal berkarier di tingkat global.

Doddy menyebut pendidikan vokasi Kemenperin terus diselaraskan dengan kebutuhan industri melalui kurikulum berbasis kompetensi, praktik kerja industri, teaching factory, kelas industri, hingga penguatan kemampuan digital dan bahasa asing.

Sementara itu, Kepala SMK-SMAK Bogor Rusman mengatakan angkatan ke-68 SMAKBO meluluskan 293 siswa. Hingga 15 Juli 2026, tingkat keterserapan lulusan telah mencapai 35,84 persen.

Sebanyak 52 lulusan telah bekerja di dunia usaha dan dunia industri, 100 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, seorang lulusan memilih berwirausaha, sedangkan 140 lulusan lainnya masih menjalani proses penempatan kerja.

"Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan sinergi antara sistem pembelajaran vokasi dengan kebutuhan nyata industri. Setiap lulusan kami dibekali kemampuan teknis, ketajaman berpikir analitis, keuletan, dan etos kerja profesional," kata Rusman.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut SMAKBO sebagai salah satu sekolah vokasi terbaik di Indonesia yang telah melahirkan analis kimia selama lebih dari tujuh dekade.

"SMAKBO merupakan SMK terbaik di Indonesia. Sebagai analis maupun teknisi, saya yakin kinerja kalian di lapangan tidak akan kalah dari lulusan perguruan tinggi," ujarnya.

Agus mengingatkan para lulusan agar menjaga integritas ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, profesi analis maupun teknisi memegang peran penting dalam menjamin mutu produk industri.

"Seorang analis memiliki tanggung jawab besar karena tanda tangannya menentukan apakah sebuah produk layak dipasarkan atau tidak. Begitu pula teknisi yang memastikan mesin, proses produksi, dan mutu produk berjalan dengan baik. Kalian adalah orang-orang di balik kualitas industri nasional," pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
SMAKBO kemenperin