IAI Nasional Laa Roiba Bogor Lepas 180 Mahasiswa KKN 2026, Hadirkan Pengabdian Berdampak dari Desa hingga Kancah Internasional

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:18 WIB
Institut Agama Islam (IAI) Nasional Laa Roiba Bogor melepas 180 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. (Dok. Laa Roiba Bogor)
Institut Agama Islam (IAI) Nasional Laa Roiba Bogor melepas 180 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. (Dok. Laa Roiba Bogor)

RADAR BOGOR – Institut Agama Islam (IAI) Nasional Laa  Roiba Bogor secara resmi melepas 180 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor (Setda), Kamis, 30 Juli 2026.

Mengusung tema "Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa Berdampak", kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada penciptaan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari desa-desa di Kabupaten Bogor hingga pengabdian di tingkat internasional.

Acara pelepasan dihadiri oleh rektor beserta jajaran pimpinan IAI Nasional Laa Roiba, ketua yayasan, pimpinan fakultas dan lembaga, ketua LPPM, para dosen pembimbing lapangan, pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, perangkat daerah terkait, perwakilan kecamatan, kepala desa lokasi KKN, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Tahun 2026.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam memperkuat kolaborasi pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata.

Baca Juga: Pesan Prabowo soal Pariwisata: Sampah Harus Tuntas Setahun

Dalam laporannya, Ketua LPPM sekaligus Ketua Pelaksana KKN Tahun 2026, Dr. Ami Primarni, M.Pd., menyampaikan bahwa KKN tahun ini diikuti oleh 180 mahasiswa yang terbagi dalam 13 kelompok.

Sebanyak 11 kelompok akan melaksanakan pengabdian di desa-desa wilayah Kabupaten Bogor yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Sukamakmur, Tajurhalang, Bojonggede, Cibinong, Pamijahan, dan Rumpin.

Sementara itu, dua kelompok lainnya akan melaksanakan KKN Internasional di Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan pengabdian IAI Nasional Laa Roiba di tingkat global.

Menurut Amie, KKN merupakan ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi mampu mengenali potensi lokal, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Mahasiswa hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai mitra yang belajar bersama masyarakat, memberdayakan potensi desa, dan meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan," ujar Amie.

Ia juga menegaskan bahwa KKN harus menjadi ruang kolaborasi akademik antara dosen dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai luaran akademik berupa artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, publikasi penelitian, buku bunga rampai, inovasi, serta penguatan jejaring kemitraan yang mendukung budaya akademik di lingkungan IAI Nasional Laa Roiba.

Sementara itu, Rektor IAI Nasional Laa Roiba Bogor, Dr. Ernawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tahun 2026 diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya tercermin dari aktivitas mahasiswa di lapangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Rektor mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN tahun sebelumnya telah menghasilkan 36 artikel pengabdian kepada masyarakat dan penelitian yang merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Capaian tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas KKN pada tahun ini.

"Tahun lalu kita telah membuktikan bahwa KKN mampu menghasilkan karya akademik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Tahun ini kita ingin melangkah lebih jauh. KKN harus menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan menghasilkan dampak yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun internasional," ungkap Rektor.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya dan nilai-nilai masyarakat, serta menjadikan setiap pengalaman selama KKN sebagai proses pembelajaran yang membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan profesionalisme.

Dukungan terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui unsur Kesbangpoldan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida).

Dalam sambutannya, pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

Sebagai simbol dimulainya pengabdian, dilakukan penyematan tanda peserta KKN secara simbolis oleh Rektor bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor, yang dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa KKN kepada pemerintah daerah dan perwakilan kepala desa lokasi pengabdian.

Prosesi ini menjadi penegasan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan program pemberdayaan yang berorientasi pada kebermanfaatan.

Menjelang keberangkatan ke lokasi KKN, seluruh mahasiswa mengucapkan Ikrar Mahasiswa KKN Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika dan integritas, menghormati nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat, serta mengabdikan ilmu

pengetahuan bagi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan KKN Tahun 2026 menjadi langkah strategis IAI Nasional Laa Roiba dalam memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kehadiran KKN Internasional di Malaysia juga menandai semakin luasnya cakupan pengabdian institusi, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan global tanpa meninggalkan akar nilai-nilai lokal.

Melalui semangat "Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa Berdampak", IAI Nasional Laa Roiba Bogor optimistis bahwa KKN tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi katalisator perubahan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari desa-desa di Kabupaten Bogor hingga kancah internasional, KKN Tahun 2026 diharapkan melahirkan generasi yang unggul secara akademik, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan.

Editor : Eka Rahmawati
bogor kkn Laa Roiba