Kisah Fatin Nur Aisyah, Mahasiswi Asal Malaysia yang Membawa Mimpi Besar ke Bandung

Dede Supriadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11 WIB
Mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian saat menjalani aktivitas akademik di UM Bandung. (Dok. UM Bandung)
Mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian saat menjalani aktivitas akademik di UM Bandung. (Dok. UM Bandung)

RADAR BOGOR - Merantau ke negeri orang, meninggalkan keluarga, dan beradaptasi dengan lingkungan baru bukanlah keputusan yang mudah. Namun, bagi Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian, mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan mewujudkan cita-cita melalui pendidikan di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) itu memilih menempuh pendidikan tinggi di Indonesia sebagai bekal untuk membangun masa depan. Di balik sikapnya yang ramah, tersimpan kisah tentang keberanian meninggalkan kampung halaman demi menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik.

Kini Fatin menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional di Bandung. Jauh dari keluarga tidak membuatnya kehilangan semangat. Sebaliknya, ia mengaku menemukan lingkungan akademik yang mendukung proses belajar sekaligus pengembangan diri.

Keputusannya memilih UM Bandung berawal dari rekomendasi lembaga penyedia beasiswa yang membiayai pendidikannya. Sebelum menentukan pilihan, ia lebih dulu mencari berbagai informasi mengenai kampus tersebut, termasuk melalui media sosial yang dinilainya aktif menyajikan informasi seputar kegiatan akademik.

“Saya tahu UM Bandung dari pihak pemberi beasiswa, selain itu, saya juga sering melihat informasi tentang UM Bandung di media sosial karena kampus ini sangat aktif,” ujar Fatin usai mengikuti ujian akhir semester di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, Jumat, 31 Juli 2026.

Pada 2025, Fatin sebenarnya memiliki kesempatan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, setelah pendaftaran kampus negeri berakhir, pihak penyedia beasiswa menyarankan beberapa alternatif perguruan tinggi. Dari sejumlah pilihan tersebut, ia akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikan di UM Bandung.

Baca Juga: Dari Asian Games hingga Piala AFF 2026, Stadion Gelora Pakansari Bogor Terus Dipercaya Gelar Ajang Internasional

Pemilihan Program Studi Pendidikan Agama Islam juga bukan tanpa alasan. Selain mengikuti ketentuan program beasiswa yang berfokus pada bidang pendidikan, latar belakang pendidikannya di jenjang sebelumnya yang berkaitan dengan ilmu agama dan ekonomi membuat program tersebut dinilai paling sesuai dengan minat serta rencana kariernya.

Selama mengikuti perkuliahan, Fatin merasakan suasana belajar yang nyaman. Ia menilai para dosen terbuka dalam mendampingi mahasiswa, sementara lingkungan pertemanan memberikan dukungan positif sehingga proses adaptasi berlangsung lebih mudah dibandingkan saat masih menjalani masa persiapan pada semester awal.

Selain aktif mengikuti perkuliahan, Fatin juga rutin mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri yang diselenggarakan lembaga pemberi beasiswa. Program tersebut digelar secara berkala, mulai dari setiap bulan hingga setiap semester, dengan fokus pada pembentukan karakter, peningkatan kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan.

Kehidupan di Kota Bandung pun dinilainya cukup menyenangkan. Keramahan masyarakat serta ragam kuliner khas Indonesia membuat proses adaptasi berjalan lancar dan membuatnya semakin betah tinggal di kota tersebut.

Mahasiswi yang memiliki hobi bermain bulu tangkis, membaca buku, dan menonton film itu mengaku menikmati berbagai makanan khas Indonesia. Di antara menu favoritnya adalah mie ayam dan nasi Padang, sementara untuk jajanan, ia paling menyukai martabak dan batagor.

Meski masih berstatus mahasiswa, Fatin telah memiliki rencana setelah menyelesaikan pendidikan. Sesuai ketentuan program beasiswa, ia akan menjalani masa pengabdian selama tiga tahun di bawah lembaga penyandang dana. Penempatannya dapat dilakukan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan yayasan, baik di Malaysia maupun Indonesia.

Perjalanan Fatin menjadi salah satu bukti semakin terbukanya peluang mahasiswa mancanegara untuk menempuh pendidikan di UM Bandung. Kampus tersebut tidak hanya menjadi pilihan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mulai menarik minat mahasiswa internasional yang ingin memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural.

Bagi Fatin, menempuh pendidikan di Indonesia bukan sekadar mengejar gelar akademik. Pengalaman tersebut menjadi proses pembentukan karakter, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan dirinya untuk berkontribusi di dunia pendidikan pada masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UM Bandung, Iim Ibrohim, mengapresiasi keberanian Fatin yang memilih menempuh pendidikan jauh dari keluarga. Menurutnya, semangat mencari ilmu merupakan bagian dari ikhtiar mulia yang memiliki nilai penting dalam ajaran Islam.

Ia menilai banyak tokoh besar dalam sejarah rela meninggalkan kampung halaman demi menimba ilmu. Dari perjalanan tersebut lahir berbagai karya dan pengabdian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Iim berharap perjalanan akademik Fatin dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus bersemangat menuntut ilmu, menjaga konsistensi dalam perjuangan, serta tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Ia juga menegaskan bahwa Prodi PAI UM Bandung berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas tenaga pengajar, penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai, serta penguatan ekosistem akademik.

Selain itu, program studi terus memperluas jaringan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UM Bandung dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan global, berkarakter Islami, serta siap berkarier sebagai guru Pendidikan Agama Islam, peneliti, konsultan pendidikan, maupun technopreneur di bidang pendidikan. (ded)

Editor : Eka Rahmawati
Fatin Nur Aisyah bandung malaysia