Dorong Petani Cerdas, Mahasiswa IPB University Kenalkan Alat Pendeteksi Cuaca Digital

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Mahasiswa IPB saat memperkenalkan alat pendeteksi cuaca. (Dok. Mahasiswa IPB)
Mahasiswa IPB saat memperkenalkan alat pendeteksi cuaca. (Dok. Mahasiswa IPB)

RADAR BOGOR - Mahasiswa IPB University memperkenalkan alat pendeteksi cuaca atau Automatic Weather Station (AWA) ke petani di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan tersebut bagian dari realisasi program Petani Cerdas Iklim, yang digagas oleh mahasiswa KKNT Inovasi IPB University. 

Mereka yang terlibat dalam kelompok KKNT itu diantaranya, Dadan Ramdani, Tiara, Farah Nur. Nazwa, Pinastika Maharani, Farhana, Rebiyansyah, dan Ronal Adiputra

Dadan Ramdani menjelaskan, program Petani Cerdas diselenggarakan dalam lima sesi dan terakhir berlangsung pada Sabt, 1 Agustus 2026 kemarin.

“Untuk pesertanya berasa dari empat kelompok tani, yaitu kelompok tani Bumi Kerto Gisik Pranaji, Ngudi Rahayu, Wahana Kusuma,” beber Dadan.

Baca Juga: Lintasan Kereta Bakal Ditutup, Pemkot Bogor Kaji Akses Khusus Pejalan Kaki di Flyover Martadinata

Program tersebut sengaja digagas untuk merespon dampak perubahan iklim yang dapat mempengaruhi pola tanam para petani. 

“Maka kami buat AWS ini supaya para petani bisa memantau cuaca secara lebih akurat dan real time,” kata Dadan dalam keterangan tertulisnya.

AWS bisa diakses melalui website. Para petani bisa mendapatkan informasi mengenai suhu udara, intensitas hujan, kelembaban udara.

“Lalu eadiasi matahari, suhu titik embun, tekanan udara, arah angin, indeks cuaca kebakaran, penyakit tanaman, hingga  ketersediaan air,” beber Dadan.

Dalam kesempatan itu para petanu juga turut berbagi pengetahuan mereka tentang Kalender Pranata Mangsa. Ini adalah sistem penanggalan musim tradisional Jawa.

“Sistem itu menjadi  acuan dalam menentukan masa tanam para petani yang selama ini mereka lakukan,” terang Dadan dikonfirmasi lebih lanjut. 

Menurut Dadan pertemuan antara teknologi dengan sistem petani lokal menjadi kolaborasi yang baik untuk mensukseskan masa tanam mereka.

“Dengan begitu petani tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam bertukar pengetahuan tentang adaptasi iklim,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
ipb cuacaa petani