Tim Ekspedisi Patriot IPB Siapkan Uji Varietas Padi dan Sistem Pemantau Cuaca untuk Hadapi Kekeringan di Merauke

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Tim Ekspedisi Patriot IPB University 2026 saat konsolidasi dengan pemerintah daerah. (Dok. IPB)
Tim Ekspedisi Patriot IPB University 2026 saat konsolidasi dengan pemerintah daerah. (Dok. IPB)

RADAR BOGOR - Tim Ekspedisi Patriot IPB University 2026 mulai menyiapkan berbagai inovasi pertanian di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Di tengah musim kering yang melanda wilayah tersebut, tim akan menguji varietas padi unggul serta memasang Automatic Weather System (AWS) untuk membantu petani menghadapi perubahan iklim.

Salah satu Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, mengatakan sebanyak 20 tim diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi Salor pada tahun ini. Setiap tim terdiri atas satu ketua dan lima anggota dengan fokus penelitian yang berbeda, mulai dari komoditas padi, sagu, cabai, peternakan hingga perikanan.

Menurut Doni, seluruh tema penelitian merupakan tindak lanjut dari rekomendasi hasil Ekspedisi Patriot 2025. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi.

"Kami berharap hasil yang dicapai nantinya tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Salor secara berkelanjutan," ujarnya usai rangkaian konsolidasi dengan pemerintah daerah, Senin, 3 Agustus 2026.

Baca Juga: Tanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Edukasi 300 Siswa SDN Cimanggu 1

Tim yang dipimpin Doni ditempatkan di Distrik Tanah Miring dengan mengusung penelitian bertajuk Penguatan Tata Kelola Rantai Nilai dan Ekosistem Bisnis Padi Terintegrasi Hulu Hilir Berbasis One Village One CEO (OVOC) di Kawasan Transmigrasi Salor.

Penelitian tersebut akan memetakan rantai nilai padi, menganalisis transmisi harga gabah dan beras, menyusun model bisnis berbasis OVOC, hingga menghasilkan prototipe Beras Salor yang siap dikembangkan secara komersial. Program itu juga ditargetkan mampu melahirkan penangkar benih profesional dan memperkuat ekosistem agribisnis padi di kawasan tersebut.

Selain itu, kata Doni, tim peneliti lain yang dipimpin Dr. Ahmad Junaedi akan melakukan uji adaptasi, produktivitas, dan daya tahan varietas padi unggul 9G dan 15S hasil pengembangan IPB University.

"Kami juga berencana memasang Automatic Weather System di beberapa distrik. Perangkat ini akan membantu memantau kondisi cuaca dan iklim mikro sehingga petani dapat menentukan waktu tanam dengan lebih tepat dan mengurangi risiko gagal panen," katanya.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke. Kepala Seksi Perbenihan, Budi, mengatakan Kabupaten Merauke saat ini masih menghadapi musim kering berkepanjangan akibat fenomena El Niño.

"Kondisi tersebut menyebabkan banyak lahan sawah mengalami kekeringan sehingga sebagian petani belum dapat melakukan penanaman," ujarnya.

Meski demikian, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Eni, menyebut masih ada sejumlah wilayah yang memiliki ketersediaan air irigasi dan layak dijadikan lokasi pengujian varietas padi.

"Beberapa lokasi yang masih memungkinkan antara lain Kampung Rawasari di Distrik Malind, Kampung Wapeko di Distrik Kurik, dan SP 6 di Distrik Tanah Miring," katanya.

Selain berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Tim Ekspedisi Patriot IPB University juga melakukan konsolidasi dengan Dinas Transmigrasi Kabupaten Merauke, Kodim 1707/Merauke, dan Polres Merauke. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi sekaligus memastikan pelaksanaan penelitian dan pendampingan masyarakat berjalan aman selama program berlangsung. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
ipb Tim Ekspedisi Patriot merauke