RADAR BOGOR - Keong sawah yang selama ini dikenal sebagai hama pertanian dimanfaatkan menjadi bahan bioaktivator oleh warga Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pemanfaatan itu diperkenalkan Tim PRIME STeP IPB 2026 melalui program ECO-CREATE Bogor dalam pelatihan pembuatan Bio-Ampulle di AEWO Mulyaharja, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular dengan mengolah bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Ketua Tim PRIME STeP 2026, Doni Sahat Tua Manalu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian program yang dilaksanakan secara bertahap.
Baca Juga: Jalan R3 Lanjutan Bogor Mulai Digarap, Desember 2026 Ditargetkan Tembus Seberang Sungai
“Program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk kegiatan hari ini, kita akan melakukan pelatihan pembuatan Bioaktivator,” katanya.
Ia berharap masyarakat dan pemangku kepentingan terkait dapat ikut memproduksi Bio-Ampulle secara berkelanjutan setelah pelatihan selesai.
“Melalui pelatihan ini kami juga berharap semua stakeholder terkait dapat berpartisipasi aktif dan berkomitmen dalam memproduksi Bioaktivator secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Bio-Ampulle dibuat melalui proses fermentasi bahan organik. Bahan utamanya berupa keong sawah dan air cucian beras. Keong sawah dimanfaatkan sebagai bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi hama, sedangkan air cucian beras dimanfaatkan dari limbah rumah tangga.
Dalam prosesnya, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan molase sebagai sumber karbon untuk mendukung aktivitas mikroorganisme selama fermentasi.
Bio-Ampulle nantinya dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik. Pemanfaatan bahan-bahan lokal tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi bahan organik yang terbuang sekaligus mendukung kegiatan pertanian di Mulyaharja.
Pelatihan diikuti perwakilan Kelompok Tani Dewasa (KTD), Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Taruna Tani (KTT), masyarakat, serta perwakilan RT dan RW.
Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan masyarakat.
“Kami sangat senang dan bangga karena ikut serta dalam kegiatan ini dan menjadi mitra utama. Kegiatan ini akan sangat berharga. Kami berkomitmen untuk menyukseskan program serta memastikan keberlanjutan program,” kata Muslim.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi. Tim PRIME STeP 2026 juga melakukan demonstrasi pembuatan Bio-Ampulle secara langsung.
Tim memandu peserta mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mencampurkan bahan sesuai tahapan, hingga memahami proses fermentasi dan pemantauan produk.
Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai pembuatan serta pemanfaatan Bio-Ampulle untuk kegiatan pertanian.
Tim PRIME STeP 2026 berharap warga dapat melanjutkan pembuatan Bio-Ampulle secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan membuat pemanfaatan bahan organik lokal terus berjalan dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Mulyaharja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono, perwakilan Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Mulyaharja Jaya, Penyuluh Pertanian Lapangan Agus Faisal, Tim PRIME STeP 2026, serta mahasiswa IPB University. (uma)
Editor : Eka Rahmawati