Bukan Cuma SMP, My Buddy Kini Sasar Pelajar SD hingga SMA untuk Cegah Bullying

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:07 WIB
Kegiatan terbaru workshop My Buddy yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026. Foto: Dzikri/Radar Bogor
Kegiatan terbaru workshop My Buddy yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026. Foto: Dzikri/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Upaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus diperluas di Kota Bogor. Program My Buddy yang digagas Yayasan Rumah Kedua bersama Satpol PP Kota Bogor kini menyasar pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Edukasi anti bullying dalam program My Buddy tersebut dikemas dengan cara yang lebih interaktif melalui permainan Buddy Pekerti Board Game. Metode ini dirancang agar siswa di Bogor dapat memahami persoalan perundungan sekaligus mengetahui langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Ketua Yayasan Rumah Kedua, Dewi Puspasari mengatakan, My Buddy pertama kali diperkenalkan di SMPN 8 Kota Bogor pada September 2025. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 3.800 pelajar di berbagai sekolah di Kota Bogor.

Baca Juga: KPM Validasi Siap Dapat Bansos PKH BPNT Kombo? Saldo Bisa Tembus Rp1,5 Juta

“Program ini pertama kali launching di SMPN 8 Kota Bogor pada September 2025. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah menjangkau 3.800 siswa di Kota Bogor,” kata Dewi, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurutnya, edukasi mengenai bullying tidak bisa dilakukan hanya sekali. Pemahaman terkait perundungan perlu diberikan secara berkelanjutan dan menjangkau pelajar di berbagai tingkatan usia.

Karena itu, pada tahun kedua pelaksanaannya, sasaran My Buddy diperluas dari sebelumnya berfokus pada pelajar SMP menjadi mencakup siswa SD hingga SMA.

Baca Juga: Dosen PPPK Berpeluang Jadi PNS Tanpa Batas Usia, Ini Tahapannya

Dewi menuturkan, selama berinteraksi dengan para siswa, tim My Buddy menemukan bahwa sejumlah persoalan bullying dan kenakalan remaja ternyata memiliki kaitan dengan kondisi komunikasi di lingkungan keluarga.

Hal tersebut membuat edukasi tidak hanya perlu diberikan kepada anak, tetapi juga kepada orangtua.

“Oleh karenanya di tahun kedua ini kami mengangkat tema ‘Rumah Damai, Bullying Usai’,” ujarnya.

Melalui kegiatan My Buddy, para pelajar diajak mengasah kemampuan berkomunikasi dengan teman sebaya. Mereka juga didorong membangun komunikasi yang lebih baik dengan orangtua dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Apakah Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair September 2026? Ini Jawabannya

Permainan Buddy Pekerti Board Game menjadi salah satu metode utama dalam kegiatan tersebut. Setiap kartu permainan memuat gambar maupun kata yang berkaitan dengan budi pekerti dan pesan anti-perundungan.

Para peserta kemudian diminta menjelaskan arti kartu yang mereka dapatkan dan menghubungkannya dengan pengalaman atau kondisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Metode bermain sambil belajar tersebut membuat siswa lebih aktif berkomunikasi dan bercerita. Mereka juga diarahkan untuk mengenali bentuk-bentuk bullying serta memahami tindakan yang dapat dilakukan ketika menemukan atau mengalami perundungan.

Baca Juga: Asyik Bermain, Bocah 7 Tahun di Curug Mekar Bogor Terperosok ke Sumur Sedalam 10 Meter

Kegiatan terbaru My Buddy digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-20 Botani Square.

Workshop tersebut juga menghadirkan karya lukisan Daveno, seorang anak istimewa yang menjadikan seni lukis sebagai media untuk berkomunikasi sekaligus mengekspresikan perasaan.

Melalui goresan dan perpaduan warna dalam lukisannya, Daveno menuangkan emosi yang dirasakannya. Karya-karyanya bahkan telah mendapatkan apresiasi hingga tingkat internasional.

Fungsional Pol PP Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman mengatakan, program My Buddy juga membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan kasus bullying yang pernah mereka alami maupun ketahui.

Baca Juga: KLJ hingga KAJ Cair Rp300 Ribu, Begini Cara Cek Saldo Bansos di Bank DKI

Dari sekitar 3.800 pelajar yang telah mengikuti program tersebut, tercatat sebanyak 59 laporan kasus perundungan.

Yang cukup menjadi perhatian, 40 kasus di antaranya terjadi di lingkungan pendidikan dasar, khususnya sekolah dasar.

“Dari 59 kasus tersebut, 40 kasus terjadi di lingkungan satuan pendidikan tingkat dasar, yaitu SD,” ujar Apit.

Temuan tersebut membuat Satpol PP Kota Bogor berencana memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan anak di tingkat sekolah dasar.

Baca Juga: Bansos Tambahan Rp400 Ribu Cair? Ini Penjelasan Terbarunya

Mulai September 2026, screening terkait kasus perlindungan anak akan dilakukan di sekolah, mulai dari jenjang SD hingga sekolah menengah.

“Kami mulai di bulan September nanti akan screening terkait dengan kasus perlindungan yang terjadi di SD,” katanya.

Pelaksanaan screening akan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Program My Buddy sendiri dijalankan oleh Satpol PP Kota Bogor bersama Yayasan Rumah Kedua tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga: Masih Ada Warga Buang Limbah ke Sungai, Mahasiswa KKN UIN Jakarta Petakan Sanitasi Gunung Sari

Melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, program tersebut diharapkan dapat terus memperluas edukasi mengenai pencegahan bullying sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman bagi para pelajar di Kota Bogor.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
My Buddy Yayasan Rumah Kedua bogor satpol pp bullying