Terungkap Ini Trik Cepat Taklukkan Soal Pecahan dan Desimal Soal TIU CPNS

Gabriel Anderson Nainggolan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:03 WIB
Ilustrasi rumus matematika (Sumber: pexels.com/https://kaboompics.com/)
Ilustrasi rumus matematika (Sumber: pexels.com/https://kaboompics.com/)

RADAR BOGOR - Menghadapi soal matematika dalam Tes Intelegensia Umum atau TIU CPNS bukan hanya soal bisa menghitung. Kecepatan juga menjadi senjata penting. Ketika waktu terus berjalan, peserta yang masih sibuk melakukan perhitungan panjang bisa kehilangan kesempatan mendapatkan poin dari soal berikutnya.

Salah satu materi yang sering membuat peserta CPNS berhenti terlalu lama adalah pecahan dan desimal. Padahal, ada sejumlah pola yang bisa dipelajari agar proses menghitung menjadi jauh lebih singkat.

Kuncinya adalah jangan selalu mengerjakan soal secara mentah. Peserta tes CPS harus kenali dulu bentuk angkanya terlebih dahulu.

Baca Juga: Kenapa TPG Agustus Belum Cair hingga September Padahal SKTP Sudah Terbit? Ini Penyebabnya

Dilansir dari YouTube Privat Al Faiz, salah satu trik paling berguna adalah menghafalkan beberapa pecahan istimewa beserta bentuk desimal dan persennya. Contohnya, 1/2 sama dengan 0,5 atau 50 persen. Kemudian 1/4 sama dengan 0,25 atau 25 persen. Ada pula 3/4 yang setara dengan 0,75 atau 75 persen.

Pecahan lain yang juga penting adalah 1/8 yang sama dengan 0,125 atau 12,5 persen. Sementara 3/8 sama dengan 0,375 atau 37,5 persen. Dengan mengenali pola tersebut, peserta tidak perlu lagi melakukan pembagian panjang setiap kali menemukan angka desimal tertentu.

Trik berikutnya adalah mengubah desimal menjadi pecahan ketika bentuk tersebut membuat perhitungan lebih mudah.

Baca Juga: PIP 2026-2027 Diperluas ke Jenjang TK, Ini Rincian Nominal dan Aturan Baru Pengusulan

Sebagai contoh, ketika menemukan angka 0,625, peserta bisa langsung mengenalinya sebagai 5/8. Jika angka tersebut kemudian dikalikan dengan 8/5, kedua pecahan bisa langsung disederhanakan menjadi 1.

Cara seperti ini jauh lebih cepat dibandingkan mengubah semuanya menjadi angka desimal kemudian menghitung dari awal.

Ada pula teknik menghilangkan koma untuk mempercepat operasi hitung. Misalnya ketika berhadapan dengan angka desimal, peserta dapat mengalikan dengan 10, 100, atau 1.000 sesuai jumlah angka di belakang koma. Setelah perhitungan selesai, hasilnya dikembalikan dengan membagi menggunakan faktor yang sama.

Baca Juga: Cair September 2026! Simak 6 Tambahan Penghasilan untuk Guru ASN dan Honorer

Teknik ini sangat berguna ketika soal menampilkan perkalian atau pembagian desimal yang terlihat rumit.

Namun, ada satu senjata lain yang tidak kalah penting, yaitu pendekatan.

Dalam soal pilihan ganda, peserta tidak selalu harus mendapatkan hasil dengan presisi penuh. Jika pilihan jawabannya memiliki jarak yang cukup jauh, perkiraan dapat digunakan untuk menentukan opsi yang paling masuk akal.

Baca Juga: Batas Cut Off PIP Kemenag Tahap 2 2026 Diperpanjang, Segera Update Data EMIS dan DTKS

Misalnya, sebuah operasi menghasilkan angka yang secara kasar berada di kisaran 5 sampai 6. Jika pilihan jawabannya adalah 1,89, 10,05, 15,5, 9,8, dan 5,9, peserta tidak perlu membuang waktu menghitung sampai beberapa angka di belakang koma. Perkiraan sudah cukup untuk mengarahkan pada jawaban yang paling dekat.

Teknik pendekatan juga dapat dikombinasikan dengan melihat angka depan dan angka belakang hasil perhitungan. Metode seperti ini banyak digunakan dalam latihan hitung cepat untuk soal numerik karena memungkinkan peserta mempersempit pilihan tanpa menyelesaikan seluruh operasi secara detail.

Selain itu, jangan lupa menguasai perkalian dan pembagian pecahan. Ketika melakukan pembagian pecahan, ubah operasi tersebut menjadi perkalian dengan membalik pecahan kedua.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Semua Guru, Penuntasan Honorer, PPPK Paruh Waktu dan Sekolah Gratis

Contohnya, 3/5 dibagi 1/8 dapat langsung diubah menjadi 3/5 dikali 8/1. Hasilnya menjadi 24/5 atau 4,8. Cara ini jauh lebih praktis dibandingkan mencoba melakukan pembagian secara langsung.

Untuk perbandingan pecahan, peserta juga dapat menggunakan perkalian silang. Misalnya membandingkan 3/4 dengan 5/6. Cukup hitung 3 × 6 dan 5 × 4. Hasilnya masing masing 18 dan 20. Karena 20 lebih besar, maka 5/6 lebih besar daripada 3/4.

Intinya, soal pecahan dan desimal dalam TIU bukan arena untuk menunjukkan siapa yang paling lama menghitung. Justru peserta dituntut mampu membaca pola dan memilih metode paling efisien.

Baca Juga: Masih Belum Cair TPG Juli-Agustus 2026? Ini Penyebab SKTP Tertahan dan Solusinya

Hafalkan pecahan istimewa, kuasai konversi desimal, manfaatkan penyederhanaan, gunakan perkalian silang, dan jangan takut memakai pendekatan ketika pilihan jawaban memungkinkan.

Dengan strategi tersebut, soal yang awalnya terlihat panjang bisa berubah menjadi hitungan singkat. Dalam tes dengan waktu terbatas, beberapa detik yang berhasil dihemat dari satu soal bisa menjadi modal penting untuk menyelesaikan soal berikutnya.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : Youtube Privat Al Faiz
Soal TIU cpns tips edukasi