RADAR BOGOR – Universitas Pakuan (Unpak) Bogor resmi menambah jenjang pendidikan doktoral dengan meluncurkan Program Studi (Prodi) Doktor Hukum. Program tersebut resmi diperkenalkan di Auditorium Sekolah Pascasarjana Gedung Pascasarjana Unpak, Rabu, 9 September 2026.
Pembukaan Prodi Doktor Hukum menjadi langkah penting bagi Unpak Bogor setelah penantian yang berlangsung selama puluhan tahun. Dengan hadirnya program ini, pendidikan hukum di Unpak kini semakin lengkap, mulai dari jenjang S1, S2 hingga S3.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unpak Bogor, Prof. Sri Setyaningsih, menyambut positif kehadiran Prodi Doktor Hukum.
Baca Juga: Viral Dugaan Intimidasi di Citeureup Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Warga Tak Takut
Menurutnya, pembukaan program tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya bidang ilmu hukum di Kota Bogor.
“Kehadiran Prodi Doktor Hukum ini membawa warna baru dalam khazanah akademis, khususnya di Kota Bogor. Sehingga diharapkan bakal melahirkan lulusan-lulusan unggulan dan profesional,” ujarnya.
Kepala Program Studi Doktor Hukum Sekolah Pascasarjana Unpak, Prof. Imas Rosidawati, menjelaskan bahwa izin pembukaan program tersebut diperoleh melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 064 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Baca Juga: DPLK BRI Sabet Kehati ESG Award 2026, Investasi Berkelanjutan Makin Diperkuat
“Peluncuran ini dimulai dari turunnya SK 064 dari Dikti, yang menyatakan kita sudah ada izin untuk membuka program studi ini di Unpak Bogor,” kata Imas.
Ia menjelaskan, Prodi Doktor Hukum Unpak memiliki keunggulan melalui pendekatan hukum spasial. Pendekatan tersebut tidak memandang hukum hanya dari sisi aturan atau norma, tetapi menghubungkannya dengan berbagai aspek kehidupan.
Menurut Imas, pendekatan hukum spasial memungkinkan kajian hukum dikembangkan dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi, budaya, ekonomi, serta bidang lainnya.
Baca Juga: Pull Up dan Chinning Ternyata Berbeda, Ini yang Harus Dipahami Pelamar CPNS Formasi SLTA
“Hukum spasial ini memang saat ini berhubungan dengan aspek-aspek lain di luar hukum. Itu yang kita butuhkan, termasuk pendekatan dengan teknologi, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menariknya, antusiasme calon mahasiswa terhadap program baru tersebut langsung terlihat sejak peluncuran. Sebanyak 26 orang tercatat mendaftar, sekaligus memenuhi kuota maksimal mahasiswa untuk angkatan perdana.
“Alhamdulillahnya, begitu launching, langsung ada 26 orang pendaftar sehingga langsung full, karena kita tidak boleh melebihi itu,” ungkap Imas.
Baca Juga: KKS Terisi 2 Kali, Ini Kategori KPM yang Berpeluang Dapat Bansos Lagi
Ketua Panitia Pelaksana, Iwan Darmawan, mengatakan pembukaan Prodi Doktor Hukum merupakan hasil dari cita-cita yang telah dirintis sejak lama.
Menurutnya, gagasan mendirikan program S3 Hukum sudah muncul sejak berdirinya Program Magister Hukum Unpak pada 2003. Setelah melalui proses panjang, keinginan tersebut akhirnya terwujud dengan diterbitkannya izin pembukaan program studi.
“Keinginan mendirikan Prodi S3 Hukum sudah ada sejak Prodi Magister Hukum berdiri pada 2003. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diterbitkannya izin pembukaan,” ujar Iwan.
Baca Juga: 6 Ruko di Dua Raja Sukaraja Bogor Terbakar, Api Muncul Saat Karyawan Sedang Istirahat
Iwan yang juga Kaprodi Ilmu Hukum Magister Sekolah Pascasarjana Unpak menilai kehadiran Prodi Doktor Hukum menjadi salah satu catatan bersejarah bagi kampus.
Selain melengkapi jenjang pendidikan hukum di Unpak, program tersebut juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat doktoral tanpa harus pergi ke luar Bogor.
“Hal ini tentu saja menjadi momen, menjadi sesuatu historis sejarah karena sulit untuk melahirkan Doktor Hukum ini,” katanya.
Baca Juga: Perwali P4S Kota Bogor Resmi Terbit, Identitas Terlapor Tak Boleh Disebar
Ia pun mengajak masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan S3 bidang hukum untuk mempertimbangkan Unpak sebagai salah satu pilihan.
“Yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S3, tidak usah jauh-jauh lagi. Bisa gabung di Universitas Pakuan, kota yang sangat strategis, dekat dari ibu kota, sejuk pula, dengan biaya yang insyaAllah kompetitif dan bisa terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga