HUT ke 76 SMK SMAK Bogor Makin Meriah, 41 Inovasi Guru dan Siswa Adu Gagasan

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB
Smakbo Innovation Challenge, meriahkan HUT ke 76 SMK SMAK Bogor. Foto: Rany/Radar Bogor
Smakbo Innovation Challenge, meriahkan HUT ke 76 SMK SMAK Bogor. Foto: Rany/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 SMK SMAK Bogor tahun ini menghadirkan kegiatan baru yang menjadi panggung bagi kreativitas warga sekolah.

Untuk pertama kalinya, SMK SMAK Bogor menggelar Smakbo Innovation Challenge (SIC) sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT.

Mengusung tema “Green, Efficient and Digital, Creating for a Better Future”, SIC menjadi ruang bagi siswa, guru, serta tenaga kependidikan SMK SMAK Bogor untuk menyampaikan gagasan inovatif yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga: Ambil Alih Terminal Baranangsiang Belum Direspons, Wali Kota Bogor Minta Jangan Dibiarkan Kumuh

Kepala Tata Usaha SMK-SMAK Bogor, Yoga Pratama, berharap SIC tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk mengembangkan berbagai ide yang memberikan manfaat nyata.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun dalam rangkaian HUT SMK-SMAK Bogor.

41 Proposal Masuk, Enam Finalis Terpilih

Pada penyelenggaraan perdananya, SIC berhasil mengumpulkan 41 proposal inovasi yang berasal dari kategori guru dan siswa.

Baca Juga: Jelang Groundbreaking PSEL, Bupati Bogor Targetkan Penanganan Kebakaran TPA Galuga Segera Selesai

Beragam proposal tersebut menunjukkan kreativitas warga SMK-SMAK Bogor dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan lingkungan sekolah.

Dari puluhan proposal yang masuk, enam finalis kemudian dipilih untuk mempresentasikan gagasannya pada 9 September 2026. Para finalis sebelumnya telah diumumkan pada 7 September 2026.

Penilaian SIC dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kemampuan inovasi dalam menyelesaikan masalah nyata, kreativitas, kelayakan, kesesuaian dengan tema, serta kemampuan peserta mempresentasikan gagasannya.

Enam finalis tersebut terdiri dari tiga peserta kategori guru dan tiga tim kategori siswa. Pemenang SIC kemudian diumumkan pada puncak perayaan HUT ke-76 SMK-SMAK Bogor, Sabtu, 12 September 2026.

Baca Juga: Kia All-New Seltos Punya Fitur Lengkap, ADAS Level 2 hingga Ban Serep Full Size

Tiga Inovasi dari Kategori Guru

Pada kategori guru, Mohammad Rohman menghadirkan inovasi MBG Analyzer & NutriCheck.

Sistem tersebut mengintegrasikan Smart Lid berbasis Internet of Things (IoT) dengan Generative AI Vision untuk memantau keamanan pangan sekaligus memperkirakan kandungan gizi secara real-time dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inovasi lainnya datang dari Zainal Arifin melalui Transformasi Laboratorium Hijau: Substitusi 100 Liter Pelarut Toksik HPLC dengan Bioetanol Terdehidrasi Zeolit 3A pada Vokasi Industri.

Sementara Mohammad Hasnan Habib memperkenalkan D'Tirtation (Digital Teaching Administration). Platform tersebut dirancang sebagai buku kerja guru digital untuk membantu meningkatkan ketertiban administrasi guru di lingkungan SMK-SMAK Bogor.

Baca Juga: Ban Serep Hilang dari Mobil Modern, Ternyata Ini Alasan dan Resikonya

Siswa Angkat Isu Limbah hingga Penghijauan

Dari kategori siswa, Air Rizqi Nashri, Muhammad Abdul Dzikri, dan Rayyan Fakhri Andira mengusung Smart Circular Food Waste Hub: Biokonversi dan Valoriasi Limbah Pangan Menuju Sistem Pangan Berkelanjutan dengan Maggot dan Teknologi Modern.

Gagasan tersebut berfokus pada pemanfaatan limbah pangan melalui proses biokonversi menggunakan maggot sebagai bagian dari upaya menciptakan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Tim berikutnya yang terdiri dari Annisa Afdhallaila Almaqvira, Adilah Azhaar, dan Westra Bornie Kailani mengembangkan Paper-based pH Indicator.

Inovasi ini memanfaatkan limbah kertas HVS atau kertas ujian bekas serta ekstrak ubi ungu untuk menghasilkan indikator pH yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Bansos Susulan Cair Rp1,5 Juta, Cek PKH Validasi by System dan PPSE Rp5 Juta

Sementara itu, Shazia Ayeesha Putri Erzana, Ekklesia Kristiani Siahaan, dan Isabelle Nara Dermawan mengangkat gagasan Green, Efficient, and Digital: Program Adopsi Tanaman Berbasis Kelas sebagai Inovasi Penghijauan Lingkungan SMK-SMAK Bogor.

Berbagai gagasan tersebut menunjukkan bahwa inovasi bisa lahir dari persoalan sederhana yang ditemui dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Mulai dari pengelolaan limbah, penggunaan bahan kimia di laboratorium, administrasi pembelajaran, hingga penghijauan lingkungan.

Melalui SIC, SMK-SMAK Bogor memberikan ruang bagi siswa dan tenaga pendidik untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Baca Juga: Banyak ASN Pemkot Bogor yang Pensiun, DPRD Usul Buka Mutasi dari Pusat

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pendidikan vokasi industri melalui pengembangan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Ke depan, Smakbo Innovation Challenge diharapkan dapat terus digelar setiap tahun dan menjadi ruang bagi warga SMK SMAK Bogor untuk melahirkan berbagai inovasi baru yang bermanfaat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
SMK SMAK Bogor Smakbo Innovation Challenge guru inovasi