RADAR BOGOR – Pasar Hexagon di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mulai mendapat perhatian baru sebagai salah satu calon destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Bangunan bersegi enam yang telah berdiri sejak sekitar dekade 1920-an tersebut kini ditata kembali agar dapat menjadi ruang publik sekaligus tempat wisata bagi masyarakat.
Upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah itu dilakukan dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan sejarah, seni, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
Penataan tersebut diharapkan membuat Pasar Hexagon tidak lagi hanya dikenal sebagai bangunan lama, tetapi memiliki fungsi baru yang dapat dinikmati masyarakat.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut berlangsung pada 14–15 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Hexagon The Nusantara Port Market dengan menghadirkan beragam aktivitas bagi pengunjung.
Baca Juga: KPM Bogor Sudah Terima Bansos Tahap 3? Simak Tiga Info Penting Kemensos
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat menemukan berbagai produk UMKM, kuliner khas Nusantara, kerajinan tangan, pertunjukan seni, hingga sajian yang mengangkat cerita mengenai sejarah kawasan pesisir Jakarta.
Pasar Hexagon Jadi Ruang Wisata Sejarah Jakarta Utara
Pemanfaatan kembali Pasar Hexagon menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang wisata yang memiliki nilai sejarah.
Pemerintah setempat berupaya mengubah bangunan tersebut menjadi tempat yang lebih hidup dan mampu menarik masyarakat untuk datang.
Konsep tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah kawasan Penjaringan kepada masyarakat secara lebih dekat.
Dengan adanya aktivitas publik, bangunan bersejarah ini diharapkan tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu yang kurang mendapat perhatian.
Lokasi Pasar Hexagon juga memiliki nilai strategis karena berkaitan erat dengan sejarah kawasan pesisir Jakarta.
Pengembangannya bahkan diarahkan untuk mendukung konektivitas jalur wisata yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Kota Tua Jakarta, yang lebih dahulu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata sejarah di ibu kota.
Ada Kuliner Nusantara hingga Produk UMKM
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam konsep pengembangan Pasar Hexagon.
Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri melalui berbagai produk yang dapat dinikmati maupun dibeli pengunjung.
Wisatawan dapat menemukan aneka jajanan khas, makanan Nusantara, produk kerajinan lokal, hingga berbagai karya yang dihasilkan para pelaku ekonomi kreatif.
Baca Juga: Kebakaran Hutan di Nevada AS Meluas, 90 Ribu Warga Reno Dievakuasi
Konsep tersebut membuat pengalaman berkunjung ke Pasar Hexagon tidak hanya berfokus pada bangunan dan suasana kawasan.
Pengunjung juga dapat menikmati kuliner, menyaksikan pertunjukan seni, sekaligus mengenal produk-produk lokal.
Destinasi Wisata Jakarta Utara dengan Konsep Berbeda
Pasar Hexagon menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan destinasi yang hanya mengandalkan pemandangan atau spot untuk berfoto.
Pengunjung dapat menikmati suasana kawasan sembari mempelajari perjalanan sejarah Jakarta Utara dan melihat kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Upaya mengaktifkan kembali bangunan lama tersebut juga menunjukkan bahwa warisan sejarah dapat dimanfaatkan untuk fungsi baru tanpa harus menghilangkan nilai historis yang melekat di dalamnya.
Jika penataan dan pengelolaannya dilakukan secara berkelanjutan, Pasar Hexagon memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya baru di Jakarta.
Baca Juga: Mie Ho Kay, Mie Chinese Halal Ramah di Kantong Dekat Tebet Eco Park
Perpaduan antara sejarah, kuliner, seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif membuat Pasar Hexagon mulai memiliki posisi tersendiri dalam pengembangan sektor pariwisata Jakarta Utara.
Kawasan ini pun berpotensi menjadi salah satu pilihan wisata bagi masyarakat yang ingin mengenal sisi lain sejarah pesisir Jakarta. (Ara/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin