RADAR BOGOR - Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam khas pegunungan dengan biaya terjangkau, Agrowisata Tepas Papandayan bisa jadi pilihan tepat.
Agrowisata Tepas Papandayan brlokasi di Desa Keramatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Agrowisata Tepas Papandayan menawarkan pengalaman camping dengan panorama Gunung Cikurai, udara sejuk, dan fasilitas kolam air panas alami yang bisa dinikmati selama 24 jam.
Lokasi wisata ini cukup strategis dan bisa ditemukan dengan mudah melalui Google Maps.
Salah satu daya tarik utama tempat ini adalah kolam air panas alami yang bersumber langsung dari Gunung Papandayan.
Tersedia empat kolam rendam dengan suhu hangat yang cocok digunakan saat udara dingin.
Pengelola menetapkan aturan maksimal berendam selama 30 menit untuk dewasa dan 15 menit untuk anak-anak, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan pengunjung.
Untuk pengunjung yang ingin berkemah, cukup membayar Rp100 ribu per tenda untuk menyewa lahan camping.
Tiket ini sudah termasuk tiket masuk untuk empat orang dan bebas akses ke area camping. Bila ingin menikmati kolam air panas, cukup membayar tambahan Rp10 ribu per orang.
Total biaya untuk camping dan berendam pun sangat terjangkau, mulai dari Rp140 ribu untuk empat orang (harga yang disebutkan bisa saja berubah sewaktu-waktu).
Fasilitas lainnya meliputi area glamping, kabin, toilet umum, warung makan sederhana, serta area parkir yang cukup luas.
Pemandangan dari lokasi camping sangat memanjakan mata, terutama saat pagi hari ketika matahari terbit dari balik Gunung Cikurai.
Suhu udara di malam hari bisa mencapai 16–17°C, namun pengunjung tetap merasa nyaman karena suasana yang tenang dan alami.
Tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga, healing akhir pekan, atau sekadar melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
Bagi wisatawan yang tertarik menginap di Agrowisata Tepas Papandayan, reservasi disarankan dilakukan terlebih dahulu.
Untuk informasi lengkap mengenai Agrowisata Tepas Papandayan, kamu bisa kunjungi Instagram-nya di @agrowisatatepaspapandayan.***
Editor : Halimatu Sadiah