RADAR BOGOR - Warga Bogor, kalau lagi cari destinasi wisata alam yang segar dan tidak terlalu jauh dari Bogor, Curug Pelangi di kawasan Giriaya Cidahu Sukabumi bisa jadi pilihan yang tepat.
Letaknya di kaki Gunung Salak, suasananya sejuk, jalurnya tidak terlalu berat, dan tiket masuknya pun sangat terjangkau.
Dalam satu kali tracking, bisa sekaligus menikmati dua spot air terjun, yaitu Curug Pelangi dan Curug Pilung.
Cara Menuju Lokasi
Dari Bogor maupun Jakarta, rute menuju Curug Pelangi Giriaya Cidahu cukup mudah. Ikuti jalan raya Ciawi menuju Sukabumi, lalu setelah melewati kawasan Pasar Cicuruk atau Alun-alun Cicuruk, ambil belokan ke kanan.
Dari situ masuk ke kawasan Cidahu hingga sampai di pertigaan yang terdapat Alfamart dan Indomaret. Di pertigaan tersebut, ambil arah ke kanan menuju Desa Giriaya.
Dari pertigaan itu, jalanan mulai menanjak. Sekitar 10 hingga 15 menit perjalanan, akan sampai di kawasan Padepokan Eyang Santri atau Kasepuhan Giri Jaya, yang menjadi titik awal pendakian menuju Curug Pelangi.
Untuk pencarian di Google Maps, bisa ketikkan langsung Curug Pelangi Giriaya Cidahu.
Tiket Masuk dan Parkir
Biaya masuk ke Curug Pelangi sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per orang. Untuk parkir motor dikenakan biaya Rp5.000 per motor. Area parkir saat ini cukup menampung sekitar 20 hingga 30 motor.
Jalur Tracking
Tracking dimulai langsung dari area parkir dengan tanjakan di awal, namun tidak berlangsung lama. Setelah itu jalur berubah menjadi lebih datar dengan suasana hutan yang rimbun, sejuk, dan tanahnya empuk sehingga nyaman dilalui. Jalur secara keseluruhan cukup jelas dan mudah diikuti, hanya ada beberapa percabangan yang perlu diperhatikan penunjuk arahnya.
Di sepanjang jalur terdapat akar-akar pohon besar dan suara alam yang memanjakan telinga. Ada juga warung kecil di beberapa titik jalur untuk keperluan makan dan minum.
Estimasi waktu tracking dari parkiran hingga Curug Pelangi adalah sekitar 15 hingga 20 menit dengan jalan santai. Jalur ini tidak memerlukan perlengkapan khusus, sandal gunung atau sandal tracking sudah cukup.
Percabangan Jalur yang Perlu Diperhatikan
Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa percabangan yang perlu diperhatikan. Percabangan pertama mengarah ke kiri menuju Curug Pilung dan Curug Pelangi, sementara ke kanan mengarah ke kawasan Gunung Salak.
Percabangan kedua membagi jalur antara Curug Pelangi yang lurus dan Curug Pilung yang ke bawah. Disarankan menuju Curug Pelangi terlebih dahulu, lalu mampir ke Curug Pilung saat perjalanan pulang.
Mengenal Dua Curug
Curug Pelangi
Curug Pelangi adalah destinasi utama di kawasan ini. Air terjunnya memiliki dua undakan, undakan pertama dan undakan kedua, dengan air yang sangat jernih. Di sekitar area curug sudah tersedia spot-spot kolam buatan yang bisa digunakan untuk mandi atau bermain air, cocok untuk liburan keluarga.
Keunikan Curug Pelangi terletak pada batuan di sekitarnya yang terlihat rapi dan tersusun seperti batu perosotan alami.
Kolam di bagian atas curug tidak terlalu dalam karena tertahan oleh batu besar, namun tetap menarik untuk dieksplorasi.
Sudah tersedia jalur yang dibangun untuk memudahkan pengunjung naik ke bagian atas curug tanpa harus melewati pinggiran yang licin.
Sinyal internet di area Curug Pelangi cukup baik, jadi tidak perlu khawatir terputus dari komunikasi selama berkunjung.
Curug Pilung
Curug Pilung letaknya tidak jauh dari Curug Pelangi, hanya beberapa menit berjalan kaki dari percabangan jalur. Berbeda dengan Curug Pelangi, Curug Pilung lebih cocok dijadikan spot foto.
Bentuknya seperti aliran air yang jatuh ke lekukan tebing, dengan kedalaman kolam sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Airnya pun sangat jernih. Saat hujan, disarankan untuk berhati-hati karena area ini berada di bagian bawah aliran sungai sehingga debit air bisa naik dengan cepat.
Tips Berkunjung
Datang di pagi hari sangat disarankan agar bisa menikmati suasana yang lebih sepi dan segar sebelum pengunjung lain berdatangan.
Bawa baju ganti karena kemungkinan besar akan basah saat menikmati air terjun. Gunakan sandal gunung atau sandal tracking untuk kenyamanan di jalur yang berbatu dan area curug yang basah.
Bagi yang ingin mendaki ke Puncak Salak, jalur dari Giriaya ini tidak direkomendasikan karena berstatus jalur tidak resmi. Jalur resmi pendakian Gunung Salak tersedia melalui Cidahu, Cimelati, Pasirengit, dan Jisaka.***
Editor : Eli Kustiyawati