RADAR BOGOR - Momen Idul Adha tidak hanya identik dengan pemotongan hewan kurban dan berkumpul bersama keluarga di rumah.
Lebaran haji ini juga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, memperkuat iman, sekaligus berlibur bersama orang-orang tercinta.
Di Jawa Barat dan Banten, dua provinsi ini menyimpan deretan destinasi wisata religi yang luar biasa. Bukan hanya masjid megah dengan arsitektur modern dan internasional, tetapi juga vihara bersejarah berusia ratusan tahun serta gua alam yang menjadi saksi bisu perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam.
Baca Juga: PPLI Bagikan Hewan Kurban Idul Adha untuk Warga Bogor di 2 Desa
Kabar baiknya, sebagian besar tempat ini gratis tiket masuk cocok untuk liburan santai yang penuh berkah.
Dikutip dari Google Maps serta rekomendasi para pelancong religi, inilah rangkuman lima destinasi terbaik yang wajib Anda kunjungi saat libur Idul Adha tahun ini. Dari Masjid Raya Al-Jabbar di Bandung yang futuristik hingga Gua Safarwadi di Tasikmalaya yang penuh misteri, semuanya siap menyambut Anda dengan kedamaian.
1. Masjid Raya Al-Jabbar (Bandung, Jawa Barat)
Masjid Raya Al-Jabbar, yang lebih populer dengan sebutan Masjid Terapung Gedebage, menghadirkan pengalaman ibadah yang benar-benar berbeda.
Dirancang langsung oleh Ridwan Kamil tanpa kubah tradisional, masjid bergaya modern kontemporer ini berdiri megah di atas danau retensi buatan. Arsitektur atap kaca bertumpuk yang ikonik menciptakan permainan cahaya alami yang memukau di dalam ruang utama.
Di momen Idul Adha, suasana teduh dan sejuk dari taman-taman tematik nabi di sekeliling masjid menjadi tempat yang sempurna untuk berkeluarga sambil menunggu waktu shalat.
Jangan lewatkan Galeri Rasulullah, sebuah museum digital modern interaktif berteknologi tinggi yang menceritakan sejarah Islam dan sirah nabawiyah dengan cara yang sangat memikat anak muda.
Masjid Raya Al-Jabbar beralamat di Jalan Cimencrang Nomor 14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Akses masuk ke area masjid dan taman gratis. Tiket untuk Galeri Rasulullah dibanderol sekitar Rp25.000 per orang, namun pendaftaran wajib dilakukan secara online melalui aplikasi Sapawarga. Tarif parkir kendaraan sangat ramah kantong: motor dikenakan Rp2.000 hingga Rp3.000, sedangkan mobil Rp5.000.
2. Kawasan Wisata Religi Masjid Agung Banten dan Makam Sultan Hasanuddin (Serang, Banten)
Mengunjungi Masjid Agung Banten di momen Idul Adha seperti berjalan menyusuri lorong waktu. Dibangun pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, masjid ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia.
Baca Juga: Begal Sadis di Tenjo Bogor Lempar Batu ke Pengendara Motor, Satu Pelaku Ditangkap Warga
Keunikannya terletak pada perpaduan arsitektur Jawa, Tiongkok, dan Eropa dalam satu bangunan, termasuk menara setinggi 24 meter yang menyerupai mercusuar karya arsitek Belanda, Lucas Cardeel.
Disini pengunjung dapat berziarah ke makam keluarga Kesultanan Banten. Yang menarik, kawasan alun-alun di depan masjid kini telah direvitalisasi dengan payung-payung hidrolik raksasa, menciptakan suasana teduh yang sangat mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah.
Kawasan ini terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Banten. Tiket masuk kawasan wisata religi gratis dan terbuka untuk umum 24 jam.
Infaq atau sumbangan untuk ziarah bersifat sukarela. Untuk parkir, pemerintah daerah telah menyediakan kantong parkir resmi dengan tarif terpadu Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil, lebih aman dan terhindar dari pungutan liar.
3. Masjid Kubah Emas - Masjid Dian Al-Mahri (Depok, Jawa Barat)
Masjid Dian Al-Mahri, atau yang dikenal luas sebagai Masjid Kubah Emas, sempat menjadi fenomena nasional karena kemegahannya yang menyerupai istana dari negeri seribu satu malam.
Sebanyak lima kubah besar di masjid ini seluruh permukaannya dilapisi emas murni setebal 2 hingga 3 milimeter, sebuah kemewahan yang jarang ditemukan di Indonesia.
Baca Juga: Sebagian KPM Masih Menunggu Bantuan Pangan Awal 2026, Distribusi Bansos Ini Berlanjut Sampai Juni
Di hari raya Idul Adha, suasana di dalam ruang utama masjid terasa semakin khusyuk dengan lampu gantung kristal seberat 2,7 ton yang berkilauan. Enam menara berbahan batu granit abu-abu asal Italia menambah kesan agung. Pengunjung juga dapat bersantai di taman berumput hijau yang sangat luas dan asri di sekitar kompleks masjid.
Masjid Kubah Emas beralamat di Jalan Raya Meruyung, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Tiket masuk kawasan gratis. Tarif parkir kendaraan sangat terjangkau: Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Perlu diperhatikan bahwa pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan dan Islami, serta mematuhi aturan jam buka kunjungan wisata di luar waktu shalat, terutama saat hari raya yang biasanya ramai.
Baca Juga: Echo Chamber dan Polaritas Digital
4. Vihara Dhanagun - Vihara Hok Tek Bio (Bogor, Jawa Barat)
Wisata religi di momen Idul Adha tidak harus selalu ke masjid. Di jantung kota Bogor, tepatnya di kawasan kuliner pecinan Suryakencana, berdiri Vihara Dhanagun yang juga dikenal sebagai Vihara Hok Tek Bio.
Berdiri sejak 300 tahun lalu (era kolonial), vihara ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa. Arsitektur klasik Tiongkok dengan dominasi warna merah dan emas yang terawat sempurna, patung-patung dewa bersejarah, serta ukiran naga rumit pada pilar-pilarnya menciptakan suasana yang khidmat.
Meskipun suasana Idul Adha identik dengan Islam, mengunjungi vihara ini menjadi pengalaman edukasi tentang toleransi yang sangat berharga, terutama untuk ditunjukkan kepada anak-anak.
Baca Juga: Echo Chamber dan Polaritas Digital
Vihara Dhanagun beralamat di Jalan Suryakencana Nomor 1, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Tiket masuk area gratis, wisatawan diperbolehkan masuk untuk melihat-lihat atau berfoto secara sopan selama tidak mengganggu umat yang sedang beribadah.
Parkir menggunakan area on-street parking kawasan Suryakencana dengan tarif flat dari Pemerintah Kota Bogor: Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
5. Pamijahan - Makam Syekh Abdul Muhyi (Tasikmalaya, Jawa Barat)
Bagi Anda yang mencari pengalaman wisata religi yang lebih mendalam dan petualang, Pamijahan di Tasikmalaya adalah jawabannya. Di sini, Anda dapat berziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama besar tarekat Shatariyah abad ke-17 yang menyebarkan Islam di wilayah selatan Priangan.
Baca Juga: Sebagian KPM Masih Menunggu Bantuan Pangan Awal 2026, Distribusi Bansos Ini Berlanjut Sampai Juni
Namun, daya tarik utamanya adalah Gua Safarwadi, sebuah gua alam bawah tanah yang dahulu digunakan sebagai tempat berkumpul, bermunajat, dan pesantren tersembunyi bagi para wali.
Di dalam gua yang gelap gulita, Anda akan menemukan fenomena alam unik seperti batu kopiah, sumber air suci Cikajayaan, serta lorong sempit yang konon berujung hingga ke Cirebon atau bahkan Mekah. Suasana Idul Adha di sini terasa sangat sakral dan menenangkan jiwa.
Kawasan Pamijahan terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Retribusi masuk kawasan wisata religi sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang.
Baca Juga: Echo Chamber dan Polaritas Digital
Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal (guide) saat masuk gua dengan biaya mulai Rp50.000 hingga Rp100.000 per rombongan, mengingat kondisi di dalam gua yang gelap, bercabang, dan licin. Anda juga dapat menyewa senter atau lampu penerangan seharga Rp5.000 hingga Rp10.000.
Di momen Idul Adha yang penuh berkah ini, berlibur tidak berarti meninggalkan ibadah. Kelima destinasi di atas mungkin bisa membawa pengunjung mendapatkan ketenangan jiwa, edukasi sejarah, dan quality time bersama keluarga dalam satu perjalanan dan sebagian besarnya gratis!
Karena destinasi di atas adalah tempat ibadah aktif dan situs suci, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup aurat, menjaga ketenangan, serta menghormati aturan kebersihan lokal.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Google Maps