Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Sekadar Air Terjun Biasa, 4 Destinasi Tersembunyi di Sulawesi Ini Akan Mengubah Standar Liburan Alam Anda

Kholikul Ihsan • Kamis, 28 Mei 2026 | 20:25 WIB
ilustrasi salah satu air terjun yang ada di Sulawesi. (Foto: Pexels/Andreas Suwardy)
ilustrasi salah satu air terjun yang ada di Sulawesi. (Foto: Pexels/Andreas Suwardy)

RADAR BOGOR - Liburan ke pantai atau mall sudah terasa hambar jika hanya sekedar mengganti rutinitas. Anda tidak butuh tempat ramai, Anda butuh dekonstruksi mental tempat di mana suara bising kota tergantikan oleh gemuruh air dan debu polusi berganti kabut segar hutan purba. Sulawesi, dengan segala kontur liar dan underrated-nya, menjawab kebutuhan itu.

Berdasarkan rating tinggi yang konsisten di Google Maps, empat lokasi yang akan kita bahas secara statistik dan emosional layak disebut sebagai air terjun tercantik di Sulawesi. 

Bukan sekedar deras, tapi juga punya cerita geologis dan ekologis yang tak ditemukan di Jawa atau Bali.

Baca Juga: Sasar Wilayah Perbatasan, BAZNAS Kota Bogor Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban ke Warga Mulyaharja 

Khusus untuk Anda yang lelah dengan destinasi instagramable semu. Yang butuh healing sungguhan dengan risiko sepatu licin dan kantong kering karena tiket termurah di sini hanya Rp5.000. Mari kita bedah satu per satu, dimulai dari yang paling kontroversial: Bantimurung.

1. Air Terjun Bantimurung (Maros, Sulsel) Ikon yang Ramai, Tapi Layak Diperdebatkan

Tidak ada air terjun di Sulawesi yang se-kontroversial Bantimurung. Kontroversial karena ramai, tapi tetap memukau. 

Bayangkan air setinggi 20 meter meluncur di atas batu kapur raksasa yang landai, tidak membentuk kolam dalam, sehingga Anda bisa duduk tepat di bawah tekanan air tanpa takut tenggelam. 

Baca Juga: Cek Fakta Bansos Tambahan Tahun 2026, Begini Kondisi Penyaluran PKH BPNT dan Bantuan Dana PIP

Inilah water park alami yang dilengkapi wahana ban tubing dengan sensasi meluncur di sungai karst. Uniknya, kawasan ini oleh naturalis Alfred Russel Wallace disebut sebagai The Kingdom of Butterfly. Ratusan spesies kupu-kupu langka terbang liar tepat saat Anda bermain air. 

Aktivitas yang bisa dilakukan, berenang ringan, menyusuri Gua Mimpi, atau sekadar memotret kupu-kupu dengan kamera macro.

Tiket masuk Kompleks Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kec. Bantimurung, Kab. Maros, Sulsel dibanderol Rp35.000 pada hari biasa dan Rp40.000 saat akhir pekan untuk WNI, sementara pengunjung WNA dikenai tarif nyata Rp225.000; tambahan biaya sewa ban berkisar Rp15.000–Rp30.000. 

Baca Juga: Ada Proyek Perbaikan Drainase di Bogor, Pedagang Bunga di Jalan Dadali Terdampak

Anda membayar cukup mahal untuk melihat kupu-kupu, bagi WNI tarif itu terasa sepadan, sedangkan bagi WNA harganya bisa dilihat sebagai upaya apresiasi terhadap konservasi daripada sekedar diskriminasi harga yang terang‑terangan.

2. Air Terjun Takapala (Gowa, Sulsel) Pelangi Abadi di Kolam Kabut, Hanya Rp5.000

Anda tidak salah membaca, tiket masuk Rp5.000–Rp10.000. Untuk pemandangan yang di Malino saja bisa di-bundling dengan harga tiga kali lipat. 

Takapala menawarkan ketinggian 109 meter, dengan tembok vulkanik berbentuk kolom vertikal alami (columnar joint) fenomena geologi yang hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia. 

Baca Juga: Siap-siap Antre, Ini 5 Kuliner Ayam Penyet Rating Tertinggi di Bogor, Ada yang Sambalnya Sampai Bikin Menjerit

Hempasan airnya begitu besar hingga menciptakan kabut sepanjang puluhan meter. Dan kabut itulah yang, jika matahari bersinar tepat, akan membias menjadi pelangi semi-permanen diatas kolam. 

Aktivitas terbaik? Duduk di warung tradisional, memesan kopi hangat dan pisang goreng (total under Rp20.000), lalu menyaksikan pelangi yang tak pernah pergi.

HTM di kawasan Wisata Malino, Desa Bontolerung, Kec. Tinggimoncong, Kab. Gowa, Sulsel, berkisar Rp5.000–Rp10.000 per orang, sementara biaya parkir dikenakan Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Baca Juga: Kampoong Ecopreneur Salurkan 108 Hewan Kurban untuk Santri Penghafal Al-Qur’an, Gunakan Besek Bambu Ramah Lingkungan

3. Air Terjun Saluopa (Poso, Sulteng) 12 Tingkat Tanpa Lumut

Inilah salah satu air terjun bertingkat tercantik se-Indonesia dan itu bukan hiperbola. Saluopa memiliki 12 undakan alami dengan air jernih khas pegunungan Tropis yang tak keruh meski setelah hujan. 

Yang paling mengejutkan, batuan di sini tidak berlumut dan tidak licin. Anda bisa memanjat dari satu tingkat ke tingkat lain tanpa resiko terpeleset, hanya dengan sandal jepit sekalipun. Sensasi pijat refleksi alami dari pancuran air di setiap undakan adalah bonus tak terduga. 

Jalur trekking menuju lokasi berupa jembatan beton asri di tengah hutan lebat, dihiasi suara burung endemik Sulawesi yang tidak akan Anda dengar di tempat lain.

Baca Juga: Cetak Generasi Penghafal Alquran, MI Mithlaul Ulum Bogor Helat Munaqosyah

Harga tiketnya di kawasan wisata dekat Danau Poso, Desa Tonusu, Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, Sulteng, hanya Rp5.000–Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil, meski tarifnya ramah kantong, fasilitas seperti jembatan beton dan area parkir beraspal sudah tersedia, menegaskan bahwa tiket murah bukan berarti pelayanan murahan ini bentuk pariwisata yang adil.

4. Air Terjun Tinoor (Tomohon, Sulut) Tirai Putih di Dinding Lumut Hijau

Jika ketiga air terjun lain terlalu mudah dijangkau, Tinoor akan menguji nyali Anda. Berlokasi di kaki Gunung Lokon, Anda harus trekking menuruni bukit sejauh 1 km melalui tangga tanah yang licin, terutama di musim hujan. 

Namun, ganjarannya adalah dinding tebing setinggi 40 meter yang tertutup lumut dan paku liar hijau pekat dengan tiga hingga empat pancaran air putih serempak dari berbagai celah. 

Baca Juga: Cetak Generasi Penghafal Alquran, MI Mithlaul Ulum Bogor Helat Munaqosyah

Ini bukan air terjun tunggal, ini koleksi air terjun paralel. Warna kontras antara hijau lumut dan putih buih menciptakan latar fotografi yang tidak bisa direkayasa. Aktivitas wajib: menyewa pemandu lokal (Rp50.000) karena jalur tersembunyi dan sangat licin.

Jika Anda berencana berkunjung, lokasinya di Kelurahan Tinoor Satu, Kec. Tomohon Utara, Kota Tomohon (Sulut), tiket masuk bersifat sukarela dengan retribusi kebersihan Rp5.000–Rp10.000, pemandu lokal yang disarankan mulai dari Rp50.000. Jika Anda mudah mengeluh karena sepatu kotor, tempat ini bukan untuk turis malas.

Dari empat lokasi di atas, tiga di antaranya memiliki tiket masuk di bawah Rp50.000 untuk WNI. Bandingkan dengan membeli kopi kekinian di Jakarta yang bisa Rp65.000 per cangkir. Sulawesi tidak sedang bercanda, alam kelas dunia dijual dengan harga warung kopi.

Jangan pernah membawa ponsel tanpa dry bag. Cipratan air di Bantimurung dan Takapala sangat intens. Dan sepatu outdoor anti-slip bukan rekomendasi itu keharusan.***

Editor : Asep Suhendar
Sumber : Google Maps
sulawesi wisata air terjun