RADAR BOGOR - Warga Bogor, kalau lagi merencanakan liburan ke Yogyakarta tapi bingung mau mulai dari mana, itinerary 3 hari 2 malam di Jogja berikut ini bisa jadi panduan lengkap.
Mulai dari pasar jajanan tradisional, situs bersejarah, museum, galeri seni, hingga kuliner malam yang legendaris di Jogja, semuanya terangkum dalam satu perjalanan yang padat tapi tetap menyenangkan.
Simak daftar yang bisa jadi pilihan liburan biar setiap menitnya tidak sia-sia saat liburan ke Jogja.
Baca Juga: Bukan Bali, 4 Destinasi Wisata Laut Tercantik di Sumatera Ini Dijamin Bikin Wisatawan Malas Pulang
Hari Pertama: Pasar Ngasem, Tamansari, dan Makan Siang di Tepi Sawah
Pasar Ngasem
Destinasi pertama yang wajib dikunjungi begitu tiba di Jogja adalah Pasar Ngasem, pusatnya jajanan tradisional Yogyakarta.
Di sini tersedia aneka kuliner khas seperti gudeg, brongkos, dawet ireng, sate koyor, kue apem, durian, hingga jenang yang sudah viral di media sosial.
Tips penting: datanglah sebelum pukul 09.00 pagi agar pilihan jajanan masih lengkap dan antrean belum terlalu panjang. Selain jajanan, Pasar Ngasem juga menyediakan berbagai pilihan oleh-oleh khas Jogja.
Tamansari
Dari Pasar Ngasem, lanjutkan perjalanan ke Tamansari yang letaknya tidak jauh. Situs bersejarah ini dulunya merupakan kebun istana Keraton Yogyakarta yang dibangun pada abad ke-18 sebagai tempat rekreasi, pemandian, sekaligus benteng pertahanan bagi sultan dan keluarganya.
Di dalam kompleks Tamansari terdapat beberapa ruangan unik yang sayang untuk dilewatkan, antara lain Umbul Pasiraman, Sumur Gemuling, Gedung Kenongo, dan lorong bawah tanah.
Sangat disarankan menggunakan jasa pemandu wisata agar bisa memahami sejarah setiap sudut Tamansari sekaligus mendapatkan rekomendasi spot foto terbaik.
Tiket masuk: Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak di bawah 12 tahun.
Setelah keluar dari Tamansari, sempatkan mampir ke penjual rujak es krim yang banyak ditemukan di sekitar kawasan. Kombinasi rujak gobet serut dengan topping es krim puter menghadirkan perpaduan rasa pedas, manis, dan asam yang menyegarkan.
Makan Siang
Untuk makan siang, kawasan sekitar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menawarkan pilihan kuliner yang lezat dan terjangkau.
Salah satu yang direkomendasikan adalah Iga Pajok dengan konsep open space di tepi sawah yang sejuk.
Menu iga bakar dengan daging empuk dan bumbu meresap menjadi andalan di sini, disajikan lengkap dengan gunting untuk memudahkan pemisahan daging dari tulang.
Tersedia juga menu sop iga dengan kuah kaldu yang segar dengan harga yang sangat terjangkau.
Sore dan Malam: Kawasan Prawirotaman
Sore hari, jelajahi kawasan Prawirotaman yang dikenal sebagai salah satu area paling hip di Jogja. Kawasan ini cocok untuk makan mie hangat sambil menikmati suasana kota, apalagi saat hujan turun.
Setelah itu, jangan lewatkan Tempo Gelato yang sudah menjadi ikon Kota Jogja dengan pilihan rasa yang sangat beragam.
Hari Kedua: Museum, Malioboro, Galeri Seni, dan Gudeg Wijilan
Monumen Jogja Kembali (Monjali)
Hari kedua bisa diawali dengan mengunjungi Monumen Jogja Kembali atau Monjali, diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 6 Juli 1989.
Monumen ini dibangun untuk memperingati kembalinya pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Di lantai satu terdapat koleksi benda bersejarah seperti senjata dan seragam perjuangan. Lantai dua menampilkan diorama kronologis peristiwa perjuangan dan diplomasi selama agresi militer Belanda kedua.
Lantai tiga adalah Ruang Garba Ekasakti yang tenang dan sakral, digunakan sebagai tempat mengenang jasa para pahlawan.
Tersedia juga sesi pemutaran film dokumenter sejarah tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di ruang audio visual.
Tiket masuk: Rp15.000 per orang.
Kawasan Malioboro
Setelah dari Monjali, lanjutkan ke kawasan Malioboro. Di sini bisa mampir ke toko oleh-oleh yang menyediakan pilihan lengkap mulai dari bakpia hingga kerajinan tangan dengan suasana belanja yang nyaman dan ber-AC.
Sambil berjalan di sepanjang Malioboro, sempatkan mampir ke Malio Gelato untuk mengisi energi dengan gelato segar.
Bioskop Sonobudoyo
Destinasi menarik yang sering terlewat oleh wisatawan adalah Bioskop Sonobudoyo yang berlokasi di kawasan Titik Nol Jogja.
Di sini bisa menonton film-film pendek karya sineas lokal dengan harga tiket hanya Rp5.000 per orang.
Jadwal tayang tersedia di pukul 15.00, 17.00, 19.00, dan 20.00 WIB dengan durasi sekitar 30 menit per sesi. Jumlah penonton per sesi dibatasi jadi disarankan datang lebih awal.
Jogja Gallery
Bergeser sedikit dari Bioskop Sonobudoyo menuju Jogja Gallery dekat Alun-alun Utara. Galeri ini menyewakan ruang untuk berbagai event pameran seni yang berganti-ganti secara berkala. Tiket masuk Rp35.000 per orang.
Pantau event yang sedang berlangsung melalui akun Instagram @jogja_gallery sebelum berkunjung. Biasanya tersedia pula workshop menarik yang bisa diikuti dan hasilnya dibawa pulang.
Pasar Sore Malioboro dan Teras Malioboro 2
Menjelang malam, kunjungi Pasar Sore Malioboro yang mulai ramai sekitar pukul 16.00 hingga tengah malam. Di sini tersedia berbagai jajanan kaki lima dan oleh-oleh dengan harga yang lebih terjangkau.
Lanjutkan ke Teras Malioboro 2 yang kini semakin tertata rapi dengan pencahayaan malam yang estetik.
Sentra Gudeg Wijilan
Tutup hari kedua dengan makan malam di Sentra Gudeg Wijilan, kawasan dengan deretan warung gudeg legendaris.
Gudeg di sini umumnya bertipe kering dan legit, sempurna sebagai penutup hari penuh petualangan di Jogja.
Hari Ketiga: Museum TNI AD Dharmawiratama
Museum TNI AD Dharmawiratama
Hari terakhir di Jogja bisa dimanfaatkan untuk mengunjungi Museum TNI AD Dharmawiratama sebelum check out. Museum ini gratis, cukup dengan mengisi buku tamu di depan.
Museum ini menyimpan koleksi lengkap perjuangan TNI Angkatan Darat mulai dari senjata kuno hingga kendaraan tempur, berlokasi di gedung peninggalan Belanda yang sangat ikonik.
Gedung ini menjadi saksi sejarah penting sebagai markas tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan tempat dilantiknya Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Di dalam museum terdapat berbagai diorama yang mendokumentasikan peran TNI AD dalam mempertahankan kemerdekaan, serta wahana interaktif seperti photo booth.
Di luar gedung terdapat bunker bawah tanah yang dulunya berfungsi sebagai tempat perlindungan dari serangan udara dan pusat koordinasi strategi para pejuang.
Rekomendasi Penginapan: Rasati Heritage
Untuk penginapan, kawasan Prawirotaman menawarkan berbagai pilihan heritage hotel dengan nuansa Jawa yang kental namun tetap modern dan nyaman.
Kawasan ini sangat strategis karena dekat dengan berbagai destinasi wisata dan kuliner di Jogja.
Ringkasan Itinerary
Hari 1
- Pasar Ngasem - Tamansari - Iga Pajok - Prawirotaman - Tempo Gelato
Hari 2
- Monjali - Malioboro - Bioskop Sonobudoyo - Jogja Gallery - Gudeg Wijilan
Hari 3
- Museum TNI AD Dharmawiratama - Lanjut perjalanan
Baca Juga: Libur Akhir Mei Makin Hemat, The Jungle Bogor Berikan Flash Sale hingga Promo Idul Adha
Estimasi Biaya Tiket Masuk
- Tamansari: Rp15.000 (dewasa) / Rp10.000 (anak)
- Monjali: Rp15.000 per orang
- Bioskop Sonobudoyo: Rp5.000 per orang
- Jogja Gallery: Rp35.000 per orang
- Museum TNI AD Dharmawiratama: Gratis
Jogja memang tidak pernah kehabisan kejutan untuk para wisatawannya. Warga Bogor yang berencana liburan ke kota ini bisa mengikuti itinerary di atas sebagai panduan agar waktu 3 hari 2 malam terasa maksimal dan berkesan.***
Editor : Eli Kustiyawati