RADAR BOGOR - Bogor selalu disebut sebagai kota hujan. Tapi sebutan itu terlalu redup untuk menyembunyikan fakta bahwa di sini Anda bisa merasakan liburan ala Eropa, mistisnya kawah aktif, hingga romantisnya Venesia tanpa perlu mengurus paspor.
Masalahnya, sebagian besar orang hanya tahu Kebun Raya, lalu pulang dengan rasa penasaran yang mengendap.
Dilansir dari Google Maps dengan rating yang konsisten tinggi, ada empat destinasi wisata yang secara konsisten disebut sebagai ikon paling berkesan.
Bukan karena murah tapi karena setiap tempat menawarkan pengalaman yang tidak bisa direplikasi oleh kota lain. Dari edukasi botani, peternakan ala Eropa, petualangan vulkanik, hingga replika Venesia.
Untuk Anda yang butuh quality time, baik bersama keluarga, pasangan, atau sekadar kabut dari rutinitas Jakarta yang melelahkan. Mungkin salah satunya bisa menjadi pilihan. Mari kita bedah satu per satu.
1. Kebun Raya Bogor
Berjalan di bawah pepohonan raksasa yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda ratusan tahun menyaksikan kota ini berganti wajah. Itulah Kebun Raya Bogor.
Suasananya seperti berada di hutan hujan tropis purba, tapi Anda masih bisa mendengar suara klakson dari luar pagar. Keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain: Taman Meksiko, sebuah lanskap gurun mini dengan ratusan spesies kaktus yang kontras dramatis dengan hijau di sekitarnya.
Baca Juga: Curug Buleud Bogor, Hidden Gem dengan Kolam Alami Cantik yang Cuma 2 Jam dari Jakarta
Lalu ada Danau Gunting yang dipenuhi bunga teratai raksasa, berbatasan langsung dengan halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor.
Sering kali, Anda bisa melihat kawanan rusa istana yang berkeliaran bebas di seberang pagar tanpa perlu membayar tiket istana.
Pengunjung bisa menyewa sepeda kayuh, skuter listrik, atau mobil golf untuk berkeliling area 87 hektar tanpa kelelahan. Jangan lewatkan Laboratorium Treub, gedung bersejarah yang masih berfungsi sebagai pusat penelitian botani hingga kini.
2. Dairyland Farm Theme Park Puncak
Pernah padang rumput hijau yang tertata rapi, udara dingin menusuk pipi, dan deretan kincir angin warna-warni sejauh mata memandang, itulah Dairyland.
Tempat ini adalah replika peternakan pedesaan Eropa yang dibuat dengan sangat detail, sehingga Anda bisa merasakan sensasi sedang berada di Swiss atau Belanda tanpa harus merogoh kocek 15 juta untuk tiket pesawat.
Zona paling favorit di sini adalah Magic Village, sebuah desa tematik bergaya negeri dongeng dengan arsitektur unik yang dihuni oleh patung-patung kurcaci. Lalu ada De Windmills, taman buatan berskala besar dengan puluhan ribu kincir angin yang bergerak dinamis, sangat fotogenik, terutama di sore hari saat matahari mulai miring.
Para pengunjung bisa mencoba memberi makan domba merino (yang bulunya tebal seperti bantal), memerah susu sapi secara langsung, berkuda poni untuk anak-anak, hingga berfoto bersama satwa eksotis. Jangan lupa mampir ke toko ritel di area keluar untuk mencicipi es krim dan yogurt Cimory yang legit.
Namun perlu diingat, akses menuju Dairyland sangat bergantung pada sistem satu arah (one way) Puncak yang biasanya diberlakukan polisi pada akhir pekan dan hari libur nasional. Jika Anda memaksakan diri datang tanpa mengecek jadwal terlebih dahulu, bersiaplah menghabiskan tiga hingga empat jam hanya di dalam mobil.
3. Kawah Ratu - Gunung Salak
Ini bukan tempat untuk wisata santai. Ini untuk petualang sejati. Kawah Ratu menawarkan lanskap vulkanik yang sangat dramatis, danau lumpur belerang berwarna putih kehijauan dengan gelembung-gelembung mendidih yang terus bergolak. Asap sulfur pekat keluar dari rekahan bumi di sana-sini.
Dan yang paling ikonik? Jajaran batang pohon mati yang mengering akibat paparan gas vulkanik tegak berdiri seperti penjaga kawah. Pemandangan ini kontras sekali dengan hutan hujan lebat di sekelilingnya, menciptakan suasana mistis sekaligus eksotis yang tidak akan Anda temukan di destinasi wisata biasa.
Destinasi ini yang ditawarkan bukan wahana, tapi trekking menantang membelah hutan, melintasi jalur sungai berbatu, dan merasakan sensasi berendam air hangat alami yang mengandung belerang di sepanjang aliran sungai yang keluar dari pusat kawah. Air hangat ini berkhasiat untuk kesehatan kulit tapi jangan terlalu lama, karena aromanya tidak cocok untuk hidung sensitif.
Kawah Ratu berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Namun jalur trekking terbaik dan paling terawat bisa diakses melalui Kawasan Wisata Gunung Bunder, Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Trekking menuju kawah aktif ini tidak disarankan untuk anak kecil atau orang dengan kondisi paru-paru yang sensitif.
4. Little Venice Kota Bunga
Sekarang giliran Anda merasa sedang berada di Italia tanpa perlu mengurus visa Schengen. Little Venice adalah replika tata kota, arsitektur klasik, dan jaringan kanal air dari Venesia lengkap dengan jembatan Rialto yang melengkung indah di atas air jernih.
Bangunannya dicat warna-warni cerah bergaya Eropa, dan sebagai bonus, ada juga replika patung Merlion Singapura. (Iya, agak eklektik, tapi tetap estetik).
Pengalaman utama di sini adalah naik Gondola perahu dayung tradisional yang dikemudikan kru berpakaian khas Venesia menyusuri kanal-kanal buatan yang airnya dijaga tetap jernih.
Baca Juga: Bukan Bali, 4 Destinasi Wisata Laut Tercantik di Sumatera Ini Dijamin Bikin Wisatawan Malas Pulang
Selain itu, tersedia wahana rekreasi air modern seperti sepeda air dan perahu naga untuk keluarga yang ingin lebih aktif. Tempat ini sangat cocok untuk pasangan yang ingin suasana romantis, atau keluarga yang ingin anak-anaknya merasakan sensasi liburan ke luar negeri tanpa biaya mahal.
Tiga dari empat destinasi di atas, Dairyland, Kawah Ratu, dan Little Venice berada di jalur Puncak yang terkenal rawan macet total, terutama akhir pekan dan hari libur nasional. Bukan rahasia lagi bahwa kemacetan di sana bisa mengubah waktu tempuh dari satu jam menjadi lima jam.***
Editor : Eli Kustiyawati