RADAR BOGOR - Di balik tenangnya suasana Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersimpan lokasi bersejarah yang menjadi saksi awal perjalanan hidup Presiden Kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar H.M. Soeharto.
Tempat tersebut kini dikenal sebagai Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, sebuah kawasan edukasi sejarah yang dibangun untuk mengenang perjalanan tokoh nasional yang lahir dan tumbuh di desa tersebut.
Menurut Pengelola Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, Gatot, lokasi museum saat ini merupakan tempat kelahiran Soeharto yang kemudian berkembang menjadi salah satu situs sejarah penting di Indonesia.
Baca Juga: Bukan Cuma Gudeg, Ini 5 Kuliner Legendaris Jogja yang Punya Sensasi Rasa Berani dan Bikin Nagih
Gatot menjelaskan, museum tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hidup Soeharto yang berasal dari lingkungan sederhana di pedesaan hingga akhirnya dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia kedua.
Dibangun oleh Probosutedjo untuk Mengenang Kampung Halaman Sang Kakak
Di balik berdirinya museum tersebut, terdapat peran penting adik kandung Soeharto, almarhum Probosutedjo.
Gatot menyebutkan, pembangunan memorial dilakukan untuk menjaga dan memperkenalkan sejarah kehidupan Soeharto kepada generasi penerus bangsa.
Kawasan museum tidak hanya menyimpan cerita tentang perjalanan politik Soeharto, tetapi juga merekam jejak keluarga besar yang memiliki hubungan erat dengan tanah Kemusuk.
"Tempat ini dibangun karena di sinilah dulu tempat lahirnya Pak Harto. Kemudian lokasi ini dijadikan museum memorial untuk mengenang perjalanan hidup beliau," terang Gatot.
Berdiri di Atas Tanah Milik Buyut Soeharto
Salah satu fakta menarik yang jarang diketahui publik adalah lokasi museum saat ini dulunya merupakan bagian dari tanah keluarga besar Soeharto.
Gatot menjelaskan, area tersebut dahulu merupakan pekarangan milik buyut Soeharto yang bernama Noto Sudiro.
Rumah peninggalan keluarga tersebut masih berada di kawasan yang sama dan menjadi bagian penting dari nilai sejarah memorial.
Keberadaan rumah keluarga itu memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Jawa pada masa lalu sekaligus menunjukkan akar keluarga yang membentuk karakter Soeharto sejak kecil.
Rumah Kakek Soeharto Kini Menjadi Diorama Bersejarah
Tak hanya rumah buyut, kawasan memorial juga menyimpan bangunan yang pernah menjadi rumah Atmosudiro, kakek Soeharto.
Bangunan tersebut kini dialihfungsikan menjadi diorama museum yang menampilkan berbagai dokumentasi perjalanan hidup, perjuangan, hingga kiprah Soeharto dalam sejarah Indonesia.
Baca Juga: Menelusuri Rumah Masa Kecil Presiden Kedua Indonesia Soeharto, Sejarah yang Menyimpan Banyak Kisah
Melalui diorama tersebut, pengunjung dapat menyaksikan berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan seorang anak desa dari Kemusuk yang kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah bangsa.
Menyusuri Akar Sejarah Presiden Kedua Republik Indonesia
Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto tidak sekadar menjadi destinasi wisata sejarah.
Tempat ini juga menjadi ruang pembelajaran yang memperlihatkan bagaimana lingkungan keluarga dan kehidupan sederhana di desa turut membentuk perjalanan seorang pemimpin nasional.
Dari tanah kelahiran di Kemusuk hingga memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, jejak sejarah Soeharto masih tersimpan rapi di kawasan memorial yang hingga kini terus menarik perhatian wisatawan, pelajar, hingga peneliti dari berbagai daerah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim