RADAR BOGOR - Bosan dengan udara Bogor yang dingin tapi wisata untuk liburan itu-itu saja? Penat dengan rutinitas macet Puncak yang tak ada habisnya?
Mungkin sudah saatnya melirik ke tenggara. Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, adalah menyimpan spot wisata yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang Pangandaran.
Padahal, kota berjuluk Kota Santri ini menyimpan berbagai tempat wisata yang mampu menyembuhkan rasa jenuh dalam sekali perjalanan.
Dari wisata danau di tengah hutan lindung hingga gardu pandang dengan pemandangan Gunung Ciremai, wilayah ini adalah hidden gem yang layak masuk daftar prioritas liburan akhir pekan.
Dilansir dari Google maps, berikut tujuh rekomendasi wisata di Ciamis yang tidak hanya estetik, tapi juga kaya cerita.
1. Situ Lengkong Panjalu
Berbeda dengan wisata air di Bogor yang didominasi arung jeram, Situ Lengkong menawarkan ketenangan bercampur religi.
Hamparan danau seluas 58 hektar ini memiliki pulau kecil bernama Nusa Gede yang merupakan cagar alam. Begitu perahu wisata mengantar Anda ke tengah danau, suasana berubah menjadi hening, diterpa angin sepoi dan suara pepohonan tua.
Baca Juga: Gak Terlalu Jauh dari Bogor, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Terpopuler di Bekasi
Di pulau itu, Anda bisa berziarah ke makam Prabu Hariang Kancana, raja Panjalu abad ke-12. Uniknya, danau ini dikeramatkan, namun tetap ramah untuk aktivitas kayaking.
2. Puncak Bangku
Jika warga Bogor biasa hunting sunrise di Gunung Bunder atau Telaga Warna, maka Puncak Bangku hadir dengan sensasi negeri di atas awan yang lebih dramatis.
Bukan sekadar bukit, tempat ini menawarkan gardu pandang yang menjorok, sehingga Anda seolah berdiri di atas hamparan kapas.
Baca Juga: Mudah Diakses, 4 Rekomendasi Wisata Serang Banten Ini Bisa di Coba Warga Bogor
Saat cuaca cerah, siluet Gunung Ciremai di timur dan hamparan sawah terasering di bawahnya menciptakan kanvas yang sempurna. Yang membuatnya hits adalah kemudahan akses, mobil bisa parkir dekat titik foto.
3. Darmacaang Hills
Bagi keluarga muda Bogor yang mencari quality time tanpa perlu mendaki ekstrim, Darmacaang Hills adalah jawabannya.
Terletak di kaki Gunung Sawal, kawasan ini menyulap hutan pinus Perhutani menjadi area bumi perkemahan modern.
Anda bisa menyewa tenda glamping atau sekadar membawa hammock untuk tiduran sambil mendengar deru angin di sela-sela jarum pinus. Yang menarik, dari ketinggian ini, Anda bisa melihat Kota Ciamis membentang bak diorama.
4. Curug Tujuh Cibolang
Wisata air terjun di Bogor seperti Curug Cilember atau Curug Nangka memang terkenal, tapi Curug Tujuh menawarkan konsep yang berbeda, satu jalur trekking, tujuh kejutan.
Sepanjang perjalanan di hutan pinus milik Perhutani, Anda akan disuguhi tujuh tingkatan air terjun yang jernih dan dingin. Airnya berasal langsung dari mata air Gunung Sawal, sehingga terasa segar tanpa bau tanah.
Pemandu lokal biasanya akan mengajak Anda ke tingkatan ketiga yang memiliki kolam alami paling luas dan aman untuk berendam.
5. Situs Karangkamulyan
Liburan edukasi untuk anak seringkali membosankan jika hanya di museum. Di Situs Karangkamulyan, sejarah Kerajaan Galuh hidup di antara batu-batu purba dan ratusan kera liar yang jinak.
Area hutan lindung seluas 25 hektar ini menyimpan Batu Pangcalikan (singgasana), Batu Sanghyang Bedil, hingga kolam petilasan.
Yang menarik untuk warga Bogor, lokasi ini sangat teduh dan sejuk, mirip dengan suasana Kebun Raya tapi dengan nuansa spiritual yang kuat.
Anak-anak akan senang melihat monyet-monyet yang tidak galak sembari belajar aksara Sunda Kuno.
6. Cireong Park
Ini adalah hidden gem yang jarang diketahui warga luar Ciamis. Cireong Park adalah kolam renang keluarga yang airnya dialirkan langsung dari mata air pegunungan.
Hasilnya? Air terasa dingin alami, lembut di kulit, dan sama sekali tidak menggunakan kaporit. Di samping kolam, terdapat sungai berbatu dengan air deras dangkal yang aman untuk anak-anak bermain air.
Warung-warung lesehan di tepi sungai menjual indomie rebus dan kopi tubruk, sempurna untuk menemani sore.
7. Astana Gede Kawali
Terakhir, untuk Anda pecinta sejarah kelam, Astana Gede adalah wajib. Di kompleks inilah berdiri prasasti Kawali yang dipahat dengan aksara Sunda Kuno dari masa Prabu Niskala Wastu Kancana (abad ke-14).
Berbeda dengan situs di Bogor yang lebih banyak peninggalan Belanda, Astana Gede terasa Sunda banget. Ada menhir, batu tapak kaki, dan peninggalan upacara adat yang masih digunakan masyarakat lokal hingga kini.
Suasananya sunyi, hanya terdengar suara angin dan gemericik kolam tua, membuat pikiran menjadi meditatif.
Bagi warga Bogor yang terbiasa dengan kemacetan wisata lokal, Ciamis adalah jawaban atas hasrat menjelajah tanpa keramaian. Dengan jarak tempuh 5 hingga 6 jam, memang lebih jauh, namun imbalannya adalah ketenangan, udara yang murni, dan narasi sejarah yang kental.***
Editor : Eli Kustiyawati