RADAR BOGOR - Warga Bogor memang sudah tidak asing dengan udara sejuk dan pemandangan gunung. Tapi pernahkah Anda merasakan kesejukan di kaki timur Gunung Ciremai yang menawarkan wisata pegunungan dengan karakter yang benar-benar berbeda dari kawasan Puncak?
Di Kuningan, kabupaten yang terletak di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) ini memiliki.keunggulan yang tidak dimiliki oleh daerah spot wisata pegunungan lain di Jawa Barat.
Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, berdiri megah sebagai latar dari hampir setiap sudut Kabupaten Kuningan. Konsekuensinya, Kuningan sangat kaya akan wisata alam pegunungan yang sejuk, serta situs sejarah dan purbakala yang jarang ditemukan di tempat lain.
Dengan jarak tempuh sekitar 5 hingga 6 jam dari Bogor melalui Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), delapan destinasi wisata liburan di Kuningan ini sangat layak untuk Anda kunjungi . Berikut ulasan lengkapnya dilansir dari Google maps.
1. Telaga Remis
Telaga Remis adalah destinasi wisata legendaris di Kuningan yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Berupa telaga alami dengan air yang tenang dan jernih, telaga ini dikelilingi oleh hutan pinus yang sangat rapat dan hijau, pemandangan yang langsung menenangkan jiwa begitu Anda tiba di lokasi.
Nama Remis sendiri diambil dari sejenis kerang air tawar berwarna kuning yang banyak hidup di dasar telaga ini.
Suasana disini sangat kontras dengan keramaian kota, yang terdengar hanyalah desiran angin di antara pepohonan pinus, kicauan burung, dan sesekali suara ikan yang melompat di permukaan air.
Udara disini terasa sangat bersih dan sejuk, cocok untuk Anda yang ingin melepas penat tanpa harus melakukan aktivitas fisik yang berat.
Anda bisa berkeliling telaga menggunakan sepeda air atau perahu bebek sambil menikmati pemandangan hutan pinus dari tengah air. Bagi yang lebih suka aktivitas darat, trekking santai di bawah rindangnya pohon pinus.
2. Telaga Biru Cicerem
Jika Telaga Remis menawarkan ketenangan, maka Telaga Biru Cicerem menawarkan keindahan visual yang sangat dramatis dan telah menjadi destinasi paling viral di Kuningan beberapa tahun terakhir.
Sesuai dengan namanya, telaga ini memiliki air yang sangat jernih dengan gradasi warna biru tua hingga hijau toska, saking jernihnya, dasar telaga yang berbatu terlihat jelas dari permukaan.
Yang membuat Telaga Biru Cicerem semakin unik adalah koloni ikan mas dan nila berukuran sangat besar yang berenang bebas di permukaan air, bahkan sering kali mendekati tepian telaga untuk mencari makan dari tangan pengunjung.
Di tepi telaga, terdapat pohon beringin tua dengan akar-akar yang menjuntai ke air, menciptakan pemandangan yang eksotis dan sangat fotogenik.
Aktivitas utama yang paling dicari di Telaga Biru Cicerem adalah berfoto di ayunan ikonik yang menggantung di atas air. Saat Anda berayun, di bawah Anda terhampar air biru jernih dengan puluhan ikan besar berenang.
Anda juga bisa menaiki perahu kayu tradisional untuk berkeliling telaga sambil memberi makan ikan-ikan yang akan mengerumuni perahu Anda.
Bagi yang tidak ingin basah, cukup duduk santai di tepi telaga, celupkan kaki ke air yang sejuk, dan biarkan ikan-ikan kecil menggigit-gigit jari kaki Anda, sensasi terapi ikan alami yang menyenangkan.
3. Sukageuri View
Berbeda dengan dua telaga sebelumnya yang menawarkan wisata air, Sukageuri View adalah destinasi perbukitan di lereng Gunung Ciremai yang menyuguhkan pemandangan lanskap alam terbuka sejauh mata memandang.
Baca Juga: Gak Terlalu Jauh dari Bogor, Ini 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Terpopuler di Bekasi
Terletak di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, tempat ini sangat populer di kalangan anak muda dan komunitas camping karena dua momen magis, matahari terbit atau sunrise di pagi hari, dan hamparan lampu kota atau city light dari Kota Cirebon dan Kuningan di malam hari.
Saat pagi tiba, Anda akan menyaksikan matahari muncul dari balik Gunung Ciremai, menyinari lembah-lembah hijau dengan cahaya keemasan yang hangat.
Sementara di malam hari, gemerlap lampu kota dari kejauhan menciptakan pemandangan yang romantis dan menenangkan, seperti melihat bintang jatuh di permukaan bumi.
Sukageuri View telah dikelola dengan sangat baik oleh masyarakat setempat. Terdapat area bumi perkemahan atau camping ground yang luas dan rata, cocok bagi Anda yang ingin menginap di tenda sambil menikmati udara dingin pegunungan.
Baca Juga: Mudah Diakses, 4 Rekomendasi Wisata Serang Banten Ini Bisa di Coba Warga Bogor
Bagi yang tidak ingin berkemah, tersedia juga kafe-kafe kekinian yang dibangun di tepi tebing, dengan kursi-kursi nyaman dan menu makanan serta minuman hangat.
Jangan lupa untuk berfoto di berbagai spot instagramable yang telah disediakan, seperti ayunan dengan latar Gunung Ciremai, gardu pandang kayu, atau rangkaian lampu hias yang menyala di malam hari.
4. Gedung Perundingan Linggarjati
Bagi Anda yang ingin liburan sambil belajar sejarah, Gedung Perundingan Linggarjati adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Gedung bergaya kolonial Belanda yang terletak di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus ini merupakan tempat berlangsungnya Perundingan Linggarjati antara pemerintah Indonesia dan Belanda pada bulan November 1946.
Perundingan ini menghasilkan pengakuan de facto Belanda atas Republik Indonesia dengan wilayah yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura, sebuah tonggak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Di dalam gedung, tata letak meja bundar, kursi-kursi para delegasi, kamar tidur, dan dokumentasi foto para tokoh seperti Sutan Sjahrir dan Wim Schermerhorn masih dirawat dengan sangat autentik, seolah-olah waktu berhenti pada masa itu.
Suasana di Gedung Linggarjati sangat tenang dan asri. Area luar gedung dikelilingi oleh taman luas yang hijau dengan pepohonan rindang, membuat tempat ini nyaman untuk berjalan-jalan santai setelah puas menjelajahi bagian dalam gedung.
Terdapat juga museum kecil yang menyimpan berbagai artefak dan dokumen sejarah terkait perundingan. Tempat ini sangat cocok untuk wisata edukasi anak-anak dan pelajar, karena mereka bisa belajar langsung tentang sejarah kemerdekaan Indonesia di lokasi yang autentik.
Bahkan bagi orang dewasa, berjalan di lorong-lorong gedung yang penuh sejarah ini terasa seperti melakukan napak tilas perjuangan para pendiri bangsa.
5. Situs Purbakala Cipari
Jika Anda tertarik dengan sejarah yang lebih tua, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha berdiri, maka Situs Purbakala Cipari adalah destinasi yang tepat.
Terletak di Kampung Cipari, Kelurahan Cigugur, tempat ini merupakan taman purbakala situs megalitikum yang sangat terawat. Situs ini diperkirakan berasal dari zaman perunggu hingga megalitikum, atau sekitar 2.500 hingga 3.000 tahun yang lalu.
Di area terbuka seluas beberapa hektar, Anda bisa melihat langsung berbagai peninggalan seperti peti kubur batu (sarkofagus), menhir (batu tegak yang berfungsi sebagai media pemujaan), batu gelang (batu berbentuk lingkaran), serta kapak batu dan gerabah.
Tidak hanya berhenti di area terbuka, Situs Cipari juga dilengkapi dengan museum kecil yang menyimpan artefak-artefak temuan dari hasil ekskavasi di situs tersebut.
Anda bisa melihat kerangka manusia purba, perhiasan dari batu dan perunggu, serta alat-alat sehari-hari masyarakat pada masa itu.
Area situs ditata dengan sangat rapi, rumput hijau dipotong pendek, jalan setapak dari batu bata membawa Anda berkeliling dari satu koleksi ke koleksi lainnya, dan pohon-pohon rindang memberikan keteduhan.
6. Pemandian Cibulan
Pemandian Cibulan adalah salah satu objek wisata tertua di Kuningan yang sudah terkenal sejak zaman kolonial Belanda. Terletak di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, tempat ini terkenal dengan kolam pemandian air dingin alami yang airnya sangat jernih dan segar.
Namun yang membuat Cibulan benar-benar unik dan tidak ada duanya di Indonesia adalah keberadaan Ikan Dewa atau yang dalam bahasa Sunda disebut Kancra Bodas.
Ikan ini adalah jenis ikan endemik yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, warnanya putih keperakan, ukurannya bisa mencapai satu meter lebih, dan konon jumlahnya tidak pernah berkurang atau bertambah sejak zaman dahulu kala.
Masyarakat setempat percaya bahwa ikan-ikan ini adalah penjelmaan dari para leluhur atau utusan dari Kerajaan Galuh.
Aktivitas utama di Cibulan tentu saja berenang. Anda bisa masuk ke kolam yang airnya sangat dingin dan jernih, dan di dalam kolam yang sama, puluhan Ikan Dewa berenang bebas di sekitar Anda.
Beberapa ikan bahkan cukup jinak dan mau didekati. Anda bisa memberi mereka makan dengan pelet yang tersedia di lokasi, atau sekadar berfoto bersama mereka di dalam air.
Di area yang sama, terdapat juga situs Petilasan Prabu Siliwangi berupa Tujuh Sumur mata air suci yang dipercaya memiliki khasiat tertentu.
Cibulan adalah perpaduan sempurna antara wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi dalam satu tempat.
7. Sangkanurip Alami
Setelah seharian berkeliling Kuningan, tidak ada yang lebih melegakan selain berendam di pemandian air panas alami.
Sangkanurip Alami, yang terletak di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigugur, adalah kawasan wisata pemandian air panas yang airnya mengandung belerang dan yodium dalam kadar tinggi.
Air panas ini bersumber langsung dari aktivitas panas bumi Gunung Ciremai, sehingga khasiatnya untuk kesehatan kulit, melemaskan otot-otot yang tegang, dan melancarkan peredaran darah sudah tidak perlu diragukan lagi.
Berada di kawasan lereng gunung, suhu udara di sekitar Sangkanurip sangat sejuk, membuat pengalaman berendam di air panas terasa semakin nikmat.
Fasilitas di Sangkanurip cukup lengkap. Tersedia kolam air panas terbuka yang besar untuk umum, di mana Anda bisa berendam bersama keluarga atau teman-teman.
Baca Juga: 5 Wisata Ramah Anak di Bogor untuk Liburan Sekolah Juni 2026: Bebas Macet Puncak, Full Keseruan!
Bagi yang menginginkan privasi lebih, tersedia kamar mandi privat atau VIP room yang lebih tertutup. Untuk anak-anak, terdapat kolam seluncuran yang airnya sudah disesuaikan suhunya agar aman.
Di sekitar kawasan juga terdapat penginapan, restoran, dan area spa yang menawarkan layanan pijat tradisional. Anda bisa menghabiskan setengah hari hanya untuk berendam, bersantai, dan menikmati fasilitas yang tersedia.
Sangkanurip adalah tempat yang tepat untuk mengakhiri perjalanan panjang Anda sebelum kembali ke Bogor.
8. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)
Gunung Ciremai, dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.
Bagi para pendaki, Gunung Ciremai memiliki beberapa jalur pendakian resmi, salah satunya adalah Jalur Palutungan yang terletak di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.
Namun Anda tidak harus mendaki hingga puncak untuk menikmati keindahan kawasan ini. Bahkan di area basecamp Palutungan saja, Anda sudah disuguhi pemandangan yang sangat memukau, hamparan hutan pinus yang lebat dan rapi, udara yang sangat sejuk dan bersih, serta pemandangan Gunung Ciremai yang menjulang megah di kejauhan.
Salah satu daya tarik utama di kawasan Palutungan adalah Curug Putri, sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter yang memiliki mitos sebagai tempat turunnya bidadari dari kahyangan.
Airnya sangat jernih dan dingin, kolam di bawah air terjun cukup aman untuk berenang atau sekadar bermain air.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan outbound park yang menawarkan berbagai wahana seperti flying fox, jembatan tali, panjat tebing mini, dan sebagainya, cocok untuk wisata keluarga atau kegiatan gathering kantor.
Di sekitar area, terdapat deretan kafe-kafe estetik bernuansa hutan pinus yang menyajikan kopi, makanan ringan, hingga makanan berat. Anda bisa duduk di kafe sambil menikmati pemandangan hutan dan gunung.***
Editor : Eli Kustiyawati