RADAR BOGOR – Perpaduan panorama gunung dan danau menjadi daya tarik utama Gunung Seminung, salah satu destinasi wisata alam yang berada di kawasan perbatasan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.
Gunung Seminung menawarkan pengalaman mendaki dengan jalur yang relatif singkat, sekaligus menyuguhkan pemandangan Danau Ranau dari ketinggian.
Hamparan danau yang luas berpadu dengan deretan perbukitan menjadi panorama yang dapat dinikmati wisatawan selama berada di kawasan ini.
Gunung Seminung terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.880 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga menjadi salah satu tujuan bagi pencinta aktivitas pendakian dan wisata pegunungan.
Keberadaannya yang berada tepat di tepi Danau Ranau menjadi salah satu keunikan utama Gunung Seminung.
Baca Juga: Ganggu Kenyamanan, Warga Keluhkan Bau Pesing di Alun-Alun Kota Bogor
Dari area yang lebih tinggi, pengunjung dapat melihat bentangan danau dengan latar perbukitan yang mengelilingi kawasan tersebut.
Dua Jalur Pendakian Gunung Seminung
Bagi wisatawan yang ingin mencapai puncak, terdapat dua jalur pendakian yang umum digunakan.
Jalur pertama dapat ditempuh melalui Teba Pering atau Lumbok Ranau yang berada di Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat.
Jalur ini menjadi salah satu pilihan bagi pendaki yang ingin melakukan perjalanan dengan waktu relatif singkat.
Perjalanan menuju puncak melalui jalur tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Sementara jalur pendakian lainnya berada di kawasan Kota Batu atau Kotabaru, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
Dibandingkan jalur Teba Pering atau Lumbok Ranau, perjalanan melalui jalur Kota Batu membutuhkan waktu lebih lama.
Pendaki yang menggunakan jalur ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk mencapai puncak Gunung Seminung.
Perjalanan menuju jalur pendakian melalui kawasan Kota Batu juga menawarkan pengalaman tersendiri. Wisatawan dapat menikmati pemandangan di sekitar Danau Ranau.
Pada beberapa akses perjalanan, pengunjung bahkan dapat menggunakan perahu terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik awal pendakian.
Baca Juga: Sudah Diuji Coba, Double Track Bogor - Cicurug Siap Beroperasi Tahun Ini
Menikmati Panorama Danau Ranau dari Puncak Gunung Seminung
Perjalanan menuju puncak Gunung Seminung akan terbayar dengan panorama alam yang terbentang dari ketinggian.
Sesampainya di area puncak, pendaki dapat menyaksikan Danau Ranau yang terlihat membentang luas di bawah kawasan Gunung Seminung.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu alasan Gunung Seminung menarik bagi wisatawan yang menyukai wisata alam dan fotografi.
Pada pagi hari, kondisi di kawasan puncak juga dapat menyuguhkan pemandangan awan putih yang berpadu dengan cahaya matahari terbit.
Suasana tersebut menciptakan panorama yang berbeda dan menjadi momen menarik untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Tidak hanya menawarkan pemandangan danau dan perbukitan, kawasan lereng Gunung Seminung juga dikenal memiliki bunga edelweiss.
Bunga tersebut dapat terlihat bermekaran pada periode tertentu, sehingga menambah daya tarik kawasan pegunungan ini.
Wisata di Kaki Gunung Seminung
Bagi wisatawan yang belum ingin melakukan pendakian hingga ke puncak, kawasan di sekitar Gunung Seminung tetap menawarkan pilihan untuk menikmati panorama alam.
Salah satu lokasi yang dapat dikunjungi adalah Pasar Tematik Lumbok Seminung yang berada di kawasan kaki gunung.
Tempat tersebut dapat menjadi pilihan untuk bersantai sambil menikmati suasana pegunungan dan pemandangan Danau Ranau.
Baca Juga: Peralihan Status PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu, Kenali Sebab dan Jenisnya
Wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Danau Ranau untuk menikmati keindahan alam tanpa harus melakukan pendakian ke puncak Gunung Seminung.
Dengan begitu, kawasan ini dapat menjadi pilihan wisata bagi pengunjung dengan beragam minat, baik yang ingin mendaki maupun yang hanya ingin menikmati panorama alam.
Persiapan Penting Sebelum Mendaki
Wisatawan yang berencana mendaki dan berkemah di Gunung Seminung perlu mempersiapkan kondisi fisik serta perlengkapan secara matang.
Kondisi angin di sekitar puncak dapat terasa cukup kuat, khususnya pada malam hari.
Karena itu, pendaki disarankan membawa perlengkapan tidur yang memadai serta pakaian hangat untuk menghadapi suhu dan kondisi alam selama berada di kawasan pegunungan.
Dari sisi biaya, perjalanan wisata ke Gunung Seminung relatif terjangkau. Tiket masuk atau surat izin masuk kawasan konservasi (simaksi) diperkirakan mulai dari Rp15.000 per orang.
Sementara bagi wisatawan yang menggunakan transportasi perahu, biaya penyeberangan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang.
Untuk kendaraan yang ditinggalkan selama pendakian, tersedia pula tarif parkir inap. Biaya parkir diperkirakan sekitar Rp10.000 untuk sepeda motor.
Sedangkan kendaraan roda empat berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp50.000, menyesuaikan ketentuan yang berlaku di masing-masing basecamp.
Selain mempersiapkan kebutuhan selama pendakian, wisatawan juga perlu menjaga kelestarian kawasan.
Baca Juga: TPG Juli-Agustus 2026 Belum Cair Hingga 1 September? Simak Penyebab dan Solusinya
Pendaki diimbau membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan dan tidak meninggalkan sampah di jalur maupun area puncak.
Pengunjung juga perlu menghormati aturan, ketentuan, serta kepercayaan yang berlaku di tengah masyarakat sekitar kawasan Gunung Seminung.
Dengan perpaduan jalur pendakian yang relatif singkat, panorama pegunungan, hamparan Danau Ranau, hingga pemandangan awan dari ketinggian, Gunung Seminung dapat menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.
Bagi pencinta pendakian maupun wisatawan yang ingin menikmati panorama Danau Ranau dari sudut pandang berbeda, Gunung Seminung menawarkan pengalaman menikmati keindahan alam Lampung dan Sumatera Selatan dalam satu kawasan. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin