RADAR BOGOR - Bagi keluarga yang mencari destinasi wisata edukasi berbeda dari tempat rekreasi pada umumnya, Animalium yang berlokasi di dalam kawasan BRIN bisa menjadi pilihan menarik.
Berbeda dengan tempat wisata yang biasanya fokus pada wahana permainan, Animalium mengusung konsep pengenalan dunia satwa dan lingkungannya secara mendalam, sehingga anak-anak tidak hanya melihat hewan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.
Lokasi dan Akses
Animalium berada di dalam kawasan BRIN tepatnya ada di Jl. Raya Jakarta-Bogor No.KM 46, Sentul, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16911. Untuk memasuki area ini, pengunjung cukup menyampaikan tujuan kepada petugas keamanan (security) di gerbang masuk BRIN, tanpa dikenakan tiket masuk khusus untuk memasuki kawasan.
Baca Juga: Tren Wisata Bergeser, Kebun Raya Bogor Andalkan Experience Tourism
Setelah melewati gerbang, pengunjung tinggal mengikuti petunjuk arah menuju bangunan Animalium.
Tentang Animalium
Animalium merupakan pusat riset dan edukasi satwa yang berada di bawah naungan BRIN.
Konsep yang diusung lebih mengarah pada wisata edukasi dan sains, di mana pengunjung diajak mengenal dunia hewan (kingdom animalia) secara mendalam, mulai dari pengelompokan, karakteristik, hingga cara hewan beradaptasi dengan lingkungannya.
Baca Juga: Pantai Menganti Kebumen, Pesona Pasir Putih dan Tebing Karst di Pesisir Selatan Jawa
Harga Tiket Masuk
Harga tiket masuk Animalium berlaku sama setiap hari, baik weekday maupun weekend, yaitu Rp50.000 per orang untuk dewasa maupun anak-anak (belum termasuk buklet/buku panduan).
Tiket dapat dibeli secara online melalui tautan di akun Instagram resmi, maupun secara langsung (on the spot) di lokasi.
Tersedia pula opsi tambahan untuk kegiatan feeding atau memberi makan satwa dengan biaya masing-masing Rp15.000.
Baca Juga: Diamond Beach, Pesona Pantai dengan Tebing Kapur dan Laut Biru yang Memukau
Aturan Kunjungan
Sebelum memasuki area utama, pengunjung akan diberikan penjelasan mengenai aturan yang berlaku, di antaranya:
Terdapat total 18 area yang harus dilalui hingga kunjungan dinyatakan selesai.
Pengunjung tidak diperbolehkan makan di dalam area, namun diperbolehkan membawa minuman.
Baca Juga: Staycation di Hambalang Serasa Kabur dari Kota, De Boekit Villas Tawarkan View Pegunungan Bogor
Dilarang menyentuh patung hewan maupun hewan asli, kecuali pada layar interaktif yang memang dirancang untuk disentuh.
Kegiatan feeding satwa bisa dibeli di kasir maupun di dalam area.
Area 1: Kingdom Animalia
Begitu memasuki Animalium, pengunjung akan diperkenalkan pada dunia hewan secara umum melalui area Kingdom Animalia.
Baca Juga: Pantai Pandawa, Pesona Pantai Pasir Putih di Balik Tebih Kapur Megah
Di sini, pengunjung belum langsung bertemu hewan hidup, melainkan diperkenalkan pada berbagai kelompok satwa seperti Aves (burung), Invertebrata, Reptil, dan lainnya.
Area ini dilengkapi dengan lampu interaktif yang menyala sesuai kelompok hewan yang dipilih, patung-patung hewan, serta layar besar berisi informasi lengkap taksonomi hewan (kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, spesies) beserta peta biogeografi penyebarannya.
Area 2: Aves (Kelompok Burung)
Baca Juga: Museum Catur Indonesia Bekasi, Wisata Edukasi dengan Konsep Living Museum dan Papan Catur Raksasa
Area ini mengenalkan berbagai jenis burung secara lebih mendalam, mulai dari ukuran tubuh, bentuk paruh, sayap, hingga kaki yang disesuaikan dengan fungsi dan habitatnya masing-masing.
Salah satu koleksi menarik adalah replika burung teror (terror bird), burung prasejarah berukuran besar yang sudah punah.
Area Aves terbagi menjadi dua lantai. Di lantai atas, pengunjung dapat mempelajari:
Baca Juga: Hidden Gem di Hambalang! De Boekit Coffee Tawarkan Kulineran dengan View Pegunungan Bogor
- Informasi migrasi burung antarnegara
- Contoh berbagai bentuk sayap burung dari kecil hingga besar
- Bentuk paruh burung yang bervariasi sesuai jenis makanannya
- Koleksi telur burung dari berbagai ukuran
- Jenis-jenis bulu burung
Baca Juga: Hidden Gem di Hambalang! De Boekit Coffee Tawarkan Kulineran dengan View Pegunungan Bogor
- Bentuk kaki burung yang disesuaikan dengan fungsinya (bertengger, berjalan, atau menangkap mangsa)
- Ruang suara burung, di mana pengunjung bisa memilih jenis burung pada layar dan mendengarkan suara aslinya
Aviari Paruh Bengkok
Area ini didesain menyerupai habitat asli burung berparuh bengkok seperti nuri dan kakaktua.
Baca Juga: Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi, Waterpark dengan Beragam Wahana Seru untuk Keluarga
Paruh yang kuat dan melengkung pada kelompok burung ini berfungsi untuk memecah, menggigit, dan mengupas makanan.
Burung-burung ini juga dikenal memiliki kemampuan belajar yang baik, termasuk kemampuan meniru suara di sekitarnya.
Perlu dicatat, kondisi burung di area aviari bisa berubah-ubah, terkadang terlihat jelas, namun ada kalanya sulit ditemukan karena sedang bersembunyi atau berada di posisi yang tidak terlihat.
Baca Juga: Villa Favore Puncak, Villa Baru Mewah dengan Infinity Pool dan View 180 Derajat ke Gunung Pangrango
Habitat Burung Berdasarkan Lingkungan
Selain mengenal jenis burung, area ini juga menjelaskan berbagai habitat tempat burung hidup, seperti persawahan dan laut lepas, lengkap dengan contoh jenis burung yang tinggal di masing-masing habitat tersebut. Terdapat pula fasilitas komputer interaktif untuk eksplorasi informasi lebih lanjut.
Aviari Lantai Hutan
Area ini menggambarkan ekosistem lantai hutan, yaitu bagian paling bawah hutan yang dekat dengan permukaan tanah, lengkap dengan tumbuhan, daun gugur, dan ranting. Di sini pengunjung dapat menemukan jenis burung yang lebih banyak beraktivitas di permukaan tanah dibandingkan terbang tinggi di pepohonan.
Baca Juga: Curug Arca Sukamakmur, Air Terjun Cantik dengan Tiket Masuk Murah dan Fasilitas Penginapan
Salah satu daya tarik utama di area ini adalah burung merak dengan bulu ekor yang indah dan berwarna-warni. Menariknya, burung merak jantan justru memiliki bulu yang lebih cantik dibandingkan betina, karena berfungsi untuk menarik perhatian pasangan.
Aviari Aliran Sungai
Area ini mengenalkan ekosistem di sekitar aliran sungai, menunjukkan pentingnya keberadaan air bagi kehidupan burung, baik sebagai sumber minum, tempat mencari makan, maupun berlindung.
Pada saat kunjungan berlangsung, pengunjung sempat menyaksikan momen pemberian makan burung secara langsung oleh petugas, yang menjadi pengalaman menarik bagi anak-anak untuk melihat interaksi burung secara nyata.
Baca Juga: Pin Cafe Puncak, Kafe dengan View Kebun Teh, Bebas Tiket Masuk dan Ramah Keluarga
Kesan Umum Berkunjung ke Animalium
Secara keseluruhan, Animalium dinilai memberikan pengalaman edukasi yang lengkap dan mendalam mengenai dunia satwa, khususnya kelompok burung.
Setiap area dilengkapi dengan informasi detail yang disajikan secara menarik melalui kombinasi patung, layar interaktif, dan penjelasan tertulis, sehingga anak-anak tidak hanya melihat hewan secara sekilas, tetapi juga memahami karakteristik, habitat, dan cara hidup mereka.
Tips Berkunjung
Baca Juga: The Pinewood Lodge and Organic Farm Cisarua Puncak, Hotel Bernuansa Eropa yang Sejuk dan Ramah Anak
- Datang lebih pagi untuk menghindari keramaian, terutama saat akhir pekan.
- Siapkan waktu cukup lama karena terdapat 18 area yang perlu dijelajahi hingga tuntas.
- Bawa air minum karena minuman diperbolehkan, namun makanan tidak boleh dibawa masuk.
- Manfaatkan sesi feeding satwa untuk pengalaman interaksi langsung dengan hewan.
- Perhatikan bahwa stroller tidak dapat dibawa masuk ke beberapa area aviari tertentu.
Baca Juga: Le Samping Pamijahan Bogor, Penginapan Saung Bambu di Pinggir Sungai dengan View Sawah
Animalium BRIN menjadi destinasi wisata edukasi yang tepat bagi keluarga yang ingin mengenalkan dunia satwa kepada anak-anak secara mendalam, khususnya kelompok burung dengan berbagai habitatnya.
Dengan konsep yang menggabungkan riset, sains, dan edukasi interaktif, tempat ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus berkesan bagi seluruh anggota keluarga.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Cerita Gage