438 Ribu KPM Exclude Dimutakhirkan! Cek Desil dan Status Bansos PKH BPNT Terbaru

RADAR BOGOR - KPM yang sebelumnya mengalami penghentian bantuan sosial (bansos) PKH atau BPNT karena kenaikan desil kini memiliki peluang untuk kembali masuk dalam proses penyaluran. Pemutakhiran data terbaru disebut telah dilakukan sehingga sebagian KPM exclude mulai mengalami perubahan status.
Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 6 September 2026, dalam pembaruan tersebut, sekitar 438.000 KPM secara nasional disebut telah dimutakhirkan kembali datanya. Proses ini berkaitan dengan hasil pemeringkatan kesejahteraan yang dapat membuat desil sebagian KPM kembali turun.
Jika sebelumnya masuk desil 5 sampai 10, sebagian penerima dapat kembali berada pada desil yang lebih rendah dan selanjutnya diproses untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Baca Juga: Ini Tujuan, Prinsip, dan Jenis Bantuan PIP Dikdasmen Tahun 2026
Desil Turun, Bansos Berpeluang Diaktifkan
Penurunan desil menjadi salah satu perubahan yang perlu diperhatikan KPM exclude. Ketika data terbaru menunjukkan kondisi penerima kembali memenuhi kriteria, status bansos dapat diproses kembali. Bahkan, terdapat KPM yang datanya sudah mulai masuk dalam proses data bayar.
Namun, reaktivasi ini tidak berlaku untuk semua KPM exclude yang sebelumnya dihentikan. Kebijakan tersebut ditujukan bagi penerima yang tereksklude karena kenaikan desil. KPM yang dihentikan akibat faktor lain, seperti penyalahgunaan bantuan atau bantuan tidak digunakan sesuai peruntukan, tidak termasuk dalam proses ini.
Sebagian Data Sudah Masuk Tahap SPM
Proses penyaluran data hasil pemutakhiran dilakukan secara bertahap. Di sejumlah wilayah, terdapat KPM yang sudah memasuki tahap pengecekan rekening, sementara sebagian lainnya telah mencapai status SPM atau Surat Perintah Membayar.
Meski demikian, status SPM belum berarti saldo sudah masuk pada saat yang sama karena masih ada tahapan administrasi sebelum dana benar-benar disalurkan.
KPM juga mungkin masih melihat status periode sebelumnya, seperti April, Mei, dan Juni. Hal ini dapat terjadi karena pembaruan data bayar untuk periode Juli-September dilakukan secara bertahap.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




