Kisah Sukses Penurunan Desil, Kini Berstatus SPM dan Berpeluang Terima Bansos Lagi

RADAR BOGOR - Bagi masyarakat yang sudah berusaha menurunkan desil namun belum kunjung berhasil, ada baiknya menyimak kisah nyata yang dibagikan oleh Achmad Haris Efendy selaku pendamping PKH.
Ia membagikan pengalaman pendampingannya terhadap sebuah keluarga yang berhasil melakukan penurunan desil, hingga kini statusnya sudah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar, yang menandakan keluarga tersebut berpotensi kembali menerima bansos.
Berikut ini kisah penurunan desil bansos yang dilakukan Pendamping PKH Ahmad Haris Efendy yang dibagikan dalam YouTube Ach Haris Efendy.
Baca Juga: Bansos BPNT Rp600 Ribu dan PKH Rp1,35 Juta Mulai Masuk KKS
Awal Mula Kendala Desil Tinggi
Menurut penuturan Achmad Haris Efendy, kasus ini bermula dari sebuah keluarga yang sebelumnya merupakan penerima bansos PKH dan BPNT.
Namun pada tahun 2026, bantuan tersebut tidak dapat cair karena adanya aturan baru yang menetapkan penerima PKH dan BPNT harus berada pada desil 1 sampai desil 4, sementara penerima BPJS Kesehatan gratis atau PBI maksimal berada di desil 5.
"Keluarga ini yang bersangkutan tercatat pada sistem SIKS-nya itu adalah desil 7," ujar Achmad Haris Efendy.
Akibat tercatat pada desil 7 dalam sistem DTSEN, bantuan PKH dan BPNT keluarga tersebut tidak bisa cair pada tahun 2026, meskipun kondisi ekonomi keluarga tersebut sebenarnya tergolong prasejahtera.
Proses Verifikasi Lapangan
Setelah keluarga tersebut berkonsultasi baik ke pendamping maupun ke pihak desa atau kelurahan, Achmad Haris Efendy bersama pihak terkait melakukan cross check atau verifikasi langsung ke lapangan.
"Dari RT setempat, dari pendamping, dari desa atau kelurahan setempat itu sepakat untuk melakukan perbaikan data karena memang di lapangan ditemukannya bersangkutan ini memang prasejahtera," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi keluarga tersebut seharusnya masuk dalam kategori desil 1 sampai desil 4, namun karena data yang tercatat pada DTSEN menunjukkan desil 7, proses perbaikan data pun mulai dilakukan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




