Nama KPM Hilang dari Daftar Bansos PKH BPNT, Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 periode Oktober-Desember 2026 masih berkaitan dengan proses verifikasi dan validasi ulang data penerima atau nama KPM. Hingga akhir Oktober, pencairan belum berlangsung serentak secara masif karena pemutakhiran data masih berjalan.
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Senin, 26 Oktober 2026, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perlu memastikan data kependudukan dan kondisi keluarga sesuai ketentuan. Selain itu, terdapat rencana pembukaan rekening gratis bagi sekitar 25 juta warga desil 1-4 berusia di atas 17 tahun, dengan mekanisme terpisah dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih.
Penyebab Nama KPM Keluar dari Daftar Penerima Bansos
Ada beberapa kondisi yang dapat memengaruhi kelayakan penerima PKH dan BPNT setelah proses pemeriksaan data.
1. Kondisi Ekonomi Meningkat
Nama penerima bisa dicoret dari daftar bansos jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi kesejahteraannya meningkat sehingga tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.
2. Data Kependudukan atau Pekerjaan Tidak Sesuai
Pemeriksaan dapat menemukan anggota keluarga yang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, atau Polri. Data penghasilan melalui BPJS Ketenagakerjaan juga dapat menjadi salah satu informasi yang diperiksa dalam proses verifikasi.
3. Komponen PKH Tidak Lagi Memenuhi Syarat
Kelayakan PKH berkaitan dengan komponen keluarga, seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Contohnya, anak telah lulus SMA dan tidak ada komponen lain yang memenuhi persyaratan dalam keluarga tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




