Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji Aman, Hati Gelisah? Ini Jebakan Finansial Kelas Menengah

S
Penulis: Siti Dewi Yanti❯
Gaji masih aman, tapi kecemasan saat membayangkan masa depan.
Gaji masih aman, tapi kecemasan saat membayangkan masa depan.

Advertisement

RADAR BOGOR - Penghasilan rutin, pekerjaan tetap, dan cicilan yang selalu terbayar sering dianggap sebagai tanda kehidupan finansial yang aman. 

Namun, di balik kondisi yang tampak stabil itu, tidak sedikit orang yang justru menyimpan kecemasan ketika membayangkan masa depan.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga biaya kesehatan yang datang tiba-tiba bisa mengubah rasa aman menjadi tekanan. 

Situasi ini menunjukkan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan hari ini belum tentu menjamin ketahanan finansial untuk menghadapi hari esok.

Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto, menyoroti pola pikir keuangan yang membuat sebagian masyarakat kelas menengah rentan menghadapi perubahan ekonomi. 

Advertisement

Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya penghasilan, tetapi juga cara seseorang memaknai keamanan finansial dan mengambil keputusan terkait uang.

Ketika Penghasilan Stabil Belum Menjamin Ketenangan

Bagi banyak keluarga kelas menengah, memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan penghasilan bulanan merupakan pencapaian yang patut disyukuri. 

Namun, berbagai kewajiban yang menyertai pencapaian tersebut, dapat menjadi beban ketika sebagian besar pendapatan sudah dialokasikan untuk pengeluaran rutin.

Cicilan rumah, angsuran kendaraan, biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga, dan tuntutan sosial menyerap porsi penghasilan setiap bulan. 

Akibatnya, ruang untuk menabung, membangun dana darurat, atau mengembangkan aset produktif menjadi terbatas.

Advertisement
Editor : Siti Dewi Yanti
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Kata Menkeu

Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Kata Menkeu

Menkeu Suahasil Nazara menegaskan gaji PNS tetap ditransfer seperti biasa di tengah usulan penyaluran gaji ASN lewat Kopdes Merah Putih.

Dedi Aroza Dukung Instruksi Presiden PKS Potong Gaji, Bantu Warga Terdampak Karhutla

Dedi Aroza Dukung Instruksi Presiden PKS Potong Gaji, Bantu Warga Terdampak Karhutla

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, Dedi Aroza mendukung Presiden PKS memotong gaji demi membantu warga terdampak karhutla.

Terkesan Buru-buru, Ini 3 Risiko Utama Jika Gaji PNS Disalurkan via Kopdes di 2026

Terkesan Buru-buru, Ini 3 Risiko Utama Jika Gaji PNS Disalurkan via Kopdes di 2026

Ramai dibahas terkait gaji PNS yang akan disalurkan via Koperasi Desa Merah Putih mulai 2026 ini. Rencana terburu-buru ini menuai sorotan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer