
RADAR BOGOR - Saldo rekening yang menipis, mungkin tidak terasa mengkhawatirkan ketika pekerjaan masih berjalan dan gaji berikutnya tinggal menunggu waktu.
Namun, situasinya bisa berubah drastis ketika anggota keluarga jatuh sakit, kendaraan rusak, atau penghasilan tiba-tiba terhenti.
Dalam kondisi seperti itu, persoalannya bukan hanya berapa banyak uang yang tersisa, tetapi seberapa lama keluarga mampu bertahan tanpa pemasukan.
Bagi rumah tangga dengan penghasilan terbatas, satu kejadian tak terduga dapat memaksa mereka menguras tabungan, menggunakan kartu kredit, atau mencari pinjaman untuk menutup kebutuhan mendesak.
Risiko tersebut, kerap luput dari perhatian karena sebagian orang menganggap keamanan finansial baru bisa dibangun setelah memiliki tabungan besar.
Padahal, perlindungan keuangan justru penting ketika kemampuan menanggung kerugian masih terbatas.
Praktisi keuangan sekaligus Wakil Rektor III Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Rizki Riyanto menjelaskan, salah satu pendekatan yang dapat diterapkan keluarga berpenghasilan terbatas adalah membangun sistem keuangan secara bertahap.
"Prioritasnya mencakup perlindungan terhadap risiko besar, penyediaan dana darurat, dan pengelolaan uang untuk kebutuhan jangka panjang," jelasnya kepada Radar Bogor, Rabu 28 Oktober 2026.
1. Siapkan Perlindungan Sebelum Risiko Datang
Ketika penghasilan terbatas, kehilangan uang dalam jumlah besar dapat berdampak lebih berat dibandingkan pada keluarga yang memiliki cadangan keuangan memadai.
Karena itu, langkah pertama bukan mengejar keuntungan investasi, melainkan mengurangi dampak risiko yang berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




