Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Order Melonjak saat Ramadhan, Produksi Roti Konde Ka Nung Kota Bogor Naik Hampir Dua Kali Lipat

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:49 WIB

Karyawan Ka Nung Bogor menyiapkan adonan roti konde di dapur produksi, Jalan Sadane Empang, Bogor Selatan, Rabu 25 Februari 2026.
Karyawan Ka Nung Bogor menyiapkan adonan roti konde di dapur produksi, Jalan Sadane Empang, Bogor Selatan, Rabu 25 Februari 2026.

RADAR BOGOR – Permintaan roti konde produksi Ka Nung Bogor melonjak signifikan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Usaha kuliner legendaris roti konde yang berbasis di Jalan Sadane Empang, Bogor Selatan itu mencatat kenaikan kapasitas produksi hingga hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

Owner Ka Nung Bogor, Cholid Askar mengungkapkan, momentum Ramadhan selalu menjadi periode paling sibuk bagi usaha roti konde miliknya.

Produk andalan berupa roti konde menjadi buruan masyarakat untuk menu berbuka puasa maupun stok makanan beku di rumah.

“Alhamdulillah, kapasitas produksi untuk bulan Ramadhan meningkat hingga sekitar satu setengah kali lipat dibandingkan hari biasa, khususnya untuk roti konde,” ujarnya saat wawancara, Rabu 25 Februari 2026.

Pada hari normal, kata dia, produksi roti konde mencapai sekitar 1.000 pieces per hari atau lebih dari 30 ribu pieces per bulan.

Memasuki Ramadhan, angka tersebut dipastikan meningkat signifikan mengikuti lonjakan permintaan pasar.

Usaha Ka Nung Bogor sendiri memiliki sejarah panjang. Pria 61 tahun inimenceritakan, bisnis ini dirintis oleh sang ibu, Nur, pada 1974 dari industri rumahan sederhana setelah sang ayah wafat.

Saat itu, sang ibu harus menghidupi enam anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dari dapur rumah, Ibu Nur memproduksi dan menjual roti cane demi menyambung hidup keluarga.

“Untuk mengabadikan perjuangan beliau, usaha ini saya beri nama Ka Nung Bogor. Nung itu dari panggilan akrab ibu saya,” tuturnya.

Memasuki 2002, Cholid mulai memformalkan usaha keluarga tersebut. Ia mengurus berbagai aspek legalitas, mulai dari perizinan Badan POM, sertifikasi halal, hingga perlindungan hak paten merek.

Nama roti konde sendiri dipilih sebagai identitas khas Bogor. Meski secara umum dikenal sebagai roti canai atau roti maryam, Ka Nung mempopulerkan istilah baru yang terinspirasi dari bentuk adonan.

“Disebut roti konde karena bentuknya melingkar seperti konde. Hak patennya juga sudah kami pegang dan sekarang sudah masuk periode ketiga,” jelasnya.

Kini, produk Ka Nung tidak hanya roti konde. Mereka juga memproduksi sambosa, martabak, risol, hingga asidah khas Timur Tengah.

Sistem penjualan mengusung konsep frozen food, sehingga produk bisa dikirim ke berbagai daerah.

Untuk pasar lokal, pelanggan umumnya datang langsung ke toko yang juga dilengkapi kafe. Sementara untuk luar kota, pemesanan dilayani melalui berbagai platform e-commerce serta layanan pesan-antar makanan.

Di balik pertumbuhan bisnisnya, Ka Nung Bogor juga dikenal aktif memberdayakan pekerja penyandang disabilitas. Saat ini terdapat 11 karyawan, sebagian di antaranya merupakan lulusan sekolah luar biasa.

Cholid mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial karena masih banyak difabel yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Mereka ini sudah lulus sekolah, tapi sering tidak ada perusahaan yang mau menampung. Jadi kami tampung di sini untuk bekerja dan belajar,” ujarnya.

Para pekerja difabel biasanya menjalani masa pelatihan dan kerja selama enam bulan hingga satu tahun sebelum memiliki bekal keterampilan untuk melanjutkan karier.

Selain aspek sosial, Ka Nung juga mengusung prinsip ramah lingkungan. Sejak 2022, proses produksi siang hari telah memanfaatkan panel surya sehingga konsumsi listrik menjadi lebih efisien dibanding hanya mengandalkan PLN.

Usaha ini juga menerapkan program pengurangan plastik. Berkat berbagai inovasi tersebut, Ka Nung Bogor pernah meraih penghargaan UKM Terbaik Kota Bogor serta mendapat apresiasi dari perusahaan tepung terkemuka di Indonesia.

Meski telah berkembang pesat dan memiliki ribuan pelanggan, Cholid menegaskan pihaknya masih menjadi pionir roti konde di Kota Bogor sejak dirintis pada 1974.

Ke depan, Ka Nung Bogor berencana memperluas jaringan usaha melalui skema waralaba. Saat ini, toko dan kafe masih terpusat di lokasi milik sendiri di kawasan Empang. “Insya Allah ke depan kami ada rencana membuka franchise,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Roti Konde #ramadhan