
RADAR BOGOR - Pernah tidur berjam-jam, tetapi ketika bangun tubuh justru terasa lelah dan pikiran belum sepenuhnya segar?
Sebaliknya, ada kalanya bangun tidur terasa lebih ringan dan bersemangat setelah malam yang terasa lebih nyenyak.
Pengalaman tersebut menunjukkan, istirahat yang baik tidak hanya berkaitan dengan lamanya seseorang memejamkan mata.
Keteraturan jadwal, kualitas tidur, kondisi lingkungan, hingga kebiasaan sebelum beristirahat juga memiliki peran penting.
Karena itu, memperbaiki pola tidur tidak cukup hanya dengan menghitung berapa jam waktu yang dihabiskan di tempat tidur.
Tubuh membutuhkan kebiasaan yang konsisten, agar jam biologis dapat bekerja lebih teratur.
Praktisi pendidikan yang juga Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Dr. Arsyad menjelaskan, pentingnya membangun pola istirahat yang lebih teratur melalui kebiasaan sederhana, mulai dari pagi hari hingga menjelang tidur malam.
Menurutnya, tidur berkualitas perlu dipersiapkan sejak seseorang bangun pagi.
Kebiasaan yang dilakukan sepanjang hari akan membantu tubuh mengenali waktu untuk beraktivitas dan waktu untuk beristirahat.
1. Jangan Hanya Menghitung Jam, Perhatikan Ritme Tidur
Banyak orang menjadikan durasi tidur sebagai satu-satunya ukuran istirahat yang cukup.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




