KPM Wajib Pahami Pentingnya Menjaga Identitas Kependudukan Agar Bansos Lancar Cair

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 05:53 WIB
Ilustrasi pendaftaran bansos menggunakan kartu identitas KTP (YouTube Pusdatin Kesos)
Ilustrasi pendaftaran bansos menggunakan kartu identitas KTP (YouTube Pusdatin Kesos)

RADAR BOGOR - Bagi para penerima bantuan sosial (bansos) PKH maupun BPNT Sembako, ada satu hal penting yang perlu dijaga dengan baik agar pencairan bantuan ke depannya tetap lancar, yaitu identitas kependudukan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Achmad Haris Efendy, seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam YouTube Ach Haris Efendy, berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukannya.

Berikut ini penjelasan lengkap hal yang penting untuk dijaga oleh para KPM bansos. 

Baca Juga: Bantuan Komplementer PIP Rp1,8 Juta Cair September 2026, Cek Statusmu Sekarang

Identitas Kependudukan Terintegrasi dengan Banyak Sistem

Menurut Achmad Haris Efendy, di era yang semakin canggih ini, identitas kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah terintegrasi dengan banyak data dan sistem, sehingga penting untuk dijaga dengan baik.

"Saat ini zaman sudah semakin canggih. Kita sudah bisa melacak nomor NIK, nomor KTP, nomor kependudukan itu dia punya aset apa saja dan lokasi rumahnya di mana dan sebagainya, itu bisa terlacak hanya dengan nomor KTP," jelasnya.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Validasi Cair Awal September 2026, Ini Ciri Penerimanya

Ia menambahkan bahwa dengan identitas KTP dan KK, seseorang bisa melakukan banyak hal terkait sistem keuangan, seperti membuka rekening bank digital, e-wallet, hingga mengajukan pinjaman daring.

"Dengan nomor KTP kan kita bisa juga membuka rekening baru seperti e-wallet ataupun bank, atau bahkan untuk pinjaman daring juga bisa dengan KTP," ungkapnya.

Bansos Berbasis NIK, Waspadai Temuan Sistem yang Merugikan

Baca Juga: Awal September 2026 Bansos PKH BPNT Tahap 3 Cair, Cek Status Kepesertaan Segera

Achmad Haris Efendy menegaskan bahwa saat ini penyaluran bansos juga berbasis nomor induk kependudukan atau NIK.

Sehingga, jika terjadi temuan mencurigakan secara sistem, seperti aktivitas game online terlarang atau pembelian aset tertentu, hal ini bisa berpengaruh langsung terhadap bantuan sosial yang diterima.

"Jika terjadi temuan-temuan secara sistem, di mana Anda itu adanya seperti kemarin, game online terlarang ataupun membeli suatu aset, itu akan terbaca sehingga nanti akan berpengaruh kepada bansos atau bantuan sosial yang Anda terima," terangnya.

Baca Juga: Jangan Khawatir, KPM Exclude Masih Punya Kesempatan Terima Bansos Lewat Pembaruan Data Desil

Fakta Lapangan: Identitas Disalahgunakan Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Dari hasil temuan di lapangan, Achmad Haris Efendy mengungkap bahwa ada beberapa penerima bansos yang bahkan tidak memiliki handphone, namun identitas kependudukannya digunakan oleh pihak lain untuk berbagai keperluan.

"Ternyata identitas kependudukannya sempat digunakan oleh orang lain untuk mendaftar akun bank digital, untuk pinjaman daring, untuk mendaftar listrik, untuk membeli kendaraan roda empat, atau untuk membeli tanah dan sebagainya," jelasnya.

Baca Juga: Merasa Layak Dapat PKH atau BPNT tapi Belum Terdaftar? Begini Cara Mengusulkan Diri Lewat Cek Bansos

Cara Membedakan Petugas Resmi dan Modus Penyalahgunaan Data

Achmad Haris Efendy memberikan panduan bagi masyarakat untuk lebih waspada ketika ada pihak yang mengaku sebagai petugas dan meminta data pribadi seperti KTP maupun foto selfie sambil memegang KTP.

"Anda tanya dulu, petugas apakah itu, ataukah pendamping, ataukah petugas sensus, atau siapa gitu, dan digunakan untuk apa identitasnya. Harus diperjelas dulu," pesannya.

Baca Juga: Bansos Tambahan Rp400 Ribu Ramai di Media Sosial, KPM Jelaskan Fakta di Lapangan

Ia menjelaskan bahwa jika data digunakan untuk keperluan pendataan rutin oleh RT, RW, atau kelurahan, hal tersebut aman-aman saja.

Namun, masyarakat perlu curiga jika data KTP diminta untuk keperluan pembelian kendaraan bermotor, pendaftaran listrik berdaya besar, pinjaman daring, atau pembukaan rekening bank digital.

"Itu perlu dicurigai karena ternyata ada beberapa kasus yang identitasnya itu dibuat untuk membuat bank digital atau bank online. Berikutnya nanti bank digital ini untuk top up ke situs-situs game online terlarang. Kan nanti yang rugi adalah yang punya identitas, bukan yang melakukan," tegasnya.

Baca Juga: KKS Berpotensi Bertambah! 8 Bansos Cair September 2026, PKH BPNT hingga BLT Dana Desa

Pesan Penting untuk Pencairan Tahap Selanjutnya

Sebagai penutup, Achmad Haris Efendy mengingatkan seluruh penerima bansos, khususnya yang berada di desil 1 sampai 4, untuk selalu menjaga identitas kependudukan dengan baik demi kelancaran pencairan bansos di tahap 4 tahun 2026 maupun tahap 1 tahun 2027.

"Silakan jaga dengan baik-baik KTP dan KK Bapak Ibu semua ya, agar nanti bantuannya bisa lancar cair ke depannya," pungkasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
identitas kependudukan bantuan sosial bpnt bansos pkh