RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) exclude atau tidak menerima bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT karena kenaikan desil kesejahteraan berpeluang kembali mendapatkan bansos. Pemutakhiran data terbaru membuat sebagian KPM exclude yang sebelumnya masuk desil 5 hingga 10 kembali mengalami perubahan peringkat.
Dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Sabtu, 5 September 2026, bahwa sekitar 438.000 KPM disebut terdampak kondisi tersebut pada penyaluran tahap ketiga periode Juli, Agustus, dan September. Setelah data kesejahteraan diperbarui, sebagian penerima yang sebelumnya mengalami kenaikan desil kembali tercatat pada desil yang lebih rendah, bahkan ada yang kembali ke desil 1.
Baca Juga: Bank bjb Kantor Cabang Pangandaran Resmi Beroperasi, Optimistis Garap Potensi Wisata hingga UMKM
Status Bantuan Mulai Diaktifkan Kembali
Perubahan data tersebut membuat bantuan bagi KPM yang memenuhi kriteria dapat kembali berstatus aktif. Data pembayaran juga mulai diproses melalui bank penyalur.
Di sejumlah daerah, sebagian KPM bahkan dilaporkan sudah melihat perubahan status menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar.
“Beberapa daerah bahkan melaporkan ada yang sudah berhasil cek rekening, statusnya berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar), dan tinggal menunggu jadwal pencairan dana,” jelas narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Baca Juga: Kenapa TPG Agustus Belum Cair hingga September Padahal SKTP Sudah Terbit? Ini Penyebabnya
Status ini menunjukkan proses pembayaran telah masuk ke tahap berikutnya, meskipun waktu pencairan tetap dapat berbeda karena mengikuti proses penyaluran masing-masing bank dan wilayah.
Tidak Semua KPM Exclude Bisa Diaktifkan
Pengaktifan kembali ini khusus bagi KPM yang sebelumnya exclude akibat kenaikan desil kesejahteraan. KPM yang dikeluarkan atau diblokir karena persoalan lain tidak otomatis mendapatkan perlakuan yang sama.
Termasuk KPM yang terkena penonaktifan akibat dugaan penyalahgunaan bantuan atau indikasi bantuan tidak sesuai peruntukan. Karena itu, alasan seseorang berstatus exclude perlu diperhatikan sebelum menyimpulkan bahwa bantuan akan kembali cair.
Baca Juga: Bansos BLT Dana Desa Rp900 Ribu Cair 3 Bulan, Ini Daerah yang Menyalurkan
PIP SMP dan SMA Masih Disalurkan
Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SMP dan SMA juga masih berlangsung. Peserta yang telah melakukan aktivasi rekening Simpanan Pelajar (SimPel) pada Juni mulai menerima pencairan secara bertahap melalui rekening atau kartu KIP.
Waktu pencairan dapat berbeda antarpenerima sehingga peserta perlu memastikan rekening yang digunakan untuk penyaluran tetap aktif dan sesuai dengan data penerima.
PKH dan BPNT Validasi Baru Tetap Bergantung Kuota
Penyaluran bagi penerima hasil validasi baru PKH dan BPNT juga masih berjalan. Namun, masuk desil 1 atau 2 tidak otomatis membuat seseorang langsung menjadi penerima bantuan.
Baca Juga: Maulid Nabi di Ponpes Al Ihsan Baron Bogor, Cinta Rasul Didorong Jadi Teladan
Ketersediaan kuota tambahan di masing-masing wilayah tetap menjadi salah satu faktor penentu. Jika kuota masih tersedia dan calon penerima memenuhi kriteria, nama tersebut dapat diproses.
Sebaliknya, apabila kuota sudah penuh, calon penerima belum tentu dapat ditambahkan meskipun berada pada desil rendah.
Dengan demikian, KPM yang sebelumnya exclude karena kenaikan desil dapat kembali memantau perubahan status setelah pemutakhiran data. Sementara itu, proses pencairan tetap bergantung pada tahapan administrasi dan penyaluran di masing-masing wilayah.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Cek Bansos