RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH validasi by system terpantau mulai masuk pada 9 September 2026. Penyaluran ini terutama menyasar KPM pengguna KKS Bank Mandiri, khususnya pemegang kartu keluaran baru periode Mei 2026. Sejumlah KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT atau sempat mengalami gagal salur pada tahap sebelumnya kini terpantau memperoleh tambahan bantuan PKH setelah proses validasi data.
Dikutip dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Rabu, 9 September 2026, bahwa KPM yang mendapatkan PKH validasi by system merupakan penerima yang dalam data keluarganya tercatat memiliki komponen yang sesuai, seperti anak balita atau anak sekolah.
Dengan adanya pemutakhiran dan pencocokan data, sebagian KPM BPNT murni dapat masuk sebagai penerima PKH apabila komponen keluarganya memenuhi ketentuan. Karena itu, penerimaan PKH validasi tidak berarti seluruh KPM BPNT otomatis akan mendapatkan tambahan bantuan.
Baca Juga: Deliquesce Villa Duta Bogor, Surga Dessert dan Cake Korea yang Estetik
Besaran saldo yang masuk ke rekening juga berbeda-beda. Berdasarkan nominal yang terpantau, pencairannya antara lain sebagai berikut:
- Rp1.500.000, untuk kategori tertentu atau akumulasi komponen yang cukup besar pada KPM peralihan maupun penerima hasil validasi baru yang datanya telah padan.
- Rp975.000, bagi KPM dengan komponen anak balita dan anak SD. Rinciannya Rp750.000 untuk balita dan Rp225.000 untuk anak SD.
- Rp750.000, bagi KPM yang memiliki komponen anak balita.
- Rp450.000, bagi KPM dengan dua anak sekolah tingkat SD, masing-masing sebesar Rp225.000.
- Rp375.000, bagi KPM dengan komponen anak sekolah tingkat SMP.
Perbedaan nominal tersebut menunjukkan bahwa besaran PKH validasi mengikuti komponen keluarga yang tercatat dan telah lolos proses validasi.
Jadi, saldo yang diterima seorang KPM belum tentu sama dengan KPM lainnya meskipun sama-sama menggunakan KKS Bank Mandiri.
Baca Juga: Resep Taro Bun Lembut ala Mexican Bun, Lengkap dengan Topping dan Isian Creamy
Kondisi ini menjadi perhatian terutama bagi KPM yang sebelumnya berstatus BPNT murni. Apabila dalam satu keluarga terdapat balita atau anak yang masih bersekolah dan data tersebut telah sesuai dalam sistem, terdapat kemungkinan keluarga tersebut memperoleh tambahan PKH melalui mekanisme validasi.
“Sebagian besar penerima adalah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang sebelumnya hanya murni menerima bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) atau sempat mengalami gagal salur (exclude) pada tahap sebelumnya, namun karena dalam keluarganya memiliki komponen penjelas (seperti balita atau anak sekolah), sistem memperbarui data mereka sehingga berhak mendapatkan tambahan PKH validasi,” ungkap narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Hal serupa juga perlu diperhatikan oleh KPM yang sebelumnya mengalami gagal salur atau exclude dan kemudian datanya kembali tervalidasi.
Baca Juga: Pedestrian di Jalan Sumeru Kota Bogor Rusak Parah, Pejalan Kaki Terpaksa Turun ke Bahu Jalan
Bagi KPM yang merasa masuk dalam kategori tersebut, pengecekan saldo dapat dilakukan secara mandiri. Pemegang KKS Bank Mandiri dapat melihat saldo melalui Livin’ by Mandiri, melakukan pengecekan di ATM Mandiri, atau meminta bantuan pendamping sosial untuk memastikan status dan saldo bantuan.
Meski pencairan telah terpantau pada 9 September 2026, tidak semua KPM akan menerima bantuan pada waktu dan nominal yang sama. Saldo tetap bergantung pada hasil validasi serta komponen keluarga yang tercatat dalam data penerima.
Baca Juga: Tak Perlu Keliling Cari Parkir, Parkify Buatan Siswa SMKN 4 Bogor Bisa Booking Slot Parkir
Jika belum ada tambahan saldo, KPM dapat melakukan pengecekan secara berkala dan mengonfirmasi kepada pendamping sosial apabila membutuhkan informasi lebih lanjut.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel