Kisah Nyata Penurunan Desil Berhasil, Kini Berstatus SPM dan Siap Terima Bansos Lagi

RADAR BOGOR - Kabar baik datang dari salah satu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang berbagi pengalaman nyata terkait keberhasilan proses penurunan desil salah satu keluarga dampingannya.
Achmad Haris Efendy, selaku pendamping PKH, membagikan kisah ini melalui kanal YouTube pribadinya Ach Haris Efendy, sebagai motivasi bagi masyarakat yang mengalami kendala serupa.
Menurut Achmad Haris Efendy, kasus ini bermula dari sebuah keluarga yang sebelumnya merupakan penerima bansos PKH dan BPNT, namun pada tahun 2026 bantuannya terhenti akibat aturan baru.
"Ada aturan baru di mana penerima bansos itu yakni dari desil 1 sampai desil 4 itu untuk penerima PKH dan BPNT. Berikutnya untuk penerima BPJS kesehatan gratis atau PBI maksimal desil 5," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga tersebut ternyata tercatat memiliki desil 7 di dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga otomatis tidak masuk kategori penerima bantuan.
Setelah mendapat laporan dari keluarga bersangkutan, Achmad Haris Efendy bersama pihak RT dan pemerintah desa setempat melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Hasilnya cukup mengejutkan.
"Dari RT setempat, dari pendamping, dari desa atau kelurahan setempat itu sepakat untuk melakukan perbaikan data karena memang di lapangan ditemukannya bersangkutan ini memang prasejahtera," ungkapnya.
Proses pembaruan data pun dilakukan sejak bulan Juni hingga Juli 2026. Hasilnya, pada bulan Agustus, desil keluarga tersebut berhasil turun dari 7 menjadi 4.
"Alhamdulillah pada bulan Agustus ini ternyata desilnya sudah turun menjadi empat. Dan kabar baiknya lagi, ternyata di sana sudah tertera SPM," katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




