RADAR BOGOR - Pencairan (bantuan sosial) bansos PKH dan BPNT dilaporkan kembali menyasar KPM baru maupun KPM lama yang kembali aktif setelah proses pemutakhiran data. Dalam sejumlah kasus, bantuan dapat diterima sekaligus untuk dua periode karena hak dari tahap sebelumnya baru dapat disalurkan setelah proses validasi selesai.
Melansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Sabtu, 19 September 2026, nominal yang masuk ke KKS berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Besarnya saldo bergantung pada jenis bansos, jumlah periode yang terakumulasi, serta komponen PKH dalam keluarga.
Baca Juga: Gaji PNS vs PPPK 2026: Ini Faktor yang Membuat Penghasilan Bisa Berbeda
4,3 Juta KPM Baru Ditemukan
Proses pemutakhiran data dilakukan melalui integrasi data dan verifikasi di lapangan. Dari proses tersebut disebut ditemukan 4.330.417 KPM baru yang masuk kelompok desil 1 sampai 4 dan sebelumnya belum menerima bantuan.
Pemutakhiran juga dilakukan terhadap penerima lama yang sudah tidak memenuhi ketentuan, termasuk keluarga yang kondisi ekonominya berubah, meninggal dunia, atau teridentifikasi memiliki status tertentu yang menjadi pengecualian penerima bansos.
Proses tersebut turut didukung digitalisasi, termasuk penggunaan biometrik wajah serta penguatan agen perlindungan sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga: Pilih PNS atau PPPK pada 2026? Jangan Cuma Lihat Besaran Gaji
Mengapa Bansos Bisa Cair Dobel
Pencairan dobel terjadi ketika hak bantuan dari periode sebelumnya belum sempat disalurkan karena proses validasi penerima baru selesai pada periode berikutnya.
Artinya, nominal yang lebih besar bukan berarti nilai bantuan per periode dinaikkan, tetapi merupakan akumulasi hak dari beberapa periode yang dibayarkan bersamaan.
Untuk BPNT, akumulasi dua periode dapat mencapai Rp1.200.000. Sementara PKH bisa mencapai Rp1.500.000 hingga lebih dari Rp3.000.000, tergantung komponen penerima dalam keluarga.
Baca Juga: Bukan Cuma Gaji, Hal Penting Ini Wajib Diketahui Tenaga Kesehatan yang Lolos PPPK
BPNT Akumulasi Bisa Rp1,2 Juta
Nilai BPNT sebesar Rp200.000 per bulan. Jika hak selama tiga bulan belum tersalurkan, akumulasinya menjadi Rp600.000.
Ketika dua periode tersebut dibayarkan sekaligus, saldo yang masuk dapat mencapai Rp1.200.000. Nominal ini mengikuti jumlah periode yang memang menjadi hak masing-masing KPM.
PKH Bisa Mencapai Lebih dari Rp3 Juta
Nominal PKH berbeda karena dihitung berdasarkan komponen dalam keluarga, seperti balita, anak sekolah, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas berat.
Baca Juga: Ganti Karet Vakum Karburator Motor Jangan Asal! Salah Pasang Bisa Bikin Tarikan Malah Berebet
Jika hak dari dua tahap dibayarkan sekaligus, total saldo pada sejumlah KPM dilaporkan berada di kisaran Rp1.500.000 hingga lebih dari Rp3.000.000.
Karena komponen setiap keluarga berbeda, nominal pencairan PKH tidak sama untuk seluruh KPM.
KKS Lama Juga Bisa Kembali Aktif
Selain KPM baru, terdapat laporan mengenai KKS lama yang kembali menerima pencairan setelah sebelumnya tidak mendapatkan bantuan selama beberapa tahun. Salah satu saldo yang dilaporkan masuk mencapai Rp795.000.
Baca Juga: PKH Rp975 Ribu Masuk KKS Lama, Bansos BPNT Rp600 Ribu Juga Cair
“Saldo KKS menunjukkan adanya pencairan bantuan senilai Rp795.000 setelah rekening tersebut lama tidak menerima dana bansos,” ungkap narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Penyaluran bansos dapat dilakukan melalui BRI, BNI, Mandiri, BSI maupun PT Pos Indonesia, sesuai mekanisme yang berlaku bagi masing-masing penerima.
Cara Cek Status PKH dan BPNT
Masyarakat dapat mengecek status penerima melalui laman resmi cekbansos.go.id dengan langkah berikut:
Baca Juga: Beli Motor Bekas? Ini Syarat dan Tahapan Balik Nama STNK hingga BPKB
- Buka laman Cek Bansos.
- Masukkan Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan NIK dan kode captcha.
- Klik Cari Data.
- Periksa jenis bantuan dan status penerima yang muncul.
Jika tercatat sebagai penerima PKH atau BPNT, periksa pula keterangan penyaluran melalui bank Himbara atau PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Desain Helm Bertema Biota Laut Antar Siswa SMPN 16 Kota Bogor Raih Juara
Nominal yang diterima tetap bergantung pada jenis bansos, periode yang dibayarkan, dan komponen masing-masing keluarga. Karena itu, saldo KKS penerima tidak otomatis sama meskipun sama-sama tercatat sebagai KPM.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : Youtube Info Bansos