BRI Perkuat Pemberdayaan Desa BRILiaN Sanur Kaja Lewat Relawan Bakti BUMN 2026

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:53 WIB
Relawan BRI dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026 di Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali.
Relawan BRI dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026 di Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali.

RADAR BOGOR – Upaya mendorong masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi daerah terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Salah satunya melalui keterlibatan 10 relawan BRI dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026 di Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali.

Kegiatan yang berlangsung pada 15-20 Agustus 2026 tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta mengoptimalkan berbagai potensi lokal.

Program pemberdayaan ini mencakup empat sektor utama, yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan dan ketahanan pangan.

Relawan BRI bersama 10 relawan BUMN lainnya terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di Desa BRILiaN Sanur Kaja dan sejumlah lokasi di sekitarnya.

Relawan Bakti BUMN sendiri merupakan program yang diinisiasi Kementerian BUMN dengan melibatkan para insan BUMN untuk terjun langsung memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, edukasi, hingga pemberdayaan.

Baca Juga: Ternyata Bansos BPNT Tahap 3 Belum Cair Semua! Ini Update Saldo KKS Akhir Agustus

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan, partisipasi BRI dalam program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung dan memiliki manfaat jangka panjang.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat seharusnya tidak berhenti pada penyaluran bantuan.

Lebih dari itu, potensi yang telah dimiliki masyarakat perlu diperkuat agar dapat berkembang menjadi kegiatan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

"BRI melalui para relawannya berupaya hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga berbagi wawasan, melakukan pendampingan, serta membangun kerja sama dengan masyarakat agar manfaat program dapat berkembang lebih luas," kata Dhanny.

Potensi Ekonomi Sanur Kaja Jadi Perhatian

Desa BRILiaN Sanur Kaja dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan RBB Batch IX 2026 karena memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan.

Dari sisi ekonomi, Sanur Kaja memiliki aktivitas yang cukup beragam, mulai dari sektor pariwisata, perdagangan yang mendukung kegiatan wisata, UMKM dengan produk khas Bali, hingga sektor perikanan.

Selain potensi ekonomi, kehidupan masyarakat Sanur Kaja juga ditopang oleh ikatan sosial yang kuat.

Tradisi, adat, dan budaya lokal masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Atas dasar tersebut, BRI menerapkan pendekatan pemberdayaan yang tidak semata-mata berfokus pada pembangunan maupun pemberian fasilitas.

Penguatan kemampuan masyarakat dilakukan melalui transfer pengetahuan, pendampingan secara langsung, pemanfaatan teknologi, digitalisasi, hingga penyediaan fasilitas pendukung.

Baca Juga: KPM PKH Panen 5 Bansos di Akhir Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Aturan Desil DTSEN

Langkah tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus memperkuat kondisi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Pada sektor ekonomi, para relawan BRI memberikan workshop dan pelatihan bagi pelaku UMKM.

Materi yang diberikan mencakup penguatan identitas produk, strategi pemasaran melalui kanal digital, hingga cara memaksimalkan promosi agar produk mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pelatihan tidak hanya diberikan dalam bentuk teori. Para relawan juga melakukan praktik bersama pelaku UMKM, termasuk membantu menghasilkan materi konten yang dapat digunakan sebagai sarana promosi.

Sejumlah UMKM lokal yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain usaha puding dan air kelapa, jus buah, bumbu rujak, kacang hijau, Griya Kristal, kacang asin, ceker, jamu, Cangkruk Kopi, florist, serta UMKM yang berada di Sentra UMKM Natah Antakara.

Untuk menjaga keberlanjutan hasil pelatihan, BRI turut menyiapkan materi berupa foto, video, daily vlog, hingga konten promosi.

Materi tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkuat citra produk dan aktivitas pemasaran.

Tidak hanya melalui pelatihan, dukungan BRI juga diwujudkan dalam bentuk penyediaan fasilitas penunjang kegiatan UMKM dan desa.

Fasilitas yang diberikan meliputi 13 unit table menu UMKM, lima unit tempat sampah terpilah, 13 unit payung UMKM, signage area dan kios UMKM, delapan unit papan pembatas upacara keagamaan.

Kemudian13 set meja dan kursi UMKM, papan pembatas parkir, satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan sampah, serta signage informasi dan petunjuk desa wisata.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Surabaya Seharian, Ini 3 Rekomendasi Menu dari Sarapan hingga Makan Malam

Edukasi dan Fasilitas Pendidikan

Pilar pendidikan menjadi bagian lain dari rangkaian kegiatan RBB Batch IX 2026. Relawan BRI hadir di SDN 02 Sanur Kaja yang memiliki 229 siswa.

Sejumlah aktivitas edukatif digelar untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif kepada para siswa.

Kegiatannya meliputi kelas inspirasi bagi siswa kelas 4 hingga 6, berbagai perlombaan untuk siswa kelas 1 sampai 3, serta edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Melalui kelas inspirasi, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai pilihan profesi yang ada di lingkungan BUMN.

Dengan cara tersebut, kegiatan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai dunia kerja dan cita-cita.

Untuk mendukung peningkatan fasilitas sekolah, BRI memberikan empat unit proyektor serta bantuan satu paket cat dan renovasi lapangan olahraga di SDN 02 Sanur Kaja.

Dhanny menambahkan, setiap kegiatan dalam program pemberdayaan BRI dirancang agar manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat setelah rangkaian program selesai.

Karena itu, selain kegiatan bersama warga, BRI juga menitikberatkan pada pemberian pengetahuan, pendampingan, serta fasilitas yang dapat digunakan dalam waktu panjang.

"Harapan kami, berbagai pengetahuan dan kebiasaan positif yang diperkenalkan selama program dapat terus dijalankan oleh masyarakat. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti ketika program selesai," ujarnya.

Jaga Sungai dan Edukasi Pengelolaan Sampah

Pada sektor lingkungan, relawan BRI bersama masyarakat menjalankan kegiatan bertajuk Jaga Sungai, Jaga Kehidupan.

Baca Juga: Kabar Gembira, Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu, Ini Rincian Datanya

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi membersihkan sungai sekaligus edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Masyarakat diajak mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Selain kebersihan sungai, edukasi juga mengangkat keterkaitan antara ekosistem sungai, laut, dan kawasan pesisir.

Peserta didorong memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan dari hulu hingga pesisir merupakan tanggung jawab bersama.

Kampanye pengurangan penggunaan plastik juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Relawan dan masyarakat membangun komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

Dalam mendukung sistem pengelolaan sampah, BRI menyerahkan satu unit motor roda tiga kepada TPS3R Desa Sanur Kaja.

Bantuan tersebut dilengkapi sejumlah perlengkapan, di antaranya sarung tangan, sepatu bot, kantong sampah, capit sampah, timbangan sampah, tempat sampah terpilah, serta papan komitmen bertuliskan "Sungai Bersih".

Dorong Ketahanan Pangan Melalui Urban Farming

Sementara itu, pada pilar kesehatan dan ketahanan pangan, relawan BRI menjalankan program BRI Bertani di Kota bersama KWT Kota Pala.

Program tersebut mencakup kegiatan penyemaian dan pemanenan berbagai jenis sayuran, pengembangan produk olahan dari hasil pertanian, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat.

Konsep urban farming dipilih untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang terbatas agar tetap dapat menghasilkan bahan pangan.

Baca Juga: Tak Pernah Main Game Online Terlarang Tapi Bansos Dicoret? Ini Solusi dan Cara Sanggahnya

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Rangkaian RBB Batch IX 2026 di Bali sekaligus memperkuat kolaborasi antara BRI, berbagai perusahaan BUMN, pemerintah daerah, sekolah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup melalui inaugurasi Relawan Bakti BUMN pada 19 Agustus 2026 di Pantai Matahari Terbit.

Agenda tersebut turut diisi dengan penyerahan bantuan BRI kepada masyarakat dan Desa Sanur Kaja, sekaligus pemberian apresiasi kepada para relawan yang telah terlibat dalam rangkaian program.

Melalui Relawan Bakti BUMN, BRI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.

Program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, keterampilan, fasilitas, kapasitas, dan kebiasaan positif yang dapat terus dikembangkan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, BRI berharap potensi lokal Desa BRILiaN Sanur Kaja dapat semakin optimal, sementara masyarakat mampu menjaga dan mengembangkan berbagai praktik baik secara mandiri dalam jangka panjang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bri Desa BRILiaN bumn