IPB Gelar Webinar Keluarga Produktif, Rahasia Usaha Rumahan Naik Kelas Dibongkar Lewat Metode PATEN

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Senin, 27 April 2026 | 20:23 WIB
Guru Besar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Prof Lilik Noor Yuliati.
Guru Besar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Prof Lilik Noor Yuliati.

RADAR BOGOR - Upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga terus dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB University) melalui berbagai program inovatif. 

Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan webinar bertajuk Keluarga Produktif dan Berdaya yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), baru-baru ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) yang dirancang untuk membekali keluarga Indonesia dengan strategi praktis dalam mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Baca Juga: Sebaran Wilayah Penyaluran Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Termin Pertama hingga Update Bantuan Tambahan bagi KPM

Dalam sambutan pembuka, Kepala LPA2I IPB University, Handian Purwawangsa menegaskan, keluarga memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi. 

Dikutip Radar Bogor dari laman resmi IPB, ia menjelaskan, penguatan peran keluarga menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan peluang usaha di lingkungan sekitar secara optimal.

Lebih lanjut ia menyampaikan, webinar ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi IPB University dalam pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Soal Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, 13 ASN Diperiksa Polisi

Menurutnya, kehadiran para ahli dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan aplikatif yang bisa langsung diterapkan oleh peserta.

Materi utama disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Prof Lilik Noor Yuliati yang memperkenalkan pendekatan analisis usaha bertajuk PATEN.

Metode ini mencakup potensi pasar, analisis kompetitor, tren, evaluasi, serta nilai unik produk.

Baca Juga: Info Bansos Terbaru 27 April 2026 Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Tahap SPM, Berikut Kondisi di SIKS-NG Saat Ini

Ia menjelaskan, usaha keluarga memiliki posisi strategis dalam menopang ekonomi berkelanjutan, baik di level rumah tangga maupun masyarakat.

Karena itu, penggunaan analisis PATEN dinilai penting agar usaha yang dijalankan lebih terarah dan memiliki daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Sementara itu, materi tambahan disampaikan oleh Syifa Damaianti Suwandi yang membahas secara komprehensif mengenai sertifikasi halal bagi produk UMKM.

Baca Juga: Minggu Ini, Bogor dan 38 Daerah Lain Berpotensi Cair Duluan, Status Pencairan Bansos Tahap 2 2026 Beragam

Ia memaparkan tahapan pengajuan, proses yang harus dilalui, hingga manfaat sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas akses pasar.

Suasana webinar semakin hidup saat sesi diskusi interaktif berlangsung.

Peserta yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga dan kepala keluarga tampak antusias berdialog langsung dengan para narasumber. 

Mereka aktif mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman terkait tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha keluarga.

Baca Juga: Warga Rumpin Bogor Geger, Misteri Hilangnya Ternak Terungkap, Pelaku Tertangkap Sebelum Subuh di Dalam Kandang

Melalui kegiatan ini, IPB University berharap semakin banyak keluarga yang mampu mengoptimalkan potensi usaha rumahan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan yang kompetitif di pasar. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
ipb PATEN institut pertanian bogor keluarga