RADAR BOGOR - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 mencapai Rp4,1 triliun.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Adi Mulyadi mengungkapkan, hingga semester awal saat ini PAD baru mencapai Rp1,9 Triliun atau sekitar 43 persen, target PAD tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp4,1 triliun.
"Penerimaan semester pertama kita sekarang untuk pajak daerah udah 43 persen, nilainya kurang lebih Rp1,9 triliun (43 persen) dari target Rp4,1 triliun," ujar Adi, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca Juga: Eks Sopir Angkot Tua di Kota Bogor bakal Dapat Insentif Rp120 Ribu per Hari
Adi menyampaikan target PAD pada tahun 2026 mengalami peningkatkan dibanding tahun sebelumnya.
"Dari tahun sebelumnya kita kenaikan kurang lebih hampir di angka Rp225 miliar pada tahun sebelumnya, sekarang Rp4,1 triliun," jelasnya.
Untuk peningkatan pajak daerah menurut Adi akan menyasar pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pendapatan lainnya.
"Kalau piutang pajak ada kita tagih, terutama dari PBB kita targetkan kurang lebih Rp150 miliar," jelasnya.
Meski begitu, Adi menyebut terdapat kendala dalam piutang pajak, terutama pada pajak PBB.
Ia menjelaskan, dulu penyerahan PBB pada tahun 2012 dari pemerintah pusat, penyerahan langsung berikut piutangnya.
"Ternyata dari data-data itu ada juga data-data SPPT yang memang objeknya tidak ada, yang double asta, nah itu kita lakukan upaya identifikasi piutang namanya, itu kita lakukan pemantauan dan lain-lain," pungkasnya. (abl)
Editor : Eka Rahmawati