RADAR BOGOR – Sampah rumah tangga jika dikelola dengan tepat, dapat diolah menjadi eco enzyme dan pupuk kompos. Gagasan itu dikenalkan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB-Helianthus) Unpak Bogor.
Pengenalan olah limbah dilakukan PPK Ormawa HMB Helianthus Unpak Bogor melalui pelatihan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pembuatan eco-enzyme, dan kompos di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program PPK Ormawa HMB Helianthus Unpak Bogor bertema Desa Sehat.
Baca Juga: Panduan Bayar Ujian SKD Sekolah Kedinasan 2026 via ATM BNI, BRI, Mandiri, dan BCA
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan secara mandiri sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat dan berkelanjutan.
Pelatihan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, kelompok tani, kader Posyandu, BUMDes, hingga ketua RT dan RW.
Turut hadir Kepala Desa Mekarjaya Yasin, S.H., dosen Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan Dr. Ismanto, M.Si., dosen pembimbing PPK Ormawa Drs. Cecep Sudrajat, M.Pd., Ketua Forum Kampung Ramah Lingkungan (FKRL) Kecamatan Ciomas Yeni Mulyaningsih, serta Ketua Satgas Kemahasiswaan Universitas Pakuan Langgeng Prima Anggradinata, M.Hum.
Kepala Desa Mekarjaya mengapresiasi inisiatif mahasiswa Universitas Pakuan yang menghadirkan pelatihan dengan konsep sederhana namun dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Waspada! Abu Vulkanik Krakatau Sampai ke Bogor, Bisa Bikin Iritasi Mata dan Ganggu Pernapasan
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak harus selalu dimulai dari program berskala besar.
Kebiasaan memanfaatkan pekarangan untuk tanaman obat serta mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme dan kompos dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena Desa Mekarjaya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program Universitas Pakuan yang telah meraih akreditasi Unggul.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan melalui program pemberdayaan lainnya.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Anak Krakatau, PT KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Lancar
Sementara itu, Dr. Ismanto mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bersama. Ia menilai materi akan lebih mudah dipahami apabila peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik.
Kenalkan Inovasi Ramah Lingkungan
Konsep pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat turut diperkenalkan Ketua FKRL Kecamatan Ciomas Yeni Mulyaningsih.
Sejumlah inovasi seperti hidroponik, budidaya ikan dalam ember atau budikdamber, aquaponik, vertical garden, hingga pemanfaatan pot tanam menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan produktif.
Baca Juga: Mahasiswa Unpak Bogor Perkuat Desa Sehat Mekarjaya Lewat Website hingga Produk Herbal
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara antara pihak-pihak yang terlibat. Prosesi tersebut menjadi simbol sinergi Universitas Pakuan, Pemerintah Desa Mekarjaya, FKRL, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program.
Memasuki sesi utama, Divisi Apotek Hidup PPK Ormawa HMB-Helianthus memberikan materi mengenai Tanaman Obat Keluarga atau TOGA. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah tanaman yang dapat ditanam di pekarangan rumah, manfaatnya, serta teknik budidayanya.
Sementara itu, Divisi Eco-Cycle mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah organik. Limbah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi eco-enzyme dan kompos.
Baca Juga: Warga Antusias Ikut CFD di Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogor, Minta Rutin Digelar Setiap Pekan
Pelatihan dikemas secara langsung melalui demonstrasi dan praktik. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mencoba proses pembuatan eco-enzyme, pengomposan, serta penanaman TOGA.
Metode tersebut membuat suasana pelatihan berlangsung interaktif. Warga aktif bertanya mengenai perawatan tanaman obat hingga proses fermentasi eco-enzyme agar dapat dilakukan secara tepat di rumah.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia turut membagikan bibit TOGA dan eco-enzyme kepada peserta. Pemberian tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk melanjutkan praktik yang telah dipelajari setelah kegiatan berakhir.
Dorong Desa Lebih Mandiri
Baca Juga: 438 Ribu KPM Exclude Dimutakhirkan! Cek Desil dan Status Bansos PKH BPNT Terbaru
Program PPK Ormawa HMB-Helianthus tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan tanaman obat, pengolahan sampah organik, hingga pembuatan pupuk kompos dapat memberikan manfaat sekaligus dari sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan tersebut juga mendukung sejumlah aspek dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya kesehatan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Ini Tujuan, Prinsip, dan Jenis Bantuan PIP Dikdasmen Tahun 2026
Keberhasilan program pemberdayaan pada akhirnya tidak hanya dilihat dari pelaksanaan pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi Universitas Pakuan, Pemerintah Desa Mekarjaya, FKRL Kecamatan Ciomas, Satgas PPK Ormawa, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi awal bagi terciptanya Desa Mekarjaya yang lebih sehat, mandiri, dan peduli lingkungan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga