RADAR BOGOR – Video yang memperlihatkan seorang pedagang bensin eceran di Citeureup, Kabupaten Bogor, diduga mendapat intimidasi mendapat sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat tidak takut menghadapi pihak-pihak yang diduga mengganggu kegiatan usaha dengan mengatasnamakan profesi maupun organisasi tertentu, seperti yang viral di Citeureup Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mengapresiasi keberanian pedagang di Citeureup Bogor tersebut yang memilih merekam dan mempublikasikan kejadian yang dialaminya.
Baca Juga: DPLK BRI Sabet Kehati ESG Award 2026, Investasi Berkelanjutan Makin Diperkuat
“Terima kasih ibu yang sudah berani memposting kegiatan usaha ibu yang diganggu oleh orang yang mengaku oknum wartawan atau oknum LSM,” kata Dedi, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Dedi, dugaan intimidasi terhadap pelaku usaha kerap dilakukan dengan cara mencari-cari kesalahan. Setelah menemukan suatu pelanggaran atau kesalahan, oknum tersebut kemudian diduga menggunakan temuan itu untuk menakut-nakuti korban dengan ancaman pelaporan.
Dalam kondisi tersebut, korban yang merasa takut kemudian bisa saja diminta memberikan sejumlah uang.
Baca Juga: Pull Up dan Chinning Ternyata Berbeda, Ini yang Harus Dipahami Pelamar CPNS Formasi SLTA
“Apabila korbannya merasa takut, maka biasanya dia meminta uang,” ujarnya.
Dedi menegaskan, praktik semacam itu berpotensi menimpa berbagai kalangan. Tidak hanya pedagang kecil, tetapi juga pelaku usaha berskala besar, industri hingga pegawai negeri.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang mengalami atau menemukan dugaan tindakan pemerasan maupun intimidasi untuk segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau menemukan seperti itu lagi, laporkan saja ke aparat penegak hukum, bahwa itu ada upaya pemerasan,” tegasnya.
Baca Juga: KKS Terisi 2 Kali, Ini Kategori KPM yang Berpeluang Dapat Bansos Lagi
Dedi juga meminta pihak-pihak yang melakukan tindakan intimidasi untuk menghentikan praktik tersebut. Ia mengingatkan agar setiap orang mencari penghasilan dengan cara yang benar dan tidak merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
“Bagi siapapun, hentikan kegiatan yang seperti ini. Cari rezeki yang halal, tidak menakut-nakuti, tidak mengintimidasi orang lain, apalagi pedagang kecil,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat Jawa Barat, termasuk para pelaku usaha, untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk gangguan.
Baca Juga: 6 Ruko di Dua Raja Sukaraja Bogor Terbakar, Api Muncul Saat Karyawan Sedang Istirahat
“Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya, seluruh warga Jawa Barat. Berusahalah dengan baik, dengan tenang, jangan takut terhadap berbagai gangguan,” pungkas Dedi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga