RADAR BOGOR - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.
Salah satunya melalui kegiatan penanaman jagung hibrida serentak Kwartal III Tahun 2026 yang digelar di Desa Cibadung.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Bansos Rp5,4 Juta Dibagikan untuk Desil 1-5 Oktober 2026? Cek Faktanya di Sini
Penanaman dipusatkan di lahan milik warga di Kampung/Desa Cibadung RT 03/03, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.
Program penanaman jagung ini menjadi bagian dari aksi mendukung ketahanan pangan sekaligus implementasi program Asta Cita Presiden Indonesia.
Libatkan Kelompok Tani hingga Aparat
Kegiatan penanaman melibatkan sejumlah unsur di tingkat wilayah.
Di antaranya Kepala Desa Cibadung, Ketua Kelompok Tani Abdul, anggota Kelompok Tani Raharja, serta personel Koramil dan Polsek Gunungsindur.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan aparat dalam mendukung pemanfaatan lahan untuk sektor pertanian.
Kapolsek Gunungsindur, AKP Ucup Supriatna mengatakan, penanaman jagung hibrida atau jagung pipih tersebut dilakukan pada lahan pertanian seluas sekitar satu hektare.
“Kegiatan penanaman benih jagung hibrida atau jagung pipih tersebut dilaksanakan di area lahan seluas 1 hektare, yang merupakan lahan milik pribadi Edi Mulyadi,” jelas AKP Ucup Supriatna kepada Radar Bogor.
Dorong Pemanfaatan Lahan untuk Ketahanan Pangan
Lahan seluas satu hektare tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan di wilayah Gunungsindur.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator Punya Mesin Turbo dan Ground Clearance Tinggi, Ini Fitur yang Ditawarkan
Penanaman jagung secara serentak pada Kwartal III Tahun 2026 ini, menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan melalui sektor pertanian.
Dengan melibatkan kelompok tani dan unsur kewilayahan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada proses penanaman, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim