Jelang Dibuka, EIGER Nature Dikunjungi WWF-Indonesia, Bahas Restorasi dan Konservasi Alam

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:40 WIB
22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global saat mengunjungi EIGER Nature.
22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global saat mengunjungi EIGER Nature.

RADAR BOGOR — EIGER Nature memperkenalkan konsep pengembangan destinasi berbasis alam kepada 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global.

Kunjungan tersebut berlangsung menjelang pembukaan EIGER Nature untuk masyarakat umum, dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia.

Kehadiran para perwakilan WWF menjadi kesempatan bagi EIGER Nature untuk memperlihatkan secara langsung pendekatan yang diterapkan dalam membangun inisiatif yang menggabungkan restorasi dan konservasi alam, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian kunjungan dikemas melalui guided site tour. Para peserta diajak menyusuri kawasan EIGER Nature sekaligus memperoleh gambaran mengenai proses, latar belakang, dan perjalanan pengembangan destinasi tersebut.

Dalam tur tersebut, peserta melihat sejumlah bagian penting dari perjalanan EIGER Nature.

Di antaranya, proses restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 serta kegiatan konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Pasca Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi HGB, Angkut Koper

Bagi EIGER Nature, kunjungan ini berlangsung pada waktu yang penting. Destinasi tersebut kini berada di tahap akhir persiapan sebelum resmi dibuka untuk publik, termasuk penyempurnaan fasilitas dan pengalaman yang akan dihadirkan bagi pengunjung.

Tidak hanya menjadi agenda pengenalan kawasan, pertemuan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara EIGER Nature dan jejaring WWF.

Melalui pertukaran pandangan tersebut, EIGER Nature berharap dapat memperoleh masukan yang bermanfaat untuk pengembangan inisiatifnya pada masa mendatang.

“Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur Utama EIGER Nature.

Perjalanan EIGER Nature Berangkat dari Kecintaan terhadap Alam

EIGER Nature tidak berdiri terpisah dari perjalanan panjang EIGER. Selama hampir empat dekade, EIGER tumbuh dengan berangkat dari kecintaan terhadap alam dan dunia petualangan.

Semangat tersebut kemudian dikembangkan melalui EIGER Nature menjadi sebuah ruang yang mempertemukan pengalaman bermakna dengan upaya memberikan dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.

Dalam pengembangannya, EIGER Nature turut menjalin kolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kerja sama ini mencakup dukungan terhadap konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.

Melalui pendekatan tersebut, EIGER Nature berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga kelestarian alam dan memberikan manfaat bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

WWF Soroti Potensi Kolaborasi Sektor Swasta untuk Konservasi

Dari perspektif WWF, kunjungan ke EIGER Nature menjadi kesempatan untuk melihat langsung model pendekatan yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: Usai Shalat Istisqa Hujan Turun di Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor, Bupati: Alhamdulillah

Termasuk bagaimana upaya restorasi dan konservasi dapat berjalan beriringan dengan pemberian manfaat bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peran sektor swasta dalam menjalankan kegiatan usaha sekaligus mengambil bagian dalam pelestarian alam.

Bagi WWF, pendekatan yang melibatkan sektor swasta, pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Model kolaborasi tersebut juga dinilai dapat membuka peluang dukungan terhadap pembiayaan konservasi, terutama di kawasan taman nasional.

Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional,” ujar Aditya Bayunanda, CEO WWF-Indonesia.

Menurut Aditya, pendekatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan upaya mencari sumber pembiayaan konservasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

“Ini juga sejalan dengan yang sedang dikerjakan oleh satuan tugas inovasi pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik untuk mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia,” lanjutnya.

EIGER Nature dan WWF Buka Peluang Kolaborasi Lebih Luas

Pertemuan antara EIGER Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global diharapkan menjadi langkah awal menuju hubungan kerja sama yang lebih luas.

Ruang kolaborasi tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari konservasi alam, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Lampu Indikator ABS Tiba-tiba Menyala di Speedometer? Ini 3 Penyebab yang Perlu Diketahui

Bagi EIGER Nature, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pengembangan destinasi.

Terlebih, inisiatif ini masih berada pada tahap awal perjalanan dan tengah mempersiapkan pembukaan untuk publik.

Imanuel Wirajaya menyampaikan, EIGER Nature ingin menghadirkan tempat yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar menikmati pemandangan alam.

“Kami ingin EIGER Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru tentang alam,” kata Imanuel.

Ia menambahkan, pengalaman berpetualang idealnya tidak berhenti pada kesenangan pribadi, tetapi juga meninggalkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya,” tutup Imanuel. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Eiger Nature destinasi wwf indonesia