RADAR BOGOR - Penertiban PKL di kawasan Pasar Bogor diklaim berdampak positif untuk kebersihan. Timbulan sampah di lokasi tersebut dinilai menurun drastis.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan sampah yang dihasilkan oleh para PKL di Pasar Bogor biasanya mencapai 20 ton setiap harinya.
“Tapi sekarang, dari hasil pengecekan berkurang cukup banyak sudah 60 persen berkurang,” jelas Dedie soal sampah di Pasar Bogor pada awak media.
Dedie menyadari masih ada saja timbulan sampah yang terjadi. Kondisi itu dinilai akibat prilaku PKL yang enggan ikut program relokasi ke Pasar Jambu Dua ataupun Sukasari.
“Jadi 40 persen masih menumpuk, artinya yang 40 persen itu belum ikut program kita,” terang Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut, Senin 6 April 2026 pagi.
Progran relokasi PKL hingga saat ini masih terus berlangsung. Dedie mengajak kepada pedagang yang masih nekat untuk mengikuti program tersebut.
“Dari pada kucing-kucingan dengan petugas lebih baik daftar ke PD Pasar untuk ikut dalam program relokasi,” ucap Dedie.
Untuk diketahui, sduah ada PKL di Pasar Bogor yang membooking kios atau los di Pasar Jambu Dua. Bahkan sebagian sudah melakukan aktivitas jual beli.
Direktur Utama PPJ Jenal Abidin mengapresiasi PKL yang sudah ikut kebijakan pemerintah. Pihaknya pun siap membantu mereka untuk mendongkrak daya beli.
“Data yang kami terima ada 254 PKL yang mau masuk. Sampai hari ini tadi komunikasi jumlah yang sudah menempati losnya ada 8 pedagang,” jelas Jenal.
Para pedagang didominasi oleh penjual sayur dan buah. Mereka biasa berjualan saat malam haru dari mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
“Tapi tadi alhamdulillah jam 08.00 WIB saya kesini itu masih ada sehingga bisa berdiskusi,” jelas Jenal saat ditemui Radar Bogor di Pasar Jambu Dua.
Jenal mengatakan ada sedert apresiasi yang disampaikan pedagang kepadanya. Pertama mereka meminta agar penertiban lapak PKL di kawasn Pasar Bogor terus masif dilakukan.
Baca Juga: Warga Bogor Diimbau Jaga Pasokan Air, Kemarau 2026 Diprediksi BMKG Lebih Panjang, Puncaknya Agustus
Kemudian pedagang meminta agar akses angkot bisa masuk ke dalam pasar. Jenal menjelaskan apresiasi tersebut telah disampaikan kepada Dishub Kota Bogor.
PPJ sendiri disebut Jenal terus berupaya untuk membuat pedagang nyaman saat berjualan. Misalnya memperbaiki fasilitas penerangan yang ada di dalam pasar.
“Kemudian gate parking sudah kami buka untuk pedagang yang baru masuk, PJU Pemkot Bogor juga sudah membantu melakukan proses penerangan,” jelasnya.
Baca Juga: Waspada Masyarakat Bogor: BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Bisa Lebih Panjang dari Rata-Rata
Hingga saat ini, Pasar Jambu Dua masih membuka pintu bagi para PKL yang hendak mengadu nasib. Ada 1.000 kios dan los yang disiapkan untuk mereka.
“Disini kurang lebih daya tampung 1.000 sampai 1.200 pedagang. Terdiri dari kios dan los lokasinya di lantai dasar dan dilantai atas,” ujar Jenal.
Para PKL turut diberi layanan khusus. Mereka diberi kelonggaran untuk tidak membayar sewa selama tiga bulan, hingga diskon sebanyak 20 persen.
“Yang sudah booking dan belum mengisi itu karena masih liburan dan masih mudik. Mudah-mudahan kedepan sudah bisa berpindah kesini, segera,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin