Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Publik Kota Bogor Jadi Lebih Mudah

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:13 WIB
Inovasi Bogor Hub-AI Public Service Automation Platform mempermudah masyarakat.
Inovasi Bogor Hub-AI Public Service Automation Platform mempermudah masyarakat.

RADAR BOGOR - Bagi banyak warga, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk bertukar pesan. 

Platform tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari berkomunikasi hingga mencari berbagai informasi.

Kebiasaan itu kemudian menjadi inspirasi lahirnya Bogor Hub-AI Public Service Automation Platform, sebuah inovasi yang dirancang untuk mendekatkan layanan publik Pemerintah Kota Bogor dengan masyarakat melalui satu kanal yang sudah familiar digunakan sehari-hari.

Inovasi Bogor Hub-AI Public Service Automation Platform tersebut, digagas oleh Fandy Septiana. 

Baca Juga: Penerapan Absensi Online bagi PPPK September 2026 dan Risiko Potongan Gaji 2 Persen

Konsepnya sederhana, warga tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk mendapatkan informasi atau mengakses sejumlah kebutuhan layanan publik.

Cukup melalui satu nomor WhatsApp, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan secara lebih praktis dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Berawal dari Persoalan Layanan yang Tersebar

Gagasan Bogor Hub muncul, dari persoalan yang masih kerap ditemui masyarakat ketika berhadapan dengan layanan pemerintahan.

Untuk mengakses layanan tertentu, warga terkadang harus datang langsung ke kantor pelayanan, menggunakan aplikasi berbeda, atau mencari informasi dari berbagai kanal yang tidak terintegrasi.

Situasi tersebut dapat membuat proses pelayanan terasa lebih panjang, terutama ketika informasi yang dibutuhkan tidak tersedia dalam satu pintu.

Di sisi lain, berbagai layanan publik di Kota Bogor telah berjalan. 

Tantangannya, bagaimana membuat layanan tersebut lebih mudah ditemukan dan diakses masyarakat.

Dari kebutuhan itulah, Bogor Hub dikembangkan sebagai platform layanan publik berbasis AI yang menggabungkan berbagai kebutuhan masyarakat melalui WhatsApp.

AI Jadi Pintu Masuk Layanan Warga

Bogor Hub tidak sekadar berfungsi sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan.

"Sistem ini dirancang memanfaatkan AI Automation, Natural Language Processing (NLP), geolocation, serta integrasi API untuk memahami kebutuhan pengguna, mengelola laporan, dan meneruskan informasi kepada perangkat daerah yang berkaitan," jelas Fandy dalam keterangan tertulis Bogor Innovation Award. 

Baca Juga: Magnolia Hills Resort, Pilihan Staycation di Ketinggian Puncak dengan Panorama City Light Bogor

Alurnya dimulai ketika masyarakat menghubungi layanan melalui WhatsApp. 

Permintaan tersebut kemudian diproses oleh mesin AI dan sistem terintegrasi sebelum diteruskan ke basis data maupun dashboard perangkat daerah.

Setelah proses berlangsung, informasi atau perkembangan layanan dapat kembali disampaikan kepada masyarakat melalui WhatsApp.

Dengan pola tersebut, WhatsApp diposisikan sebagai pintu masuk pelayanan, sementara proses pengelolaan di belakangnya terhubung dengan sistem pemerintah.

Warga Bisa Laporkan Kerusakan Lewat WhatsApp

Salah satu fitur yang ditawarkan, pelaporan kerusakan infrastruktur.

Warga dapat mengirimkan laporan disertai foto dan lokasi melalui WhatsApp. 

Sistem kemudian dirancang untuk membantu mengenali jenis kerusakan, mengelompokkan laporan, dan meneruskannya kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang.

Konsep serupa diterapkan pada pelaporan titik pembuangan sampah ilegal.

Laporan warga dapat dipetakan secara digital sehingga pemerintah memiliki gambaran lokasi yang membutuhkan perhatian. 

Baca Juga: BARCEP PTM ASN, Cara Baru Cek Kesehatan Tanpa Kertas di Kota Bogor

Data tersebut diharapkan membantu proses pemantauan dan penanganan di lapangan.

Antrean Kelurahan hingga Informasi Bansos

Bogor Hub juga dirancang, untuk membantu masyarakat memantau layanan di tingkat kelurahan.

Melalui WhatsApp, warga dapat mengambil nomor antrean, mengetahui perkembangan proses pelayanan, hingga memperoleh informasi mengenai perkiraan waktu pelayanan.

Fitur lainnya berkaitan dengan informasi bantuan sosial.

Masyarakat dapat menggunakan kanal tersebut untuk memperoleh informasi mengenai status bantuan, persyaratan, jadwal penyaluran, serta informasi lain yang diperlukan.

Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan warga untuk mencari informasi dari berbagai sumber secara terpisah.

Layanan Dirancang Aktif 24 Jam

Salah satu pembeda Bogor Hub, konsep pelayanan otomatis yang dirancang dapat bekerja selama 24 jam.

Artinya, kebutuhan informasi dasar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan petugas di meja pelayanan atau jam operasional kantor.

Sistem otomatis dapat menangani permintaan awal masyarakat, sedangkan laporan atau kebutuhan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait.

Pendekatan ini juga berpotensi mengurangi pekerjaan administratif yang selama ini dilakukan secara manual sehingga aparatur dapat lebih fokus pada proses yang membutuhkan tindak lanjut.

Tidak Perlu Pasang Aplikasi Baru

Dari sisi masyarakat, salah satu keunggulan yang ditawarkan Bogor Hub adalah kemudahan akses.

Warga tidak harus mengunduh aplikasi baru untuk setiap kebutuhan layanan. 

Baca Juga: Jangan Beli Mobil Baru Sembarangan! Ini 5 Trik Dapat Diskon Besar dan Unit Lebih Cepat

WhatsApp yang sudah digunakan sehari-hari menjadi kanal utama untuk berinteraksi dengan sistem.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari kebaruan Bogor Hub, yakni menggabungkan sejumlah layanan publik dengan teknologi AI dalam satu kanal komunikasi.

Selain memanfaatkan pemrosesan bahasa alami, sistem juga dirancang terhubung dengan dashboard monitoring pemerintah dan mendukung pemetaan laporan berbasis lokasi.

Dikembangkan Melalui Tahapan Uji Coba

Pengembangan Bogor Hub, diawali dengan pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan publik serta pengumpulan data dan informasi yang relevan.

Data yang menjadi bahan pengembangan antara lain berasal dari survei kebutuhan masyarakat, analisis pengaduan publik, data pelayanan kelurahan, pengelolaan sampah, hingga informasi bantuan sosial.

Sistem kemudian diuji melalui simulasi penggunaan chatbot AI, termasuk untuk menerima laporan, mengenali kategori layanan, memberikan jawaban otomatis, serta mendistribusikan laporan kepada instansi terkait.

Keseluruhan proses pengembangan dari analisis kebutuhan hingga tahap pilot project diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Menuju Satu Platform Layanan Publik Kota Bogor

Pengembangan Bogor Hub tidak berhenti pada empat layanan utama yang dirancang saat ini.

Dalam jangka pendek, inovasi tersebut diarahkan untuk diterapkan pada sejumlah kelurahan sebagai proyek percontohan dan dihubungkan dengan layanan pengaduan pemerintah daerah.

Pada tahap berikutnya, cakupan integrasi ditargetkan dapat diperluas ke seluruh OPD Kota Bogor. 

Fitur monitoring proyek pembangunan dan konsultasi layanan publik berbasis AI juga menjadi bagian dari rencana pengembangan.

Baca Juga: Lampu Sein Motor Sering Putus Saat Digas? Bisa Jadi Kiprok Rusak, Ini Penyebab dan Solusinya

Dalam jangka panjang, Bogor Hub diarahkan menjadi platform layanan publik terpadu Kota Bogor yang dapat terhubung dengan ekosistem Smart City Bogor, bahkan memiliki peluang integrasi dengan sistem di tingkat provinsi dan nasional.

Pengembangan analisis prediktif berbasis AI juga direncanakan untuk membantu pemerintah dalam membaca data dan mendukung pengambilan keputusan.

Pada akhirnya, Bogor Hub membawa gagasan yang cukup sederhana: mendekatkan pemerintah kepada masyarakat melalui teknologi yang sudah mereka gunakan setiap hari.

Jika dikembangkan secara konsisten, platform ini berpotensi membuat akses informasi dan layanan publik menjadi lebih cepat, mudah, terintegrasi, sekaligus membuka ruang bagi pemerintah untuk merespons kebutuhan warga berdasarkan data yang terkumpul dari layanan digital. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor ai whatsapp