ECO LAKEBIN, Alat Otomatis Pemburu Sampah di Danau Bogor

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:20 WIB
INOVASI BOGOR : Proses pembuatan alat ECO LAKEBIN.
INOVASI BOGOR : Proses pembuatan alat ECO LAKEBIN.

RADAR BOGOR - Permukaan danau yang dipenuhi botol plastik, daun kering hingga wadah styrofoam bukan hanya mengganggu pemandangan.

Jika terus menumpuk, sampah yang mengambang juga dapat memengaruhi kondisi ekosistem perairan.

Persoalan tersebut, mendorong Ramadan Aditiya selaku inovator ECO LAKEBIN mengembangkan alat pembersih sampah terapung otomatis yang ditujukan untuk kawasan perairan, termasuk Situ Gede, Kota Bogor.

Baca Juga: Mau Upgrade Suspensi Motor Matic? Ini 10 Pilihan Shockbreaker dan Harganya

Berbeda dengan pembersihan secara manual yang membutuhkan tenaga dan waktu, ECO LAKEBIN dirancang untuk membantu mengangkat sampah dari permukaan air secara lebih praktis dengan memanfaatkan sistem pompa dan penyaringan.

Cara ECO LAKEBIN Mengangkat Sampah dari Permukaan Air

Cara kerja alat ini, mengandalkan prinsip mekanika fluida.

Pompa berdaya 125 watt digunakan untuk menarik air sekaligus sampah yang berada di permukaan.

Kapasitas aliran yang dirancang mencapai sekitar 25 liter per menit.

Air yang masuk kemudian melewati jaring penyaring berukuran 50 sentimeter × 30 sentimeter.

Pada tahap tersebut, sampah berukuran padat akan tertahan di dalam jaring, sedangkan air dapat terus mengalir melewati sistem.

Setelah proses penyaringan sampah padat, air kemudian diarahkan menuju filter untuk membantu menyaring residu minyak maupun polutan cair lainnya.

ECO LAKEBIN juga menggunakan katup searah atau tusen klep.

Komponen tersebut, berfungsi mencegah material yang telah masuk ke dalam sistem kembali mengalir menuju perairan ketika pompa berhenti bekerja.

Pompa Ditempatkan di Atas Air

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam desain ECO LAKEBIN adalah posisi mesin pompa.

Ramadan Aditiya menempatkan pompa di atas permukaan air, bukan di dalam badan air.

Baca Juga: Basecamp Gunung Pancaniti, Spot Ngopi Santai di Puncak 2 dengan View Gunung Batu

Desain tersebut, ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan pada mesin akibat kontak langsung dengan air, seperti korosi, korsleting listrik, maupun penyumbatan yang disebabkan lumpur.

Selain lebih mudah dalam perawatan, konstruksi alat dibuat modular sehingga dapat dipindahkan dan ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan sampah terapung.

Wadah penampungan sampah juga dirancang agar proses pengosongan dapat dilakukan dengan relatif sederhana.

Dengan demikian, alat tidak hanya berorientasi pada kemampuan menyedot sampah, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan pengoperasian di lapangan.

Menjaga Kebersihan Danau Sekaligus Mendukung Wisata

Bagi kawasan yang mengandalkan ekowisata perairan, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari daya tarik destinasi.

Keberadaan alat seperti ECO LAKEBIN diharapkan dapat membantu menjaga permukaan perairan tetap lebih bersih dari sampah yang mengapung.

Kondisi lingkungan yang lebih terawat juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Ketika kawasan wisata semakin nyaman dikunjungi, pelaku usaha lokal seperti pedagang makanan, penyedia jasa penyewaan perahu, hingga pelaku jasa wisata lainnya memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas pengunjung.

Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan Ramadan tidak hanya diarahkan untuk persoalan kebersihan perairan, tetapi juga memiliki kaitan dengan keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

ECO LAKEBIN Disiapkan Menuju Teknologi IoT

Pengembangan ECO LAKEBIN tidak berhenti pada sistem pembersihan sampah otomatis.

Ramadan Aditiya, menyiapkan kemungkinan integrasi teknologi yang lebih maju pada tahap berikutnya.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2027: Usia di Atas 35 Tahun Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes

Salah satunya melalui penggunaan mikrokontroler dan sensor berbasis Internet of Things (IoT).

Teknologi tersebut, nantinya dapat dikembangkan untuk membantu memantau sejumlah parameter kualitas air, seperti tingkat kekeruhan dan pH secara langsung.

Sumber energi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan.

Penggunaan panel surya diproyeksikan, dapat menjadi alternatif sumber daya sehingga operasional alat ke depan tidak sepenuhnya bergantung pada listrik konvensional.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, ECO LAKEBIN berpotensi berkembang dari sekadar alat pengangkut sampah terapung menjadi sistem pemantauan dan pengelolaan perairan yang lebih terintegrasi.

Dari persoalan sederhana berupa sampah yang mengambang di permukaan danau, inovasi ECO LAKEBIN mencoba menawarkan pendekatan teknologi yang lebih terukur.

Baca Juga: Si Cemplon asal Bogor yang Bikin Keripik Unik, dari Cumi Hitam hingga Stroberi

Inovasi Ramadan Aditiya tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di kawasan perairan dapat menjadi ruang bagi lahirnya teknologi tepat guna yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
ECO LAKEBIN bogor situ gede sampah