RADAR BOGOR - Macaroni schotel menjadi salah satu hidangan panggang yang cocok disajikan sebagai camilan, sarapan, maupun menu keluarga.
Teksturnya lembut dan creamy dengan perpaduan makaroni, daging, saus putih, serta keju yang meleleh di bagian atas.
Resep macaroni schotel berikut menghasilkan sekitar 5–6 porsi. Saus putih yang digunakan sebagai topping membuat teksturnya semakin creamy dan memberikan sensasi berlapis yang lebih menarik.
Berikut resep macaroni schotel ala Chef Devina Hermawan.
Baca Juga: Tersembunyi di Gang Sempit Kembangan, Warung Lontong Kupang Ini Ternyata Langganan Katering Pejabat
Bahan Makaroni
- 250 gram makaroni kering
- 1 liter air
- ½ sendok teh garam
Bahan Saus Putih
- 7 sendok makan tepung terigu protein sedang
- 5 sendok makan mentega tawar
- 750 ml susu
- ¼ sendok teh bubuk pala
- ¼ sendok teh merica
- 1 sendok teh garam
- ¾ sendok teh kaldu bubuk
- ¼ sendok teh lada hitam
- 60 gram keju cheddar, parut
- 70 gram keju mozzarella atau quick melt
- 1 batang seledri
- 3 butir telur
Baca Juga: Tersembunyi di Gang Sempit Kembangan, Warung Lontong Kupang Ini Ternyata Langganan Katering Pejabat
Bahan Isian
- 85 gram kornet sapi
- 100 gram beef bacon
- 80 gram daging sapi cincang
- 1 buah bawang bombai kecil
- 2 siung bawang putih
- Minyak secukupnya
Baca Juga: Warung Tuang Karawang, Kuliner Sunda di Tengah Sawah Hijau dengan Jajanan Jadul
Cara Membuat Macaroni Schotel
1. Rebus Makaroni
- Didihkan 1 liter air, kemudian tambahkan garam. Masukkan makaroni dan rebus selama sekitar 8–10 menit hingga matang tetapi tidak terlalu lembek.
- Makaroni nantinya masih akan dipanggang sehingga sebaiknya jangan direbus sampai terlalu lunak.
- Setelah matang, tiriskan makaroni dan bilas menggunakan air dingin untuk menghentikan proses pemasakan. Sisihkan.
Baca Juga: Terasa Mewah Padahal Ekonomis! Ini Rahasia Tumis Tahu Tempe Teriyaki Gurih Manis
2. Siapkan Bumbu dan Isian
- Cincang halus bawang bombai dan bawang putih. Iris beef bacon menjadi potongan kecil.
- Panaskan sedikit minyak di wajan. Tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum dan matang. Pastikan tidak sampai gosong karena aroma tumisan bawang akan memengaruhi rasa macaroni schotel.
- Masukkan kornet sapi, lalu masak sambil diaduk dan dipisahkan agar tidak menggumpal.
- Setelah kornet mulai sedikit kering, masukkan daging sapi cincang dan beef bacon. Aduk hingga seluruh bahan matang, kemudian sisihkan.
- Jika tidak memiliki beef bacon, bahan ini bisa diganti dengan smoked beef atau sosis untuk mendapatkan aroma yang lebih smoky.
Baca Juga: Ngopi Sambil Lihat Stadion Pakansari? Sisi Timur Social House di Bogor Punya Konsep Unik Ini
3. Buat Saus Putih
- Gunakan wajan yang sama untuk membuat saus putih.
- Lelehkan mentega, kemudian masukkan tepung terigu. Aduk hingga tepung dan mentega tercampur rata membentuk roux.
- Tambahkan bubuk pala dan merica, lalu masak sebentar hingga harum dan teksturnya sedikit berbuih.
- Tuangkan susu secara bertahap sambil terus diaduk menggunakan whisk agar saus tidak menggumpal.
- Tambahkan garam secukupnya. Jangan terlalu banyak karena kornet dan keju nantinya juga akan memberikan rasa gurih.
- Masak sambil terus diaduk hingga saus mengental dan mendidih.
Baca Juga: Resep Sambal Cumi Asin Gurih Pedas: Tahan Lama dan Bikin Nambah Nasi
4. Sisihkan Sebagian Saus untuk Topping
- Setelah saus putih matang, ambil sekitar setengah bagian saus dan sisihkan untuk digunakan sebagai topping.
- Ke dalam sisa saus yang masih berada di wajan, masukkan keju cheddar parut. Aduk hingga keju meleleh dan tercampur rata.
5. Campurkan Makaroni dan Isian
- Masukkan makaroni yang sudah direbus ke dalam saus.
- Tambahkan tumisan daging, tiga butir telur, dan seledri yang sudah dicincang halus.
- Masukkan kaldu bubuk dan lada hitam. Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata.
- Jika tidak menyukai seledri, bahan tersebut bisa dilewati. Namun, seledri memberikan aroma segar yang membantu menyeimbangkan rasa creamy dari susu dan keju.
Baca Juga: Resep Martabak Teflon Lembut dan Bersarang Sempurna ala Rumahan
6. Masukkan ke Loyang
- Siapkan loyang atau wadah tahan panas. Tuangkan campuran makaroni dan daging ke dalamnya, kemudian ratakan permukaannya.
- Tuangkan saus putih yang sebelumnya sudah disisihkan ke bagian atas macaroni schotel.
- Ratakan saus hingga menutupi permukaan. Lapisan saus putih ini akan membuat macaroni schotel terasa lebih creamy dan memberikan tekstur berlapis setelah dipanggang.
- Tambahkan keju mozzarella atau quick melt di bagian paling atas.
Baca Juga: Ngopi Sekalian Ngemil di Bogor, Promo Bundling Pintoe Kayoe Mulai Rp40 Ribuan!
7. Panggang Macaroni Schotel
- Panggang macaroni schotel pada suhu 180 derajat Celsius selama sekitar 30 menit menggunakan oven.
- Jika menggunakan air fryer oven, macaroni schotel dapat dipanggang pada suhu 165 derajat Celsius selama sekitar 30 menit.
- Waktu memanggang dapat berbeda tergantung ukuran dan ketebalan wadah. Pastikan bagian dalam macaroni schotel sudah matang, bukan hanya bagian atasnya yang berubah kecokelatan.
- Jika menggunakan wadah yang sangat tebal, proses pemasakan bisa membutuhkan waktu lebih lama.
Baca Juga: Ngopi Sambil Lihat Gunung Gede Pangrango, Bawah Langit Bogor Punya Suasana Sejuk Bikin Betah
8. Sajikan
- Setelah matang, keluarkan macaroni schotel dari oven dan diamkan beberapa saat sebelum disajikan.
- Saat baru keluar dari oven, teksturnya memang masih sangat lembut. Setelah suhunya turun, macaroni schotel akan menjadi lebih set tetapi tetap creamy.
- Perpaduan kornet memberikan rasa gurih, beef bacon memberikan aroma smoky, sementara seledri membuat rasanya terasa lebih segar.
Baca Juga: Ngopi Sambil Lihat Gunung Gede Pangrango, Bawah Langit Bogor Punya Suasana Sejuk Bikin Betah
Tips Membuat Macaroni Schotel
Agar hasil macaroni schotel lebih enak, jangan merebus makaroni terlalu lama karena proses pemanggangan masih akan membuatnya semakin matang.
Saat membuat saus putih, tuangkan susu secara bertahap sambil terus diaduk supaya teksturnya halus dan tidak menggumpal.
Baca Juga: Resep Mapo Tofu Udon Creamy Tinggi Protein, Enak dan Bikin Kenyang
Penggunaan bumbu juga sebaiknya tidak berlebihan. Kandungan susu, mentega, daging, dan keju sudah memberikan rasa yang cukup kaya sehingga bumbu yang terlalu banyak justru bisa membuat rasanya terlalu berat.
Macaroni schotel juga cocok dibuat dalam jumlah banyak. Setelah dingin, hidangan ini bisa disimpan di dalam kulkas dan dipanaskan kembali ketika akan disantap.
Bahkan, rasanya bisa semakin menyatu setelah disimpan semalaman di dalam kulkas. Karena itu, macaroni schotel dapat menjadi pilihan praktis untuk stok sarapan keluarga.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Devina Hermawan