RADAR BOGOR - Pertemuan kelompok atau P2K2 (Pertemuan Peningkatan Keterampilan dan Keberdayaan) memiliki peran penting bagi penerima bantuan sosial (bansos) terutama dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Pertemuan ini bukan sekadar forum informasi, melainkan sarana strategis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran penerima bantuan sosial (KPM).
Berikut adalah tujuan utama dari pertemuan P2K2:
1. Meningkatkan Pengetahuan Penerima Bantuan Sosial
Pendamping PKH yang bersertifikat memimpin pertemuan ini dengan menyampaikan materi terstruktur yang membahas berbagai aspek krusial dalam kehidupan keluarga.
Beberapa materi utama yang dibahas antara lain:
a. Pendidikan dan Pengasuhan Anak:
Materi mencakup psikologi anak, strategi menghadapi berbagai fase perkembangan.
Termasuk tantrum atau Gerakan Tutup Mulut (GTM), perawatan anak dari 0 hingga 1000 hari pertama kehidupan, hak-hak anak, serta cara mendukung anak agar sukses di sekolah.
b. Pengelolaan Keuangan Keluarga:
KPM diberikan informasi praktis tentang pengelolaan keuangan rumah tangga, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta tips menabung dengan metode amplop agar keuangan lebih terstruktur.
c. Kesehatan:
Materi kesehatan mencakup pemeliharaan kesehatan anak usia dini, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta informasi gizi, termasuk makanan kaya protein dan serat yang mendukung kesehatan keluarga.
2. Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban KPM
Selain pengetahuan praktis, pertemuan ini bertujuan agar penerima bantuan sosial memahami hak dan kewajibannya:
· Hak KPM: KPM berhak menerima bantuan sosial, mendapatkan pendampingan, serta mengadukan permasalahan sosial kepada pendamping.
Pendamping sosial berfungsi sebagai perpanjangan tangan untuk mengakses informasi dan bantuan, misalnya terkait modal usaha atau pelatihan keterampilan.
· Kewajiban KPM: KPM wajib menyekolahkan anak dengan tingkat kehadiran minimal 80%, memeriksakan kesehatan secara rutin (anak usia dini, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas), serta menggunakan bantuan sosial sesuai komponen yang ditetapkan pemerintah.
3. Menunjukkan Perubahan Perilaku
Pertemuan P2K2 sering dianggap sebagai “sekolah PKH” karena KPM diberikan tugas praktik yang harus dilaksanakan di rumah.
Perubahan perilaku ini kemudian dievaluasi pada pertemuan berikutnya oleh pendamping, sehingga penerima bantuan sosial dapat melihat perkembangan nyata dari penerapan materi yang diberikan.
4. Meningkatkan Kemampuan Mengenali Potensi Diri
Selain pengetahuan dan kewajiban, pertemuan P2K2 membantu KPM menggali potensi diri mereka.
Aktivitas ini mendorong KPM untuk mengidentifikasi kemampuan unik, mengembangkan keterampilan baru, dan meningkatkan kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Dengan pertemuan P2K2, penerima bantuan sosial tidak hanya mendapatkan akses bantuan, tetapi juga edukasi dan pendampingan yang mendukung tercapainya kemandirian keluarga.
Strategi ini secara langsung memperkuat kemampuan KPM untuk mengelola keluarga secara efektif, menjaga kesehatan, dan mengoptimalkan potensi diri sehingga kualitas hidup mereka meningkat secara berkelanjutan.
Editor : Eka Rahmawati